
" Ya aku mengingatnya dia orang yang ada di acara anniversary dan dia sempat mengaku suamiku, aku sampai berfikir apakah dia benar mantan suamiku." Ucap Mutia jujur dan mengutarakan apa yang ada di dalam fikirannya karena dia tidak ingin nantinya terjadi kesalah pahaman, Ricky yang mendengarnya tersenyum bahagia karena Mutia langsung mengutarakan perasaannya bahkan dia bertanya langsung kepalanya.
" Iya kan tadi aku sudah mengatakannya kalau dia itu memang mantan suamimu, kenapa kamu selalu mengingatnya sih? apakah kamu akan meninggalkanku dan memilihnya?." Tanya Ricky dengan cemburu yang tidak bisa dia tutupi jantungnya juga berdetak lebih cepat takut jawaban Mutia tidak seperti yang dia harapkan.
" Sayang jangan sembarangan bicara dia hanya masa lalu sedangkan kamu dan anak-anak adalah masa depanku." Ucap Mutia tidak suka mendengar ucapan Ricky.
" Tapi kan bagaimana pun kalian pernah bersama dan ada kemungkinan cinta itu akan tumbuh." Ucap Ricky dengan mengeratkan pelukannya.
" Dan di antara kalian terdapat kesalah pahaman dengan tidak tegasnya dia yang malah mengiyakan kemauan orang tuanya dan ditambah kamu tau kalau tantenya adalah orang yang telah membuat hidupmu dan adikmu menderita, hal itu yang membuatku takut. Takut kalau kamu sudah mengingat semuanya dan masih mencintainya, kamu akan memilihnya dan meninggalkan aku dan anak-anak." Gumam Ricky dalam hati tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau ingatan Mutia kembali, Mutia membalikkan badannya.
" Oh ya sayang tadi kamu bilang kalau dia adalah mantan suamiku dari mana kamu tau?." Tanya Mutia menatap Ricky menyelidik.
" 3 hari yang lalu Ray mengasih tau aku kalau ada orang yang mengikuti kalian, jadi aku menyelidikinya dan kamu tau apa aku terkejut sekaligus cemburu ternyata yang mengikuti kalian adalah mantan suamimu. Makanya aku buru-buru menyelesaikan pekerjaanku di Singapore takut kamu direbut sama dia." Ucap Ricky menjelaskan dengan jujur bahkan perasaannya sekarang tidak tenang setelah melihat Nando yang ada di dalam kamar hotel istri dan anak-anaknya tadi.
" Aku gak akan membiarkan kamu pergi tanpaku disisimu." Gumam Ricky dalam hati bahkan jiwa posesifmya sekarang mulai tumbuh.
" Hahaha.... ternyata kamu bisa juga cemburu sayang, aku kira kamu akan cuek seperti biasanya." Ucap Mutia mengoda Ricky karena sebelumnya Ricky tidak pernah menunjukkan sikap cemburunya seperti ini, ya walau pun Mutia tau selama ini Ricky menyembunyikan sikap cemburunya dengan memasang wajah biasa biar bagaimana pun Mutia sebagai istri tau kalau suaminya itu sedang cemburu.
" Mana bisa aku cuek kalau laki-laki dari masa lalumu yang datang kembali." Ucap Ricky mengutarakan isi yang ada di dalam hatinya tidak menyembunyikan lagirasa cemburunya.
" Oh gitu ya berarti kalau laki-laki yang bukan dari masa lalu berarti boleh dong dekatin aku." Ucap Mutia masih mengoda Ricky.
__ADS_1
" Sekarang kamu sudah berani mengodaku ya awas aja aku akan beri hukuman untukmu sayang." Ucap Ricky dengan seringai licik dibibirnya.
" Hahaha hentikan ini sangat geli entar perutku sakit." Ucap Mutia tertawa karena merasa geli dipinggangnya yang sedang digelitik oleh Ricky.
" Yuk masuk ke dalam tidak baik udara malam buat ibu hamil." Ucap Ricky langsung mengangkat Mutia tanpa aba-aba Mutia melingkarkan tangannya ke leher Ricky dan berapa saat mengerutkan keningnya karena Ricky bukannya membawanya ke tempat tidur malah ke kamar mandi.
" Kenapa kita ke kamar mandi?." Tanya Mutia heran.
" Sayang jangan pura-pura bodoh ya, aku sudah menahannya beberapa hari." Ucap Ricky dengan suara yang sudah berat membuat Mutia mengerti maksud dari suaminya.
" Tapi kan ini sudah malam tidak baik ibu hamil tidur malam-malam." Ucap Mutia mencoba menolak secara halus, Ricky terdiam sejenak.
" Sayang apa kamu mau ditengokin sama pipi?." Tanya Ricky dengan memegang perut buncit Mutia dan tidak berapa lama ada respon berupa tendangan, tidak mau membuang waktu Ricky langsung mencium bibir Mutia bahkan mel*mutnya dengan rakus sedangkan Mutia yang mendapatkan serangan mendadak hanya bisa pasrah mau menolak takut dosa. Tangan Ricky tidak tinggal diam dia menyentuh setiap sisi sensitif Mutia agar istrinya itu tidak menolaknya, meremes kedua gunung kembar Mutia yang masih terbungkus daster dan dengan sekali tarikan daster itu sudah lepas dari tubuh Mutia menyisahkan pakaian dalamnya. Mencium leher jenjang Mutia hingga meninggalkan jejak merah setelah puas meninggalkan banyak jejaknya diseluruh leher Ricky berpindah tempat ke kedua gunung kembar, malam ini dia akan meninggalkan banyak jejak kepemilikannya di tubuh Mutia agar banyak yang mengetahui bahwa perempuan yang sedang berada dibawahnya ini sudah ada yang memiliki termaksud kepada laki-laki yang telah menjadi mantan suami istrinya itu padahal tanpa dia melakukan itu juga orang-orang akan tau jika melihat perut Mutia yang membuncit.
" Lakukanlah sayang, tapi ingat pelan-pelan." Ucap Mutia mengingatkan, mau menolak pun percuma dia sudah terpancing akibat ulah suaminya.
" Baby i'am coming." Ucap Ricky dengar mengarahkan miliknya ke milik Mutia.
" Aahhh." Desah Mutia saat Ricky memasukinya dengan penuh, Ricky memompa miliknya dengan lembut karena dia takut melukai anaknya yang masih di dalam kandungan sesekali dia menciumi perut buncit Mutia.
Setelah 45 menit Ricky melepaskan pelepasannya mengatur nafasnya yang masih belum teratur.
__ADS_1
" Terima kasih sayang." Ucap Ricky, lalu menciumi seluruh wajah Mutia dan melepas penyatuannya.
Setelah 10 menit
" Sayang aku mau lagi." Ucap Ricky yang sudah berada di atas Mutia.
" Kamu itu ya sayang kalau masalah ini gak bosan-bosan." Ucap Mutia mengelengkan kepalanya sedangkan Ricky sudah mengarahkan miliknya.
" Aaakh." Desah Mutia saat Ricky menghajami miliknya kembali.
" Kalau untuk yang satu ini aku tidak akan bosan apa lagi, jika melihat wajah cantik istriku udah membuatku turn on." Ucap Ricky sambil memompa miliknya.
" Tok tok tok." terdengar pintu kamar mandi di ketuk dari luar.
" Sayang ada yang mengetuk pintu." Ucap Mutia disela-sela kegiatan mereka, Ricky masih asik dengan permainannya.
" Biarin aja ntar juga berhenti sendiri." Ucap Ricky cuek.
" Tok tok tok." Pintu diketuk lebih keras dan sedikit gedoran disertai teriakkan.
" Aduk siapa sih yang ada di dalam kamar mandi lama banget udah keluar lagi." Teriak orang yang mengedor kamar mandi dengan tangan satu memegang miliknya sedangkan tangan yang satunya lagi dia gunakan untuk mengedor pintu sedangkan sepasang suami istri yang sedang melakukan kegiatannya terhenti dan panik.
__ADS_1
Ah sial kenapa Rey pakai bangun segala." Umpat Ricky yang kegiatannya terganggu dan langsung melepas miliknya dari milik Mutia segera memakai pakaiannya kembali dan membantu Mutia memakaikan pakaiannya menghapus keringat sisa kegiatan mereka yang kepalanya tanggung.
" Cklek." Ricky membuka pintu kamar mandi Rey yang melihat pintu sudah terbuka langsung nyelonong masuk tanpa melihat orang yang ada di dalam sana, selesei membuang air dia menatap kedua orang tuanya yang sudah berada di atas tempat tidur.