
" Yaudah sekarang kita balik ke hotel nungguin papi." Ucap Mutia.
" Iya mi." Ucap Ray dan Rey.
" Setidaknya menunggu dihotel akan lebih aman dari pada diluar." Gumam Mutia dalam hati membawa anak-anaknya kembali ke hotel sambil menunggu kedatangan suaminya.
Teng tong
" Sayang mungkin itu papi kamu bisa buka kan pintunya." Teriak Mutia dari dalam kamar mandi.
" Iya mi." Ucap Ray, lalu berjalan membuka pintu setelah pintu dibuka dia terkejut.
" Anda mencari siapa?." Tanya Ray memasang wajah datar.
" Dimana istriku?." Ucap Nando tanpa menjawab pertanyaan Ray bahkan Nando langsung menyelonong masuk.
" Anda tidak sopan sekali masuk tanpa permisi dan langsung tanyain Istrinya dimana ya mana kami tau." Ucap Ray dingin.
" Iya om ini siapa sih kok cari istrinya disini? kalau mau cari istri diluar bukan dikamar orang lain." Ucap Rey yang asik menoel-noel pipi Rey yang sedang tertidur.
Oek... oek...
Tangis Roy karena tidurnya terusik oleh Rey membuat Ray berdecak kesel kepada adiknya.
" Cih Rey adik Roy nangis kan sekarang, tadikan kakak sudah bilang jangan diganggu." Ucap Ray kesel Nando yang mendengar bayi menghampiri Roy dan tanpa permisi mengendongnya Ray yang melihatnya tidak suka.
" Berani sekali anda mengendong adikku serahkan keoadaku sekarang." Ucap Ray mengambil paksa Roy dari gendongan Nando.
" Ray." Panggil seseorang dari luar kamar.
" Papi usir laki-laki ini dia tidak sopan banget main langsung masuk ke kamar orang lain dan dia juga berani banget mengendong Roy tanpa izin." Ucap Ray sinis mengadu pada Ricky sedangkan Ricky memperhatikan wajah Nando.
" Ray." Ucap Ricky menatap tajam anak pertamanya.
__ADS_1
" Kayaknya aku pernah melihat wajah itu, tapi dimana." Gumam Ricky dalam hati sambil mengingat-ngingat.
" Shitt... ternyata dia mantan suaminya Mutia ini tidak bisa dibiarin, aku tidak mau kehilangan orang yang sangat aku cintai." Gumam Ricky mengumpat saat menyadari laki-laki yang ada di hadapannya ini adalah mantan suami istrinya yang kemarin baru mendapatkan informasi siapa orang yang mengikuti istri dan anak-anaknya yang ternyata adalah mantan suami istrinya karena sebelumnya dia tidak mau mencari tau siapa mantan suami istrinya yang dia anggap itu adalah masa lalu yang tidak perlu diungkit, toh Mutia juga tidak mengingatnya sama sekali atau lebih tepatnya Mutia amnesia.
" Kamu ngapain ada di sini?." Tanya Ricky menahan emosi di dalam dadanya.
" Aku ingin membawa istriku." Jawab Nando santai membuat Ricky mengepalkan kedua tangannya, tetapi tetap bersikap santai.
" Oh iya kamu kan." Ucap Nando terpotong.
" Ingat dia bukan lagi istrimu, kalian sudah bercerai.' Ucap Ricky berusaha tetap santai dan tidak ingin terpancing emosinya.
Prok prok prok
Nando bertepuk tangan dan tersenyum sinis menatap Ricky.
" Oh ternyata kamu sudah tau siapa aku, jadi aku gak perlu menjelaskan lagi."
Cklek
" Kamu." Ucap Mutia terkejut mendapati Nando ada di dalam kamar hotel dan yang membuatnya membelalakan matanya Roy ada di dalan gendongan Nando.
" Ngapain kamu ada di sini? terus kenapa anakku ada dalam gendonganmu?." Tanya Mutia melihat satu persatu orang yang ada di sana.
" Aku datang ke sini mencarimu." Jawab Nando santai Ricky mengepalkan kedua tangannya menahan cemburu dan emosi yang ada di dalam dadanyam
" Mencariku? memang ada urusan apa mencariku? ." Tanya Mutia, Ricky menghampirinya dan langsung memeluk pingang Mutia posesif.
" Papahmu sakit setelah acara kemarin dia terus memanggil namamu jadi aku mencarimu dan kebetulan aku ada urusan di Samarinda tidak sengaja melihatmu." Jawab Nando menjelaskan, tapi Mutia menangkap maksud lain dari kedatangannya ke sini.
" Cih, alasan. Tapi kalau dilihat dia kayaknya menyukai mami, ada hubungan apa mami dengan dia sampai membawa orang ini ke sini? bukannya dari kemarin dia hanya mengikuti kita atau jangan-jangan dia menyukai mami dan ingin mami dari kita?." Gumam Ray dalam hati bertanya-tanya matanya menatap tajam Nando dan memperhatikan gerak-geriknya.
" Terima kasih atas informasinya, kami nanti akan mengunjungi papah mertua bukan begitu sayang." Ucap Ricki dengan memaksakan senyum mengambil Roy di dalam gendongan Nando, lalu menghampiri Mutia.
__ADS_1
" Iya sayang." Jawab Mutia juga membalas senyum Ricky.
" Uh badanku sakit-sakit semua." Keluh Ricky dengan manja dan Mutia yang tau kalau suaminya itu sedang cemburu mengikuti apa yang sedang suaminya mainkan dengan memasang wajah khawatir.
" Yaudah mandi dulu nanti aku pijitin." Ucap Mutia dengan mengelus dada Ricky dan dari situ terlihat wajah Nando yang berubah menjadi merah diikuti rahang yang memgetas dan kedua tangannya mengepal.
" Maunya dipijit plus-plus disini juga butuh." Ucap Ricky dan melirik ke arah celananya Mutia memeluknya dengan senyum dibibirnya, lalu membisikan.
" Sayang jangan bicara sembarangan aku malu dan anak-anak yang mendengar." Ucap Mutia berbisik.
" Biarin lagian ngapain mantan suamimu ke sini bikin naik tensi aja." Ucap Ricky berbisik Mutia sebenarnya ingin tertawa, apa lagi kalau dia melihat wajah suaminya yang sedang cemburu pasti sangat mengemaskan dan akhirnya dia mencubit.
" Aww sakit sayang kenapa dicubit harusnya dielus-elus." Ucap Ricky.
" Ehem." Dehem Ray membuat ketiga orang dewasa itu menatapnya.
" Apa tidak ada lagi yang ingin anda sampaikan karena kami ingin beristirahat." Ucap Ray dingin dengan melirik Rey yang sudah tertidur di tempat tidur dengan posisi tengkurap.
" Saya permisi dulu assalamu'alaikum." Ucap Nando yang tau kalau dirinya diusir.
" Walaikumsalam." Ucap ketiganya.
" Bruk." Ray mengantar Nando sampai keluar, lalu membanting pintu dengan keras membuat kedua orang tuanya dan kedua adiknya yang sedang tidur terkejut terutama Roy yang kembali menangis.
Oek.. oek...
" Astagfirullah Ray kalau tutup pintu itu pelan-pelan nanti pintunya rusak, adikmu jadi nangis kan." Omel Mutia sambil mengambil Roy yang menengis, lalu menyusuinya sedangkan Ray dia hanya memutar bola matanya malas.
Malam hari
Ketiga anaknya dan suaminya sudah tidur, tetapi Mutia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke balkon. Berdiri menatap gelapnya malam bertabur bintang sampai sebuah selimut dan tangan memeluknya dari belakang sedikit mengejtkannya, tetapi dia tidak berbalik karena tau siapa yang sedang memeluknya hanya dengan mencium aroma tubuhnya.
" Sayang kenapa belum tidur hem?." Tanya Ricky karena dia tadi meraba-raba tempat tidurnya dan tidak mendapati Mutia disana akhirnya dia mengedarkan pandangannya mengenyit kening sebentar karena melihat pintu balkon terbuka sedikit, lalu berjalan ke arahnya dan melihat Mutia yang sedang menatap gelapnya langit malam.
__ADS_1
" Entahlah." Ucap Mutia, lalu menghela nafasnya panjang Ricky tau kalau Mutia menghela nafasnya panjang pasti perempuan itu sedang memikirkan sesuatu.
" Apa kamu masih mengingat kejadian tadi? atau kamu sudah mengjngat siapa laki-laki yang datang tadi?." Tanya Ricky menebak dan dari nada bicaranya laki-laki itu sedang cemburu, bagaimana tidak mantan suami istrinya menghampiri istrinya disaat dia tidak ada di sana.