
" Ketika Mutia sudah menelvon Sifa dia langsung mematikannya sebelum Sifa disebrang sana mengangkatnya.
" Lebih baik aku memberikannya kejutan kepada mereka." Gumam Mutia dalam hati, hal itu tidak luput dari perhatian Ricki yang mengangkat sebelah alisnya binggung.
💬 From RIcki for Sifa
Assalamu'alaikum Sifa bagaimana kabar kalian sekeluarga dan ketiga anak-anakku?? apa mereka menyusahkanmu?
💬 From Sifa for Ricki
Walaikumsalam tumben kamu wa aku Ki biasanya langsung telvon kalau mau tanyain kabarnya anak-anak? alhamdulillah kami sekeluarga baik-baik saja dan anak-anak kalian baik-baik juga, apa lagi Rey dan Roy mereka berdua senang banget dapat banyak teman ya cuma satu anakmu Ray saja yang tidak mau berteman malah dia menyendiri. Oya bagaimana kondisi Mutia apakah sudah ada perkembangan? ini sudah 2 bulan kasihan anak-anaknanyain mami dan papinya terus.
💬 From RIcki for Sifa
Kamu doain aja semoga mutianya cepat sembuh dan bisa kembali berkumpul kembali.
💬 From Sifa for Ricki
Amin udah dulu ya Ki ini Roy nangis assalamu'alaikum.
💬 From RIcki for Sifa
Iya maaf ya ngerepotin kamu kalau boleh minta foto mereka saat lagi bermain walaikumsalam.
" Loh sayang kok hpku kamu taruh dibawah bantalmu?." Tanya Ricki heran kok hpnya malah ti taruh dibawah bantal bukannya diberikan kepadanya lagi
" Kenapa kamu gak iklas pinjamin aku hp untuk sementara waktu?." Tanya Mutia dengan mata yang sudah menatap tajam membuat Ricki menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan mengelengkan kepalanya sebagai jawabandan kembali duduk di sofa.
__ADS_1
" Aduh salah lagi ah lebih baik aku diam dari pada membuatnya tambah kesel, perempuan memang selalu benar." Gumam Ricki dalam hati memperhatikan interaksi dari Mutia dan putrinya Rey.
30 menit kemudian
" Sayang aku dah bosan di rumah sakit, aku mau pulang. Kasihan anak-anak kalau ditinggal lama-lama terlebih sebentar lagi Roy akan merayakan ulang tahunnya yang pertama, aku ingin merayakan ulang tahun Roy bersama dengan putri kecil kita Rea." Ucap Mutia
" Iya kamu benar sayang makanya kamu harus cepat sembuh biar kita bisa merayakan ulang tahun Roy yang pertama bersama-sama." Ucap Ricki menyahuti.
" Au sudah sembuh kok jadi kita bisa balik ke Jakarta besok." Ucap Mutia bersemangat yang membuat menggelengkan kepalanya.
" Gak kamu masih harus tetap dirawat kondisimu belum pulih betul, apa lagi kamu baru sadar dari koma." Ucap Ricki menolak, dia tidak habis fikir dengan istrinya baru sadar dari koma langsung meminta keluar dari rumah sakit.
" Gak pokoknya aku mau keluar dari rumah sakit kalau kamu bilang masih butuh perawatan kamu saja yang dirawat biar aku dan Rea yang akan ke Jakarta." Ucap Mutia yang mulai kesel kembali.
" Huff... baiklah, tapi kalau dokter melarang kamu jangan membantahnya." Ucap Ricki setelah mengusab wajahnya kasar serta membuang nafasnya kasar pasrah.
" Ngapain lagi kamu tanyain perempuan gila itu? dia sudah membuatmu celaka dengan anak-anak kita biarkan saja dia membusuk didalam penjara." Ucap Ricki dingin.
" Aku kan hanya nanya gak usah marah seperti itu lama-lama aku bisa darah tinggi kalau seperti ini terus." Ucap Mutia ketus sedangkan Ricki tidak menyahutinya.
" Kamu tenang saja sayang aku tidak akan pernah membiarkan orang-orang yang aku sayangi dan cintai terluka walau hanya sedikit saja terlebih perempuan gila itu telah membuat banyak kesalahan." Gumam Ricki dalam hati dengan senyum seringai diwajahnya yang tidak dilihat oleh Mutia.
Keesokan harinya
Dengan berbagai bujuk rayuan serta rengekan yang Mutia berikan akhirnya membuat Ricki luluh huga dan dokter mengizinkan Mutia pulang dengan menandatangani surat pernyataan bahwa pihak rumah sakit tidak akan bertanggung jawab, jika terjadi sesuatu dengan Mutia nantinya.
" Akhirnya keluar juga sekarang kita tes rapid." Ucap Mutia tersenym bahagia dengan memutar-mutar badannya saat sudah keluar dari gerbang rumah sakit sambil menunggu mobil pesanan mereka sampai karena mobil yang disewa Ricki sebelumnya sudah dikembalikan.
__ADS_1
" Buat apa?." Tanya Ricki heran menatap istrinya dan dia mulai menaruh curiga dengan tangann sebelahya mengendong Rea sedangkan tangan yang satunya dia gunakan untuk membawa tas pakaian Rea, Mutia dan dirinya dipunggungnya telapak tangannya dia pakai untuk menghalau silau yang.akan menganggu tidur nyenyak putri kecinya itu suami idaman banget kan dimana istrinya tidak dia perbolehkan membawa apapun kalau bisa dia akan mengendongnya juga.
" Ya biar kita bisa ke Jakarta sekarang juga, aku sudah kangen banget sama anak-anak." Jawab Mutia santai, tuh kan apa yang menjadi filingnya benar.
" Gak boleh, kamu baru keluar dari rumah sakit masa harus langsung perjalanan jauh harusnya istirahat dulu baru beberapa hari kita ke Jakartanya itu pun kalau kondisimu sudah baikan." Ucap Ricki menolak dengan wajah galaknya.
" Jangan lebay deh sayang aku tu sudah baik-baik saja, lagian aku sudah pesan tikat dan sudah bayar sayang kan kalau tidak jadi." Ucap Mutia dengan memasang wajah cemberutnya dan menatap Ricki kesel.
" Kamu itu kalau dikasih tau keras kepala banget kalau nanti terjadi sesuatu aku juga kan yang repot." Ucap Ricki dingin menatap tajam Mutia.
" Ya sudah biarkan aku pergi sendiri kalau kamu merasa aku selalu merepotkanmu." Ucap Mutia kesel dan mengalihkan tatapannya saat ada sebuah mobil berhenti dihadapan mereka.
" Maaf ini dengan bu Mutiara." Tanya seseorang yang berada di dalam mobil yang di yakini itu adalah mobil yang Mutia pesanan.
" Ya." Jawab Mutia singkat, dia segera mengambil Rea serta tas yang ada dipunggung Ricki dan langsung masuk ke dalam mobil menutupnya sebelum Ricki masuk.
" Sayang sayang buka pintunya bukan begitu maksudku." Ucap Ricki yang masih berusaha membuka pintu mobil yang di dalamnya sudah dikunci oleh Mutia.
" Pak jalan." Perintah Mutia cepat yang langsung dijalankan oleh supir.
" Aaaakh.... salah lagi kenapa setelah ke Indonesia moodnya jadi berubah-rubah begini sih seperti pada saat dia hamil saja." Gerutu Ricki frustasi dia langsung menyetopkan ojek yang sedang melintah didepannya.
" Pak cepat kejar mobil itu." Perintah Ricki sambil menunjuk mobil yang di dalamnya terdapat istri dan anaknya.
" Tidak bisa begitu pak kalau bapak pengen naik ojek pesan dulu." Ucap pak ojol tidak terima Ricki tanpa fikir panjang langsung mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu karena baginya yang terpenting sekarang dia bisa mengejar istrinya.
" Kalau begini baru saya jalan." Ucap pak ojol setelah Ricki memberikannya uang.
__ADS_1
" Iya cepat pak keburu hilang tu mobilnya." Ucap Ricki kesel pak ojol menyerahkan helm kepada Ricki setelah itu dia langsung tancap gas mengejar mobil yang ditunjuk oleh Ricki sedangkan Ricki yang dibelakang hampir saja terjungkang kebelakang akibat terkejut saat dia akan memakai helm pak ojol langsung menancap gasnya tanpa memberikannya aba-aba terlebih dahulu.