PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 24


__ADS_3

" Ga gimana kamu sudah tau dimana adikmu berada?." Tanya Sarah pada Rangga.


" Dia di Samarinda." Jawab Rangga.


" Terus bagaimana dengan Nando?." Tanya Sarah membuat Rangga menjadi gelisah pasalnya Nando sampai sekarang tidak pernah melupakan Mutia bahkan dia terus mencarinya, apa lagi sekarang Mutia muncul dia pasti akan mendekatinya.


" Kita harus terus mengingatinya mah kalau Mutia itu bukan lagi istrinya, tapi sudah menjadi istri orang." Ucap Rangga yang pusing dengan keadaan yang mereka hadapi sekarang belum selesai masalah kedua orang tuanya dan Mutia sekarang muncul masalah baru yaitu masalah Nando dan Mutia.


" Semoga saja dia mengiklaskannya." Ucap Sarah memejamkan matanya sejenak.


" Gimana reaksi papah kalau tau kita pernah bertemu dengan putri kesayangannya 10 tahun yang lalu dan kita memperlakukannya dengan buruk." Ucap Rangga yang juga menyesali perbuatannya karena dia hanya melihat Mutia diperlakukan buruk oleh keluarganya, dia sama seperti Nicko yang menginginkan adik perempuan. Tetapi tanpa dia sadari dia sudah membuat adiknya menderita kalau saja dia tau Mutia adalah adiknya dia akan membelanya mati-matian, tapi itu sudah terjadi dan waktu tidak bisa diulang kembali hanya penyesalan karena terlalu cuek dengan situasi yang ada di dekatnya.


" Mamah gak tau, mamah pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya jika papahmu tau. Maafin karena telah melibatkan kalian dan membuat kalian menderita selama ini." Ucap Sarah sangat meyesal memang dia sudah mendapatkan orang yang dia cintai, tapi dia banyak dibayang-bayangi bagaimana dia mendapatkan laki-laki itu tanpa memikirkan istri dan anak dari laki-laki yang dia cintai. Menyakiti 2 perempuan sekaligus dan keempat anaknya demi kebahagiannya dan kedua anaknya dengan mengorbankan 1 orang anaknya.


" Sudahlah mah, semuanya sudah terjadi yang terpenting sekarang mamah sudah menyadarinya. Sayangi dia, dia adalah orang yang paling tersakiti disini terlebih dia menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi. Ceritakan semuanya, jangan ada yang mamah tutupi lagi kalau mamah memang pengen berubah lebih baik lagi, mau dia marah atau pun membenci mamah itu adalah resiko karena telah masuk ke dalam rumah tangga orang lain dan aku tau gimana rasanya." Ucap Rangga dan diakhir katanya raut wajahnya menjadi sedih.


" Maksud kamu apa Ga?." Tanya Sarah tidak mengerti.

__ADS_1


" Laura meminta cerai dariku dan lebih memilih mantan kekasihnya." Jawab Rangga, lalu membuang nafasnya kasar dan Sarah langsung memeluknya.


" Ya Allah kenapa kamu yang mendapatkan karma atas perbuatan mamah, maafin mamah Ga mamah menyesal." Ucap Sarah menangis Rangga mengelus punggung mamahnya.


" Sudah mah mungkin jodoh kami hanya sampai disini benar kata orang ada pertemuan pasti ada perpisahan, sekarang aku mengerti apa yang di maksud semua itu. aku juga belajar dari pengalanan, apa juga yang kita tuai itu yang akan kita dapatkan, mungkin ini adalah peringatan yang di berikan Allah kepadaku agar mendekatkan diri kepalanya karena selama ini kita telah melupakannya. Aku juga akan belajar bersabar, iklas dan mulai mendekatkan diri kepada Allah dari pada memikirkan duniawi yang tidak ada habisnya,jadi aku datang ke sini ingin berpamitan dengan mamah dan papah." Ucap Rangga berusaha tegar dan melonggarkan pelukannya Sarah menitihkan air matanya.


" Apa kamu juga akan meninggalkan mamah dan papah Ga?." Tanya Sarah sedih karena dulu anaknya Nicko meninggalkannya setelah dia menikah dengan Zainal, mereka tidak putus hubungan Nicko tetap menghubungi dan mengunjungi mereka sekali-kali.


" Aku tidak meninggalkan kalian, tapi aku mau belajar untuk memperbaiki diriku agar lebih baik lagi aku mohon mamah merestui keputusanku." Jawab Rangga serius menatap mata Sarah sendu walau kecewa dan marah dia tidak bisa berbuat apa-apa itu adalah keputusan yang telah mereka buat, jadi apapun akibat itu semua mereka harus menerimanya. Sebenarnya sudah lama dia juga ingin menjauh seperti kakaknya Nicko yang memilih tinggal diluar kota, tapi rasa sayangnya membuatnya tidak tega terlebih tinggal dirinya anak yang masih tinggal di kota yang sama karena dia takut kedua orang tuanya kenapa-napa diusianya yang tidak muda lagi.


" Terus kalau kamu pergi gimana dengan Hans?." Tanya Sarah dengan air mata yang membasahi pipinya.


" Baiklah mamah merestuimu, maafkan semua kesalahan mamah yang tidak pernah mengjarkan kalian ilmu agama dan mamah malah memilih mengejar obsesi dan cinta yang membuat banyak orang tersakiti." Ucap Sarah menyesal Rangga menghapus air mata Sarah dengan kedua ibu jarinya.


" Semua sudah takdirnya yang terpenting mamah sekarang harus membantu papah memperbaiki hubungannya dengan Mutia, apapun keputusan Mutia nantinya mamah harus menerimanya jangan memaksa." Ucap Rangga menasehati Sarah karena dia tau bagaimana sifat Sarah yang selalu memaksa kehendaknya, Sarah hanya mengangguk sebenarnya dia malu kepada anaknya yang sudah memiliki pemikiran dewasa dari padanya sedangkan orang yang ada di dalam kamar mendengarkan semua pembicaraan mereka semua yang tidak lain adalah papah Zainal.


" Ya Allah apakah ini karma karena dulu aku telah menyia-yiakan kedua istriku yang begitu baik, sabar dan pengertian bahkan aku juga mengabaikan tangisan serta permintaan anak-anakku. Sehingga anak-anakku perlahan meninggalkanku dan menyisahkan penyesalan diantara kita berdua yang mengatakan ingin menyatu demi cinta, tapi membuang banyak cinta yang tulus." Gumam papah Zainal dibalik pintu menyesal tubuhnya bergetar menangisi kebodohan yang telah dia lakukan dan tak berapa lama papah Zainal pingsan.

__ADS_1


" Bruk." Bunyi suara terjatuh mengagetkan kedua orang yang ada di depan pintu mereka berdua dengan cepat membuka pintu kamar dan melihat papah Zainal pingsan.


" Papah mas." Panggil Rangga dan Sarah berbarengan.


" Mah telvon dokter." Ucap Rangga, lalu membopong tubuh papah Zainal ke atas tempat tidur.


1 jam kemudian dokter baru datang dan langsung memeriksa keadaan papah Zainal.


" Om Zainal harus dirawat di rumah sakit kondisinya sekarang tambah melemah." Jelas dokter memberitahu.


" Iya Dik kami akan segera membawa ke rumah sakit sebelumnya terima kasih Dik sudah repot-repot datang ke sini." Ucap Rangga sedangkan Sarah menanggis, Rangga membawa dokter yang bernama Diki keluar dari kamar.


" Kamu itu apa-apaan sih bro kayak sama siapa saja santai aja kali." Ucap Diki menepuk pundak Rangga dengan tersenyum.


" Kalau bisa jangan membuat om Zainal banyak fikiran itu bisa menambah memperburuk keadaannya." Jelas Diki membuat Rangga membuang nafasnya berat dan memijt pangkal hidungnya, Diki yang melihatnya mengerti mungkin sedang ada masalah yang berat keluarga ini rasakan.


" Ada apa sebenarnya? kenapa om Zainal bisa jadi seperti ini?." Tanya Diki penasaran.

__ADS_1


" Kamu tau kan Dik mantan istri Nando yang pernah dicerotakan oleh Nando?." Tanya Rangga.


" Iya, perempuan yang sudah membuat Nando yang alim menjadi seorang cassanova karena perceraian dan kepergiannya. Aku tidak menyalahkannya, tapi disini Nando sendiri yang mengambil keputusan sepihak dan bukannya belajar dari kesalahan masa lalu untuk lebih baik lagi ini malah kelakuannya semakin menjadi. Iya sih niatnya baik ingin melindungi, tapi tidak juga meninggalkan istrinya dalam keadaan mengandung anaknya dengan perceraian tanpa adanya komunikasi sama sekali. Terlebih ada pemberitaan pernikahannya di tv, istri mana yang mau melihat suaminya menikah lagi dengan perempuan lain dimana kondiainya dia sedang mengandung pasti sangat sakit sekali terlebih tidak ada yang tau kalau dia adalah istrinya kalau aku jadi dia juga akan melakukan hal yang sama." Jelas Diki mengutarakan isi hatinya yang tidak habis fikir dengan keputusan sepihak sahabatnya itu, Rangga hanya dia juga merasa bersalah tidak bisa menjaga dan melindungi adiknya.


__ADS_2