PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 56


__ADS_3

" Bu Zainal pegangan ya saya akan membawa ibu dengan cepat." Ucap bu Akbar tanpa menunggu jawaban bunda Fatma langsung memaang gigi dan menarik gas dengan cepat sedangkan bunda Fatma yang sedang menahan sakitnya terkejut dan hampir dirinya terjungkan kebelakang untung dia dengan cepat memeluk perut bu Akbar, rasa sakit yang dia rasakan tadi tidak dia rasakan lagi bergnti dengan rasa takut dan malu karena bu Akbar mengendarai motornya dengan ugal-ugalan dan tidak segan-segan meneriaki orang yang menghalangi jalannya sehingga mereka menjadi pusat perhatian orang di jalan.


" Woy minggir gak tau apa orang lagi terburu ke rumah sakit tit tit tit tit." Teriak bu Akbar kepada orang yang menghalanginya disertai dengan klakson yang tiada henti dan 1 kali dia menerobos lampu merah membuatnya dikejar oleh polisi karena saking paniknya saat mendengar suara ringkisan bunda Fatma membuatnya tidak memperdulikan orang sekitar termaksud nyawa keduanya.


Setelah beberapa menit dia sampai di rumah sakit dan langsung meneriaki suster yang sedang berjalan membawa beberapa berkas yang ada di tangannya langsung menghampiri bu Akbar yang memanggilnya dan ketika tau ada perempuan hamil yang memerlukan bantuan mereka ia memanggil temannya untuk membantunya mengambilkan kursi roda sedangkan dirinya membantu menurunkan bunda Fatma dari atas motor yang sudah terasa kaku karena saking takutnya membuat seluruh tubuhnya susah untuk digerakkan dan hanya bisa meringkis.


Setelah bunda Fatma ke dalam ruangan UGD tidak berapa lama bunda Fatma melahirkan, tetapi bayi laki-laki yang dilahirkan dalam keadaan lemah sehingga memerlukan perawatan khusus dimana perawatan pada tahun itu masih belum lengkap selain itu memerlukan biaya yang tiak sedikit untuk perawatannya. Setelah beberapa hari bayi itu dinyatakan meninggal dunia karena paru-parunya yang masih muda dan hal itu membuat papah Zainal panik dan khawatir dengan kondisi kejiwaan istrinya yang dimana mereka sudah lama menginginkan anak, tapi tuhan berkehendak lain sehingga memaksanya menukarnya dengan anaknya bersama dengan Sarah yang baru 2 hari dilahirkan agar tidak menimbulkan kecurigaan keluarganya dan keluarga bunda Fatma dia menyuruh orang lain untuk mengurus penguburan untuk anaknya sedangkan papah Zainal dengan cepat membawa pulang bunda Fatma dan bayinya.


Pada saat bayi laki-laki itu dimandikan bayi itu menanggis membuat perawat yang sedang memandikan bayi tersebut terkejut karena ini adalah pengalaman pertamanya menangani bayi yang sudah dinyatakan meninggal ternyata pada saat di mandikan bayi itu malah menanggis sehingga tangannya menjai gemetaran an mencoba mencubit pipinya dengan tangan yang satunya lagi.


" Bayi ini masih hidup aku harus melaporkannya kepaa okter an pasti keua orang tuanya senang menengar kabar ini." Ucap perawat itu dengan segera mengeringkan dan membungkus tubuh bayi laki-laki itu.


Pada saat perawat itu akan melaporkan kepada dokter ada sepasang suami istri yang sedang melintas dan menghampirinya karena sikap hebohnya membuat sepasang suami istri menjadi penasaran menanyakan apa yang terjadi.


" Ada apa mas kenapa heboh banget?." Tanya seorang perempuan yang bernama Natalin Ricard penasaran.

__ADS_1


" Ini loh bu pak bayi laki-laki ini tadinya sudah dinyatakan meninggal, tapi pas saya mandikan dia menanggis." Jelas sang perawat sambil menunjukkan bayi yang ada di dalam gendongannya, Natalin yang melihat bayi itu langsung jatuh cinta dan menatap suaminya yang bernama Albert Ricard engan wajah bahagia.


" Wah itu mujizat tuhan yang memberkati anak ini untuk tetap hidup dan pasti anak ini akan menjadi anak yang kuat dan membanggakan kedua orang tuanya." Ucap Natalin engan semangat dan terlintas di dalam fikirannya untuk bisa memiliki anak itu.


" Iya bu pak saya permisi dulu." Ucap perawat ingin berpamitan.


" Tunggu." Ucap Natalin menghentikan langkah kaki perawat.


" Ada apa bu?." Tanya perawat itu mulai waspada melihhat Natalin yang seakan ingin memiliki bayi yang ada di dalam gendongannya itu dan Albert yang mengerti akan sifat istrinya kalau sudah menyukai suatu barang atau orang dia akan selalu mendapatkannya sehingga membuat orang selalu waspada..


" Istri saya mengiap kanker rahim sehingga membuatnya harus mengangkat rahimnya an mas pasti tau kalau rahim suah iangkat tiakaa kemungkinan lagi akan memiliki anak." Jelas Albert menatap istrinya yang sedih.


" Iya saya mengerti, tapi maaf pak saya gak bisa kasih anak ini kasihan kedua orang tuanya." Ucap perawat.


" Mereka masih bisa memiliki anak lagi sedangkan saya tidak bisa tolonglah mas." Ucap Natalin an tidak lama kemuian telvon perawat itu bunyi dan setelah menutup telvon dia menatap sepasang suami istri yang ada di hadapannya.

__ADS_1


" Baiklah, tapi tolong rawat dengan baik-baik anak ini dan saya akan kasih berkas mengenai kedua orang tuanya biar bagaimanapun ia berhak tau siapa orang tua aslinya." Ucap perawat itu setuju memberikan bayi yang ada di dalamĀ  gendonganya karena teman sesama perawatnya memberitahunya kalau kedua orang tua bayi laki-laki yang adad di dalam gendongannya itu telah mendapatkan bayi lainnya untuk mengantikan bayi itu, selain itu juga ada sepasang suami istri yang mengharapkan anak dan dia berdoa semoga pilihannya dengan memberikan bayi ini kepada sepasang suami istri ini adalahpilihan yang tepat.


" Itu tidak akan terjadi sampai matipun anak ini hanya akan tau kalau kedua orang tuanya aalah kami." Gumam Natalin Ricard.


" Tunggu sebentar saya uangnya lagi diambil engan anak buah saya." Ucap Albert.


" Tidak perlu pak kalian cukup merawatnya dengan baik itu sudah cukup yaudah saya permisi dulu untuk mengambilkan berkas kedua orang tuanya." Ucap sang perawat dan 15 menit kemudian ia memberikan bayi laki-laki itu serta berkas kedua orang tuanya.


Flasback off


Dengan wajah kecewanya Wiliam bangkit dari duduknya setelah dia menceritakan yang diceritakan oleh anak buahnya dimana selama ini kedua orang tua angkatnya menyembunyikan fakta yang sebenarnya dengan menyambungkan dengan tes DNA yang dia lakukan engan hasil positif bahwa dia dan Mutia adalah kakkak adik kandung sedangkan Mutia masih terdiam karena dia masih antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya sementara Ray yang juga ada mengerti dengan situasi memilih untuk diam, tapi tidak dengan otaknya terus berputar seperti menyusun rubik yang diacak-acak.


" Kayaknya dia memang kakaknya mami." Gumam Ray dalam hati.


" Apa benar om tadi kakaknya mami? tapi kalau ilihat wajahnya dengan mami agak mirip." Ucap Rey yang dari tadi mengamati wajah Wiliam dan Mutia bergantian untuk menemukan kemiripan diantara keduanya dengan bibir yang mengerut.

__ADS_1


__ADS_2