PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 9


__ADS_3

Seseorang kebetulan sedang melintas dan melihat Mutia, dia langsung menegur Mutia.


" Mbak Mutia." Panggilnya menyamperin Mutia yang akan terjatuh.


" Mbak kenapa? dimana dokter Nando mbak?." Tanya ibu itu, Mutia tidak menjawab dia langsung terjatuh pingsan.


" Astagfirullah allazim bagaimana ini." Ucap ibu itu bingung dia melirik ke kiri dan kanan tidak ada orang dan akhirnya ibu itu berteriak.


" Tolong tollong lontong." Teriaknya.


" Eh kok aku nyebut lontong ya? ah mungkin tadi gara-gara buru-buru ke sini untuk melihat apakah benar dokter Nando bersalah atau gak, jadi tidak jadi membeli lontomg jadi lapar kan sekarang." Gumam ibu itu dalam hati masih dengan berteriak.


Dokter Nando dan pak lurah yang masih dalam perjalanan menuju ruang aula tempat dimana akan dibacakan hasil dari pemeriksaan anak pak rt mendengarkan teriakkan ibu itu langsung berlari menghampirinya dan betapa terkenjutnya dia melihat istrinya pingsan serta melihat darah yang ada di kaki istrinya menambahkan rasa khawatirnya dan tanpa banyak bicara dokter Nando langsung mengendong sebelum pergi dia mengatakan sesuatu kepada pak lurah.


" Maaf pak saya tidak bisa menghadiri acara ini, saya harus segera membawa Istri saya ke rumah sakit." Ucap dr. Nando sambil menatap wajah istrinya yang sudah pucat.


" Iya tidak apa-apa dok, saya yang akan memberitahukan hasilnya nanti yang terpenting sekarang istri dokter." Ucap Pak lurah memahami situasi dan dr. Nando tersenyum.


" Assalamu'alaikum." Ucap dr. Nando sebelum pergi.


" Walaikumsalam Warrohmatullahi w


Wabbarrokatu." Ucap pak lurah dan ibu itu, dr. Nando membuka mobil Mutia karena mobilnya sendiri tidak dia bawanya ke desa dan dengan kecepatan penuh dia membawa mobil, karena dia melihat jalanan yang dia lewati tidak terlalu ramei dengan masih mengutamakan keselamatan keduanya.


Di rumah sakit

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit dr. Nando langsung membopong istrinya, para perawat yang melihatnya segera menyamperinnya dengan membawa p


branka.


" Dokter sebaiknya mbak ini ditaruh ke branka saja."Ucap perawat yang menghampiri dr. Nando.


" Tidak usah biar saya saja yang membawanya kalian tunjukin aja ruangannya." Ucap dr. Nando tidak ingin istrinya ditaruh dibranka.


" Baik dok." Ucap perawat dengan berjalan cepat menuju ruang UGD.


" Siapa perempuan ini? kenapa dokter Nando sekhawatir ini? apa dia kekasihnya? ah mungkin dia adiknya, aku saja yang selalu dekatin biasa aja." Gumam perawat itu dalam hati.


1 jam kemudian


" Bagaimana dokter Erwin kondisi Istri saya?." Tanya dr. Nando ketika melihat dokter yang menangani istrinya keluar dan kebetulan dr. Erwin dulu 1 kampus dengannya, tapi tidak terlalu dekat.


" Iya istri saya." Ucap dr. Nando sambil mengenyit bingung.


" Aduh gawat mulut ini gak bisa dikontrol apa, tapi aku kaget juga ternyata monster mengerikan ini sudah menikah. Mudah-mudahan dia tidak melakukannya dengan istrinya dan sifatnya yang dulu sudah hilang." Gumam dr. Erwin dalam hati dengan jantung yang sudah berdetak lebih cepat dan bergindik ngeri, jika melihat apa yang dilihatnya dulu pada saat mereka ditugaskan kampus untuk menganti dosen mereka yang berhalangan dr. Nando melakukan hal yang tidak dia nyangka.


" Memangnya ada apa dok dengan Istri saya? apa harus dilakukan penanganan serius?." Tanya dr. Nando dengan nada khawatir.


" Oh tidak, saya hanya terkejut saja ketika ternyata dokter sudah menikah, kenapa tidak mengundang saya dok?." Tanya dr. Erwin dengan tersenyum canggun, tidak enak hati serta takut telah berbicara seperti itu karena yang dia tau kalau dr. Nando tidak mudah bergaul, temannya saja bisa dihitung dengan jari itupun yang kuat dengan sifatnya yang sebenarnya.


dr. Nando jika di dalam rumah dia akan bersikap hangat dengan keluarganya saja, tetapi kalau di luar dia akan bersikap dingin, pendiam, menyendiri dan ketika dia sudah kesel atau marah dia akan mengeluarkan kata-kata tajam bahkan dia akan melakukan tindakan yang begitu kejam. Walaupun begitu masih banyak saja perempuan yang menyukainya sedangkan kalau dia sedang bekerja sikapnya akan berubah menjadi hangat, banyak bicara dan tersenyum.

__ADS_1


" Iya saya menikah juga mendadak." Ucap dr. Nando datar.


" Mendadak? apa karena kecelakaan?." Tanya dr. Erwin spontan.


" Aduh masih aja ini mulut bikin masalah aja." Gumam dr. Erwin dalam hati mengigit bibirnya serta memukulnya.


" Maksud dokter apa?." Tonya dr. Nando tidak mengerti.


" Mending kita bicarakan di ruangan saya, tidak baik bicara diluar takut ada pengunti."Ucap dr. Erwin ketika dia tidak sengaja melihat seorang perawat yang mengintip dibalik tembok, dr. Nando hanya mengangguk sebagai jawaban dan memgikuti dr. Erwin berjalan ke ruangannya.


Di ruangan dokter


" Dok apa maksud dok apa maksud dari pertanyaan dokter tadi?." Tanya dr. Nando yang masih penasaran.


" Se sebelumnya saya minta maaf saya tidak bermaksud menyinggung dokter, tapi yang saya tau dokter itu jarang mempunyai teman perempuan. Tapi tiba-tiba dokter sudah menikah, apa karena sudah ada janin didalam perut perempuan itu?." Tanya dr. Erwin dengan raut wajah cemas sedangkan dr. Nando yang mendengarnya terkejut.


" Astagfirullah allazim gak lah dok saya masih mempunyai iman, pernikahan saya terjadi karena kita saling mencintai dan Istri saya juga belum mengandung sampai sekarang padahal kami sudah menikah 2 bulan." Jelas dr. Nando dengan menghela nafasnya.


" Saya malahan pengen banget hadirnya janin itu secepatnya agar keluarga kecil saya semakin lengkap." Jelasnya lagi dengan raut wajah sedih, dr. Erwin yang mendengarnya merasa tidak enak hati karena telah menuduh sembarangan.


" Maaf ya dok saya tidak bermaksud, tapi tadi dokter bilang kalian saling mencintai bagaimana bisa? terus gimana perempuan yang pernah dulu dokter pernah ceritakan yang ada di masa lalu dokter?." Tanya dr. Erwin dengan wajah menyesal dan penasaran akan kehidupan dr. Nando setelah mereka lulus kuliah.


" Kayaknya dia sudah berubah dan aku harap begitu atau gak dia bisa saja membahayakan orang-orang yang berada disekelilingnya, terlebih tadi aku melihat ada perawat perempuan yang menyimpan rasa dengannya. Semoga saja perawat perenpuan itu tidak membuat masalah yang akan dia sesali sendiri nantinya." Gumam dr. Erwin dalam hati.


" Iya perempuan itu sudah menjadi istriku sekarang, ternyata jodoh itu tidak akan ke mana. walaupun kita telah berpisah lama pun kalau Allah berkehendak dia akan mempertemukannya dan sebaliknya walaupun kita sudah saling bertemu kalau tidak jodoh gak akan pernah jadi." Ucap dr. Nando dengan penuh semangat di awalnya dan di akhirnya dia berbicara dengan nada datar sedangkan dr. Erwin yang mendengarnya menganggukkan kepalanya serta tersenyum.

__ADS_1


" Eh kenapa jadi bahas ini, saya kan menanyakan masalah kondisi Istri saya." Ucap dr. Nando yang barutersadar.


" Istri dokter Nando harus badresh, terlebih tadi istri dokter hampir keguguran. Tolong dijaga ya dok agar istrinya jangan melakukan pekerjaan yang berat dan jangan terlalu banyak fikiran karena nantinya akan berakibat pada janinnya." Jelas dr. Erwin dan dia dapat melihat raut wajah terkejut.


__ADS_2