PERNIKAHAN MENDADAK

PERNIKAHAN MENDADAK
Episode 52


__ADS_3

1 Minggu kemudian


 


Masalah yang selama ini berlarut-larut sudah selesai membuat Mutia sedikit lega tinggal dia terus meykinkan saudara-saudaranya agar mau mengiklaskan apa yang telah terjadi dan menjadikannya sebagai pelajaran yang sangat berharga sehingga mereka tidak mengulangi hal yang sama nantinya, tapi perjuangan Mutia tidak mudah dimana saudara-saudanya masih keras kepala dengan egonya masing-masing.


Nando sudah sampai dibandara bersama dengan Indah yang mengekor dibelakangnya.


" Aku harus cepat-cepat menemuinya gak akan aku biarkan laki-laki itu bersama denganmu terus sayang tunggu aku sayang." Gumam Nando dalam hati berjalan dengan cepat.


" Om jalannya jangan cepat-cepat Indah banyak membaawa barang ini berat banget bantuin dong om." Keluh Indah pasalnya dia harus membawa 2 koper ditambah dengan tas ransenya sedangkan Nando hanya membawa 1 ranse yang ada dipunggungnya tanpa membantu sama sekali Indah.


" Itu barangmu dan saya sudah bilang jangan membawa barang banyak-banyak karena kamu sendiri yang akan membawanya, jadi jangan mengeluh." Jawab Nando dingin dengan wajah datarnya.


" Jahat banget sih om untung ganteng." Ucap Indah dengan wajah cemberutnya.


" Jangan banyak mengerutu kalau kamu gak mau saya meninggalkanmu disini." Ucap Nando dingin terus berjalan tanpa memperdulikan sama sekali Indah karena tujuannya membawa Indah ke Jakarta hanya untuk dia jadikan pemuas nafsunya saja tidak lebih lagian disini mereka sama-sama menapatkan keuntungan dimana Indah memuaskannya di ranjang dan dia membiayai sekolah serta kebutuhan Indah selama dia lulus sekolah.


" Iya ahk..." Ucap Indah terpotong saat tubuhnya merasakan menabrak sesuatu.


" Bruk." Indah jatuh dilantai dengan kedua koper yang didorongnya serta ransenya.


" Aww." Ringkis Indah.


" Jalan itu pakai mata kamu hampir saja merusah jas saya yang mahal ini bahkan dengan tubuhmu saja kamu tidak akan bisa membayarnya." Maki seorang laki-laki yang mengeluarkan amarahnya serta tatapan meremehkan menatap Indah.


" Bukannya om ya yang menabrakku kenapa om yang marah harusnya aku yang meminta ganti rugi." Elak Indah tidak mau disalahkan walau sebenarnya dialah yang bersalah.


" Ck j****g kecil berani sekali kamu menuduhku." Ucap seorang laki-laki menatap sinis Indah dan tangannya mencengkram dagu Indah dengan kuat hingga membuat Indah meringkis kesakitan.

__ADS_1


" Akhh sakit lepasin ba*ingan." Ucap Indah mengumpat dan dia berusaha melepastan tangan laki-laki itu dari dagunya sedangkan orang-orang yang ada di sana hanya melihat tanpa membantu karena menurut mereka itu bukan urusan mereka.


" Ada apa lagi ini?." Tanya Nando kepada Indah tanpa menolongnya yang ada dia menatap Indah tajam.


" I ni om orang ini menuduhku menabraknya kan dia yang sebenarnya menabrakku." Jawab Indah mencoba meyakinkan Nando, tapi orang yang dia yakinkan acuh tak acuh kepadanya.


" Oh ternyata kau omnya aku minta ganti rugi." Ucap laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke arah Nando yang terlihat santai.


" Jangan sembarangan bicara dia itu hanyalah seorang J****g yang meminta belas kasihan denganku dan sekarang kamu meminta ganti rugi denganku minta saja dia mengantinya dengan tubuhnya hanya itu yang dia punya." Ucap Nando santai tanpa beban.


" Om kok om bicara seperti itu aku kan sudah memberikan apa yang om inginkan." Ucap Indah tidak terima.


" Memang saya harus bilang seperti apa memang kenyataannya seperti itu dan saya juga tidak memaksamu untuk ikut denganku membuang waktuku yang berhaga saja." Ucap Nando, lalu berjalan meninggalkan Indah dengan laki-laki itu karena yang ada difikirannya sekarang dia harus segera mendatangi Mutia.


Di siang har


Mutia dan Ricki masih tidur setelah mereka melakukan ritual suami istri sedangkan Roy dan Rea dititipkan oleh pengasuhnya yang baru diperkerjakan hp Ricki berdering beberapa kali, tapi dia tidak mengangkatnya.


" Ada apa?." Tanya Ricki.


" Tuan rumah utama dibom." Jawab seorang laki-laki memberitahu.


" Apa? bagaimana dengan kedua orang tuaku dan saudaraku?" Ucap Ricki terkejut dan dia menepalkan tangannya menahan emosinya hingga membuat wajahnya memerah.


" Mereka sekarang aman tuan saya hanya ingin memberitahu kalau tuan harus berhati-hati karena ada kemingkinan mereka akan mengincar tuan sekeluarga." Jawabnya agar tuannya sedikit tenang.


" Shit.... siapa yang berani melakukannya?." Tanya Ricki.


" Wiliam Ricard." Jawabnya dan Ricki langsung mematikan telvonnya.

__ADS_1


" Sayang." Panggil Mutia membuat Ricki terkejut dan dia langsung membalikkan badannya memberikan senyum manisnya.


Deg


" Ada apa dengannya? kenapa dia kelihatannya lagi menahan marah?." Gumam Mutia di dalam hati bertanya-tanya ketika melihat wajah Ricki memerah dan melihat tangannya mengengam erat hpnya membuat Mutia curiga.


" Sayang ikut aku." Ucap Mutia menarik tangan Ricki masuk ke dalam kamar.


" Kenapa sayang?." Tanya Ricki setelah sampai kamar.


" Jelaskan." Ucap Mutia tanpa menjawab pertanyaan Ricki.


" Jelaskan apa yang terjadi jangan ada yang ditutup-tutupi lagi." Ucap Mutia dinginmenatap Ricki tajam.


" Gak ada sayang." Elak Ricki.


" Jangan bohong aku melihatmu memberikan Ray pistol." Ucap Mutia.


Deg


Ricki membuang nafasnya kasar dan memejamkan matanya bingung harus menjelaskan dari mana karena tidak semudah itu menjelaskan kehidupan dirinya sekeluarga di masa lalu sampai sekarang.


" Kamu tau mafia?." Tanya Ricki.


" Ya." Jawab Mutia yang jantungnya mulai berdeguk dengan kencang ketika mendengar kata mafia.


" Keluargaku termaksud dalam mafia." Ucap Ricki berhenti sejenak melihat ekspresi wajah Mutia yang terkejut.


" Saling membunuh adalah hal yang biasa untuk mempertahan hidup serta wilayah kekuasaan kita,  mengajarkan anak-anak belajar beladiri, menembak, memanah dengan cara berburu dihutan untuk melatik mereka mandiri sejak dini jika nantinya orang tuanya sudah tidak bisa menjaganya lagi itu sama seperti film-film mafia yang sering kamu nonton itu hampir sama persis seperti itu." Jelas Ricki dan Mutia mencoba untuk memahami walau bagaimana pun dia adalah istrinya, dia juga tidak bisa menghindar susah senang harus mereka dia hadapi bersama.

__ADS_1


" Termaksud bermain perempuan." Ucap Mutia dan Ricki langsung memeluknya karena dia tau kalau Mutia sekarang itu sedang cemburu.


" Ya, tapi itu tidak termaksud aku bagaimana mau bermain perempuan kalau kerjanya di rumah terus yang ada ratuku saja ngapain cari yang lain. Karena sebejat-bejatnya aku, aku masih menghormati perempuan walau bagaimana pun aku sangat menyayangi ibu yang melahirkanku dan aku hanya ingin memiliki 1 perempuan yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Hal itu juga yang akan aku tanamkan pada anak-anakku agar tidak mempermainkan perempuan seperti kakek moyangnya terdahulu dan karena kamu sudah tau aku sebenarnya aku akan kasih tau kalau tadi anak buahku menelvon kalau rumah utama keluarga Wicaksono baru saja dibom kemungkinan bisa saja dia mengincar kita sekarang." Jelas Ricki dan dia tidak terima kalau dirinya ikut dituduh bermain perempuan dan dia lanjut menjelaskan hingga membuat Mutia ketakutan Ricki yang melihatnya mengeratkan pelukannya.


__ADS_2