
Dr. Nando yang melihat tidak ada lagi ucapan yang keluar dari mulut istrinya segera berdiri dan berjalan membuka pintu yang sudah menjadi gedoran.
" Dok kenapa lama sekali buka pintunya?." Tanya seorang laki-laki setelah dr. Nando membuka pintu.
" Assalamu' alaikum maaf pak tadi saya lagi di kamar mandi." Jawab dr. Nando.
" Eh walaikum salam anaknya pak rt dok jatuh dari kamar mandi dan mengalami pendarahan." Ucap seorang laki-laki menjelaskan dan dr. Nando bergegas masuk ke dalam rumah.
" Inalillahiwainalillahirojiun." Ucap dr. Nando, lalu mengambil tasnya dan pergi ke rumah pak Rt bersama laki-laki yang mengetuk pintu rumahnya.
Setelah sampai di depan rumah pak rt mereka mengucapkan salam.
" Assalamu'alaikum." Ucap mereka berdua.
" Walaikum salam." Jawab orang yang ada di dalam rumah.
" Dokter ayo dok tolong periksa anak saya." Ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah bu rt.
" Iya bu, mohon izin untuk menyentuh putrinya pak bu." Ucap dr. Nando sebelum memeriksa.
" Iya silahkan dok." Jawab pak rt mengizinkan.
__ADS_1
" Maaf pak bu suaminya mana ya?. " Tanya dr.Nando setelah memeriksa keadaan putri pak rt.
" Dok anak saya belum menikah, kenapa dokter menanyakan suaminya?." Jawab pak rt terkejut dan bingung kenapa bisa dr. Nando menanyakan suami anaknya hal itu juga dirasakan dr. Nando,
" Dokter jangan sembarangan bicara, saya dulu ingin menjodohkan anak saya dengan dokter. Tapi kedeluan dokter nikah sama wanita yang dokter zinahi, anak saya tidak seperti yang dokter lakukan dengan wanita yang dokter nikahi." Ucap bu rt marah dan tersenyum sinis.
" Bu tenangkan dirimu, jangan seperti ini kita harus mendengarkan penjelasan dr. Nando dulu kenapa bisa berbicara seperti itu." Ucap pak rt menenangkan istrinya yang sedang marah menghina dr. Nando.
" Gimana dok keadaan putri saya?. " Tanya pak rt.
" Em gini pak, gimana ya saya harus menjelaskan." Ucap dr. Nando serba salah dan pak rt yang mengerti keadaan menyuruh beberapa warga yang berada di dalam rumahmya untuk kembali pulang.
" Jadi gimana dok keadaan putri saya? apa ada sesuatu yang terjadi dengan putri saya? kenapa dia mengalami pendarahan ketika kepeleset di kamar mandi?." Tanya pak rt dengan tidak sabaran karena melihat perubahan dari wajah dr. Nando yang terlihat bingung.
" Saya mohon maaf sebelumnya, jika harus mengatakan ini, putri bapak dan ibu sedang mengandung." Jawab dr. Nando dan membuat terkejut kedua orang tuanya.
" Kamu jangan sembarangan kalau berbicara pakai bilang putri saya sedang mengandung." Ucap pak rt tidak terima dengan penjelasan yang diberikan oleh dr. Nando.
" Iya pak putri kita tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti itu, lebih baik kamu pergi." Ucap bu rt marah dan mengusir dr. Nando.
" Yaudah saya permisi dulu pak bu, assalamu'alaikum." Ucap dr. Nando tidak mau ambil pusing dengan urusan orang lain urusannya aja sudah membuatnya masa iya dia mau menambahnya lagi, dr. Nando langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan rumah pak rt.
__ADS_1
3 hari kemudian pada malam harinya
Dr. Nando dan Mutia masih melaksanakan sholat isya, di luar rumah terdengar suara banyak orang berteriak meminta dr. Nando untuk keluar. Orang yang berada diluar rumah yang tidak mendapatkan jawaban langsung menerobos masuk dengan cara mendobrak pintu, membuat Mutia dan dr. Nando terkejut untungnya bertepatan pada saat mengucap salam.
" Astagfirullah allazim." Ucap dr. Nando dan Mutia secara bersamaan dengan mengelus dadanya.
" Ini orang gak ada sopan santunnya apa kalau bertamu ke rumah orang itu ngucapin salam bukannya malah mendobrak pintu rumah orang." Ucap Mutia geram sambil menatap ke arah pintu kebetulan mereka sholat diruang tamu bukan dikamar karena kamar yang mereka miliki itu tidak muat untuk mereka berdua sholat berjamaah.
" Sabar." Ucap Nando dengan mengusap kepala istrinya yang kesel, lalu berjalan membuka pintu.
" Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarrakatu." Ucap Nando setelah membuka pintu tersenyum kepada mereka semua.
" Alah gak usah pakai sok ngucapin salam segala, saya selaku kepala desa datang ke sini mau mengatakan bahwa kalian berdua silahkan pergi dari desa kami." Ucap Pak rt dengan amarahnya.
" Astagfitullahallazim mohon maaf pak rt ini sebenarnya ada apa ya?." Tanya dr. Nando dengan sopan walau dia juga merasa sedikit kesel, tapi walau bagaimana pun mereka adalah orang yang menumpang didesa sedangkan Mutia menatap tajam ke arah rt yang berbicara tidak ada sopan-sopannya.
" Cih pura-pura gak tau lagi saya ke sini karena tidak terima anak saya dikatakan hamil diluar nikah, padahal jelas-jelasnya kalian yang melakukan zinah malah menuduh anak saya dan untuk surat tugas anda sudah saya urus kepindahan anda kembali ke Jakarta jadi silahkan pergi dari desa kami." Ucap pak rt dengan marah yang mengebu-gebu.
" Bapak gak bisa seenaknya begitu dong, mengusir kita begitu saja walaupun ini desa bapak.Kalau bapak gak terima dengan ucapan suami saya bapak bisa membuktikannya dengan mengecek keadaan anak bapak sekarang dan memperlihatkan hasilnya kepada kita semua, apa suami saya berbohong atau tidak." Ucap Mutia geram, dr.Nando yang mendengar ucapan istrinya langsung mengenggap ruangannya, Mutia sebenarnya tidak mau ada masalah lagi, tapi ini mereka sudah keterlaluan sehingga dia menantang Pak rt yang membuat Pak rt langsung terdiam.
" Saya kasih tau sekali lagi kepada Pak rt dan warga yang ada di kampung ini kami berdua tidak pernah melakukan perbuatan zinah seperti yang bapak-bapak tuduhkan ke kami, kalau pun benar bapak-bapak tidak ada hak untuk menghakimi kami dan apakah pada saat kami melakukannya ada yang melihat? apakah kalian ada buktinya? dan saya bisa menuntut kalian karena telah menikahkan saya secara paksa pada saat itu juga tanpa mau mendengarkan pembelaan dari kami berdua, bukannya kalian masih bersyukur saya tidak melaporkan kalian dan kenapa sekarang kalian malah membahas masalah yang sudah di selesai oleh kalian sendiri? dan apakah kalian akan mengulangi kejadian itu tanpa mencari bukti yang benar?." Tanya Mutia mengitimidasi orang-orang yang telah menghakimi mereka berdua dengan menatap tajam semua orang disana membuat mereka yang ada di sana terdiam karena memang yang dikatakan oleh Mutia itu adalah benar.
__ADS_1
" Itu karena dokter Nando mengatakan kalau anak saya itu sedang hamil kepada orang-orang." Jawab pak rt pelan tetap mempertahankan ucapannya, Mutia ingin membuka suara. Tapi dr. Nando menatapnya mengisyaratkan untuknya diam, Mutia yang mengerti dengan arti tatapan suaminya membuang nafasnya panjang karena dia belum puas melepaskan unek-uneknya yang telah ia simpan.