
" Takut sih ada, tapi kita berserah aja kepada yang diatas. Apa lagi niat kita baik untuk membeli rumah ini agar teman-teman kita mendapatkan tempat tinggal tidak lagi menyewa kos dan kita juga memanfaatkan rumah ini untuk usaha penjualan buket buat wisuda, piagam serta kartu undangan dan aku tidak tau apakah usaha itu masih berlanjut atau sudah gulung tikar hahaha..... " Jelas Mutia yang diakhiri dengan tawanya saat melihat sudah banyak perubahan pada bangunan rumah tersebut.
" Ckleh." Pintu rumah terbuka sebelum Ricki mengeluarkan suaranya.
" Maaf mencari siapa mbak?." Ucap seorang perempuan paruh baya sekitar umur 50an.
" Perkenalkan nama saya Mutiara, apa benar rumah ini masih rumah kita?." Tanya Mutia setelah memperkenalkan dirinya dia heran melihat ada perempuan paruh baya.
" Kok ada yang aneh ya sama perempuan ini, tapi apa ya?." Tanya Mutia dalam hati memperhatikan perempuan paruh baya yang ada dihadapannya dan mengalihkan perhatiannya kepada Rea yang menanggis tiba-tiba.
" Oh ibu Mutiara maaf saya tidak mengenali ibu, iya benar bu ini masih rumah kita." Jawabnya dengan sedikit senym.
" Cup cup cup anak mami kenapa hm jangan nangis dong sayang disini ada mami." Ucap Mutia sambil menimanang Rea yang menanggis sambil melihat ke arah perempuan yang ada dihadapannya.
" Kalau boleh tau ibu ini siapa? dan kenapa bisa ada di rumah ini?." Tanya Mutia penasaran sedangkan Rea wajahnya sudah dibenamkan didada Mutia agar tidak melihat perempuan yang ada dihadapannya.
" Kenapa Rea melihat ke arah perempuan ini terus dan perasaanku kok mengatakan kalau yang ada di hadapanku ini..... " Gumam Mutia dalam hati langsung menghentikan ucapannya.
" Panggil saja saya mbok Ratih saya bekerja disini atas perintah pak Satrio untuk merawat rumah ini." Jelasnya dan melihat ke Rea.
" Iya mbok, mbok juga panggil saya Mutia atau Tiara saja gak usah pakai ibu kayak saya sudah tua saja, terus Rionya ada di mbok?." Tanya Mutia yang melirik ke dalam seperti tidak ada orang.
" Pak Satrio baru saja beberapa menit keluar mbak, katanya mau mencari makan." Jawab mbok Ratih.
__ADS_1
" Maafkan saya mbak sampai lupa mempersilahkan masuk, ayo masuk di dalam mbak gak enak dilihat orang ngobrol didepan pintu." Ucap mbok Ratih tidak enak dan mempersilahkan masuk
" Iya mbok dan ini suami saya Ricki." Ucap Mutia memperkenalkan Ricki sedangkan Ricki menatap Mutia dengan wajah bingungnya dan memilih diam, dia akan menanyakannya nanti.
" Mbak Mutia dan pak Ricki pasti kecapean istirahat saja dulu nanti kalau pak Satrio datang saya akan memberitahu, silahkan mbak pilih saja masih ada 2 kamar yang masih kososng dan yang pasti bersih." Ucap mbok Ratih sedikit bercanda.
" Hehehe mbok ini bisa aja kalau gak bersih pasti Rio itu ngamuk-ngamuk, yaudah kami istirahat dulu ya mbok." Ucap Mutia pamit untuk masuk ke dalam kamar dan akhirnya mereka tertidur.
Sore hari
" Sayang bangun sholat asyar dulu nanti keburu habis waktunya." Ucap Mutia membangunkan Ricki setelah dia memandikan Rea dan menaruh Rea diatas tempat tidur setelah dia susui.
" Emm iya sayang." Ucap Ricki dengan malas mengucek matanya untuk menetralkan penglihatannya..
" Hmm putri papi sudah cantik aja harum lagi." Ucap Ricki sambil memeluk dan menciumi harum tubuh Rea.
" Kamu ini sayang berani banget mengejek suami sendiri, tapi biarin ileran yang penting sudah laris dan sudah ada 4 buntut. Kok kamu sudah rapi dan wangi saja sih sayang memangnya mau kemana? jangan bilang kamu mau kabur sama mantan suamimu itu lagi?." Tanya Ricki dengan tatapan curiga.
" Enak aja aku tuh mau keluar dulu sebentar lihat-lihat keadan sekitar sekitar sudah lama gak kesini dan mau minta tolong jagain Rea sekalian kalau bicara jangan sembarangan entar ku balik sama dia nangis lagi kamunya." Jawab Mutia dengan senyum tipis serta menaik turunkan kedua alisnya untuk mengoda Ricki.
" Awas aja habis dia kalau berani merebutmu dariku." Ucap Ricki dengan nada mengancam dan keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
" Sepi amat ini rumah kayak gak ada penghuninya kalau malam pasti serem banget." Ucap Ricki sambil melihat sekeliling dan mencari letak kamar mandi.
__ADS_1
" Gak bakalan serem kalau banyak yang menemani." Ucap mbok Ratih yang tiba-tiba sudah ada dibelakang RickiĀ membuat Ricki terkejut entah mbok Ratih datangnya kapan dan dari mana.
" Astagfirullahalazim." Ucap Ricki sambil memegang dadanya dimana jantungnya berdetak dengan cepat karena terkejut.
" Ibu siapa ya?." Tanya Ricki yang baru melihat sosok perempuan paruh baya.
" Saya mbok Ratih yang tadi bukain pintu masa pak Ricki sudah lupa atau pak Ricki tadi melamun." Ucap mbok Ratih.
" Apa iya tadi aku melamun sehingga aku merasa tidak melihat siapa-siapa? atau tadi mataku mulai rabun ya? tapi tadi aku tidak melihat siapa-siapa yang membuka pintunya? bukannya pintunya tadi terbuka sendiri ya dan tadi Mutia bicara sendiri? gak mungkin kan siang hari ada setannya biasanya juga datangnya pas malam hari?." Gumam Ricki dalam hati membuat buku kuduknya berdiri memikirkannya.
" Mungkin maaf ya mbok em mbok boleh tanya dimana kamar mandinya saya mau mengambil air wudhu." Ucap Ricki yang akhirnya dia menyerah untuk mencari dimana kamar mandi di rumah itu karena dia melihat ada banyak pintu dan ketika dia membuka melihat isinya kamar yang sama dengan pintu yang dia buka tadi.
" Sebelah sana pak." Tunjuk mbok Ratih ke salah satu pintu yang tidak jaudari mereka dan Ricki melangkah membelakangi mbok Ratih.
" Terima kasih mbok." Ucap Ricki tanpa melihat lawan bicaranya.
Tolong berhati-hati dalam menjaga istrinya pak karena ada yang ingin merebut dan menyakitinya."Ucap mbok Ratih membuat langkah Ricki terhenti.
" Terima kasih mbok sudah menginggatkan saya, tanpa mbok suruh juga saya akan menjaga istri dan anak-anak saya walau taruhannya adalah nyawa saya sendiri sekali lagi terima kasih mbok." Ucap Ricki dan mbok Ratih langsung pergi ketika Ricki ingin melihat kemana mbok Ratih pergi sudah tidak ada siapa-siapa lagi disana.
" Cepat banget perginya kayak setan aja." Ucap Ricki pelan takut didengar oleh mbok Ratih dan dia akhirnya memutuskan untuk sekaligus mandi dari pada nantinya harus bolak balik mendingan sekalian.
" Sayang perginya gak tungguin aku selesai sholat dulu biar kita bisa pergi jalan bareng-bareng." Ucap Ricki yang tidak mau berpisah walau hanya sebentar, apa lagi sekarang ada rivalnya yang sedang mengincar istrinya membuatnya menjadi waspada.
__ADS_1
" Maaf ya sayangaku cuma pergi sebentar aja kalau kamu ikut kasihan Rea pasti tidurnya terganggu dan akhirnya dia rewel lagi." Ucap Mutia memasang wajah memelasnya andalannya yang membuat Ricki tidak bisa menolaknya.
" Maaf ya bukannya aku mau meninggalkan kalian berdua disini, tapi aku hanya mau memastikan kalau ada yang aneh dengan perempuan paruh baya yang bernama mbok Ratih walau aku meraakan kalau dia itu baik.