
" Maaf ini anak saya." Ucap Mutia setelah menghampiri orang tersebut dengan memegang perut buncitnya diikuti ketiganya.
" Mutia." Ucap orang tersebut.
" Ini beneran kamu kan? aku tidak sedang bermimpi." Ucapnya memegang tangan Mutia.
" Lepaskan tanganmu dari istriku." Ucap Ricki dingin langsung melepaskan kasar menatap dengan tatapan membunuh karena dia tidak suka miliknya disentuh oleh orang lain, apa jadinya kalau Mutia memutuskan berpisah dengannya beberapa hari yang lalu.
" Dengan cepat Ricki menarik stroller Roy dan memberikannya kepada Ray tidak lupa dia memeluk Mutia posesif.
" Bayu." Ucap Mutia tersenyum canggung melihat sikap posesif Ricki yang mulai on.
" Aku tidak suka kamu menyebut nama laki-laki lain dihadapanku maupun dibelakangku sayang." Ucap Ricki berbisik ditelinga Mutia, lalu mengigit kupingnya membuat Mutia meringkis.
" Sayang jangan mengigitku baru juga menyebut nama, apa lagi kalau aku pergi darimu apa kamu mau hah." Ucap Mutia juga berbisik mengancam karena dia tidak suka dengan sifat sangat posesif suaminya itu.
" Jangan coba-coba atau aku akan membuat mereka mati dihadapanmu sayang." Jawab Ricki yang juga mengancam dengan nada dinginnya Mutia membuang nafasnya kasar, lalu mengelus dada bidang Ricki.
" Mutia." Panggil Bayu yang merasa dirinya diabaikan oleh kedua orang didepannya yang asik bermesraan.
" Iya." Jawab Mutia mengalihkan tatapannya ke arah Bayu.
" Kamu kemana saja selama ini? mengapa menghilang begitu saja dan kita bertemu pada saat kamu lagi hamil." Tanya Bayu dengan memasang wajah menyesal sambil melihat perut Mutia yang membuncit.
" Aku kerja, iya ni alhamdulillah aku lagi hamil anak keempatku oh ya kenalin ini suamiku yang paling ganteng dan ini ketika putraku yang tak kalah gantengnya dari papinya." Jawab Mutia dengan sesekali mengecup pipi Ricki membuat Ricki tersenyum sedangkan Ray memutar bola matanya malas karena kalau sudah begitu kedua orang tuanya pasti lupa akan mereka serasa dunia milik mereka berdua yang lain pada ngontrak dan Rey membaringkan dirinya dikursi sambil memainkan hpnya karena dia tidak mau lagi terkena omelan maupun siksaan dari kakaknya.
" Anak ke." Ucap Bayu terpotong.
__ADS_1
" Sayang bantuin aku kenapa kamu malah asik disini, oh ternyata ada sahabatku yang sok polos ini hahaha." Ucap perempuan yang sudah bergelanjut menja di lengan Bayu.
" Setelah cukup lama menghilang ternyata kamu lagi hamil pasti ini anak dari beberapa laki-laki mana yang tidak kamu ketahui bapaknya dan kamu pasti sekarang sedang dibayar oleh laki-laki ini untuk memuaskan nafsunya, maklum kan aura bumil sangat mengoda pasti kamu memamfaatkan tubuhmu itu kan atau laki-laki ini yang kamu jebak untuk mempertanggung jawaban atas anak haram yang ada di perutmu itu dasar menjijikan." Tuduhnya sambil berteriak sehingga mereka menjadi pusat perhatian semua pengunjung rumah sakit dengan memandang rendah Mutia dengan menunjuk Ricki, tidak lupa dia tersenyum kemenangan saat mendengar orang-orang disekitarnya menjelekkan Mutia sedangkan Ricki yang mendengar tuduhan yang begitu keji kepada istrinya mengepalkan kedua tangannya menahan sebisa mungkin emosi agar dia tidak lepas kendali dan dia juga paling tidak suka yang namanya ditunjuk oleh seseorang.
" Anda sesama perempuan seharusnya menjaga harga diri sesama perempuan bukannya menjatuhkan seperti ini atau yang anda katakan itu semua sifatmu sendiri." Ucap Ricki terpotong.
" Kamu jangan ikut campur." Teriaknya emosi.
" Sehan cukup." Ucap Bayu yang malu akan kelakuan istrinya.
" Kamu yang cukup, kenapa kamu mau membelain perempuan murahan ini? atau kamu mau tidur dengannya hah?." Tuduhny kepada Bayu, tangan Ricki yang dia masukkan ke dalam saku celananya dia keluarkan. Dia memencet dan entah siapa yang dia telvon dan menyuruhnya ke rumah sakit secepat mungkin.
" Dalam waktu 15 menit mobil polisi masuk ke area parkir dan turun 4 orang polisi dari mobil menyamperin mereka.
" Selamat siang saya menerima laporan dari pak Ricki Wicaksono bahwa di rumah sakit ini ada seorang perempuan yang menghampiri pak Ricki sekeluarga dan pak Ricki melaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap saudara Ricki Wicaksono beserta istri." Ucap salah satu polisi.
" Lebih baik kalian semua datang ke kantor polisi." Ucap polisi.
" Kenapa saya harus ikut? memang salah saya apa?." Tanya Sehan tidak terima kalau dia juga harus ikut ke kantor polisi karena dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun membuat Ricki tersenyum sinis.
" Ibu dilaporkan atas pencemaran nama baik terhadap pak Ricki dan istrinya." Jawab salah satu polisi.
" Mana buktinya saya melakukan itu? memang benar kalau dia itu perempuan murahan yang mau aja tidur dengan laki-laki manapun dan laki-laki yang ada di sebelahnya itu bukan suaminya." Ucap Sehan menantang tetap menjelekkan Mutia sedangkan Mutia hanya diam karena menurutnya hanya sia-sia, jika harus menjelaskan seperti ibarat pepatah masuk kuping kanan keluar kuping kiri yang hanya membuat capek.
" Sehan." Panggil Bayu mengingatkan, tetapi tidak dihiraukan sama sekali.
" Buktinya semua orang yang menonton kita sekarang dan anda tidak bisa mengelak itu semua lagi." Ucap Ray dingin dengan wajah datarnya.
__ADS_1
" Hey anak kecil jangan ikut campur." Ucap Sehan geram menatap Ray marah.
" Apapun yang menyangkut mamiku itu akan menjadi urusanku." Ucap Ray dingin menatap tajam Sehan.
" Mi apa kita ikut juga?." Tanya Rey cepat.
" Iya sayang memangnya kamu mau di tinggal di rumah sakit?." Tanya Mutia santai.
" Ya enggaklah mi." Jawab Rey cepat. dengan bergindik ngeri.
" Pak bu sebaiknya anak-anaknya dititipkan dulu ke saudaranya, apa lagi ada anak bayi kasihan kalau harus ikut juga." Ucap salah satu polisi yang melihat Roy yang sudah bangun distrollernya sedang memainkan mainan yang ada di stroller.
" Maaf pak sebenarnya kita disini cuma buat liburan dan tidak memiliki rumah disini maupun saudara." Ucap Ricki yang masih setia memeluk Mutia.
" Kalau boleh tau bapak selama ini tinggal dimana?." Tanya salah satu polisi penasaran.
" Kami sekeluarga tinggal di Amerika sudah 8 tahun lebih." Jawab Ricki.
" Amerika? paling juga tinggal di Ambon untuk menghindar dan tidak di ketahui orang." Ucap Sehan sinis masih dengan keras kepalanya dibalas sinis juga oleh Ricki dan Ray.
" Pak lebih baik sekarang aja kita ke kantornya kasihan istri saya lagi hamil, jika harus berlama-lama berdiri. Apa lagi dia baru keluar dan harus banyak istirahat serta ketiga anak saya." Ucap Ricki yang langsung mengendong Mutia kembali karena rasa khawatirnya Mutia akan kecapean, tidak ada rasa malu maupun canggung toh dia suami sahnya jadi wajar saja dia mengendonnya sedangkan Mutia wajahnya sudah memerah karena malu dilihati banyak orang disembunyikannya di dada bidang Ricki.
" Turunin aku." Mohon Mutia pelan.
" Gak kamu harus ingat kata dokter tidak boleh kecapean aku tidak mau ada apa-apa denganmu dan calon anak kita." Ucap Ricki tegas menolak.
" Pi Ray juga mau digendong kayak mami." Ucap Rey yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ricki dan Ray membuat Rey memanyunkan bibirnya
__ADS_1
" Sini biar om saja yang gendong." Ucap salah satu polisi yang merasa kasihan dan tidak habis fikir Bisa-bisanya masih memiliki anak yang masih kecil dan sekarang ibunya hamil lagi, Rey menatap Ricki untuk meminta persetujuan.