Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Tidak Menganggap Anak Sambung


__ADS_3

Cinta masih belum terima di nikahi oleh duda berumur 42 tahun. Pernikahan ini tidak membuat nya bersemangat banyak yang di korbankan nya dengan waktu.


" Kamu sudah menjadi istriku sayang, tolong urus dong anak aku." Toni meminta tolong pada Cinta.


Cinta merasa bahwa Ratih bukan anaknya tidak menggangap bahwa dirinya akan menjadi ibu muda. Jiwanya masih fokus dengan nongkrong bersama teman-teman dan hal yang lain.


" Aku tidak mau menjadi seorang ibu dari anak kamu." Menggertak Toni serta tidak terima dijadikan babu untuk mengurus anaknya.


"Sayang ini anak aku, suaranya jangan keras di depan anak kita," menyuruh Cinta untuk tutup mulut.


Toni walau pun sering di gertak dan di marahi oleh Cinta. Tetapi tidak mengurangi rasa cintanya terhadap istrinya tersebut.


Toni berusaha untuk menyesuaikan dengan Cinta. Perbedaan usia menjadikan mereka tidak satu prinsip dalam menjalankan rumah tangga.


Sudah sebulan Cinta menikah namun sama sekali belum mau di sentuh oleh Toni. Cinta tidak sudi untuk di sentuh oleh pria itu.


Sedangkan Toni sudah menginginkan berhubungan suami istri. Setiap malam Toni meminta namun Cinta menolak dengan alasan belum siap di sentuh oleh pria itu.


Toni menginginkan kedepannya Cinta lebih menyanyangi anak nya. Baginya anaknya juga menginginkan sosok seorang ibu yang bisa mengurusnya di rumah tersebut.


"Ini anak aku dia butuh sosok seorang ibu." Toni memeluk anaknya tersebut.


Rayuan tersebut sama sekali tidak mengerakkan hati Cinta sedikit pun. Hatinya bersikeras menolak anak itu dan tidak mau di jadikan sebagai seorang ibu.


" Aku tidak mau ...Pokoknya aku tidak mau." Cinta menggertak Toni.


Memukul meja yang ada di ruang tamu.


Menganggap bahwa dirinya selama berumah tangga tidak akan pernah mempunyai anak dari Toni dan tidak menginginkan hadir nya seorang anak dalam rumah tangga mereka.


"Sayang coba lunakkan hati kamu sedikit saja... Lihatlah Ratih sudah menangis karena kamu tidak menganggapnya sebagai seorang anak." Toni menyuruh Cinta untuk melihat ke Ratih yang sedang menangis.


"Aku tidak peduli,kamu bujuk saja anak kamu itu jangan menangis buat ribut saja." Cinta pergi dari ruang tamu seakan tidak peduli.


Sedangkan Toni membujuk putrinya sambil menggelengkan kepala. Ratih sudah menangis karena Cinta tidak pernah mengganggap nya sebagai anak sambung.


"Pa ...Mama tidak menganggap aku sebagai anak sambung." Ratih mengeluh kan hal itu hatinya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Sayang kamu tidak boleh ngomong seperti itu,kamu itu tetap di anggap sebagai anak tetapi mama kamu itu hanya butuh waktu untuk menerima kamu." Menyakinkan putrinya bahwa suatu saat nanti pasti akan di terima oleh ibu sambungnya.


Ratih tidak tahu sampai kapan Mama sambungnya tersebut. Menerimanya sebagai seorang anak yang jelas tidak akan pernah di terima sebagai seorang anak.


" Sampai kapan Mama akan menerima,lihatlah Ayah sampai sekarang pun mama belum membuka hatinya untuk menerima aku sebagai seorang anak."Jawab Ratih.


" Nanti Papa akan yakinkan mama kamu untuk menerima kamu sayang,jadi jangan seperti ini ya sayang."Ucap Toni sebenarnya capek tetapi sayang.


"Baiklah Papa kalau begitu."


Saat Toni mau mengantarkan anaknya ke sekolah. Cinta keluar dari kamar memakai gaun yang modis serta terlihat cantik.


"Mau kemana?" Tanya Toni curiga.


Toni cemburuan takut Cinta bermain di belakangnya dan ada pria lain yang mendekati dirinya.


"Mau keluar, sama kawan-kawan." Ucap Cinta.


"Keluar seperti itu ya,memakai dress yang indah," kritik istrinya tersebut.


Langkahnya di hadang oleh suaminya tersebut. Toni tidak membolehkan Cinta untuk pergi pagi-pagi seperti ini.


" Lepaskan aku!!!" Cinta menepis tangan suaminya yang sudah memegangnya erat.


"Apa sih sayang! Kamu itu sudah menjadi istri aku jadi tolong dong hargai aku sebagai suami," meminta istrinya untuk menghargainya sebagai suaminya.


Cinta tertawa tidak terima harus menghargai sebagai suami,menurutnya buat apa di hargai sebagai suami dan tidak pantas untuk dihargai sebagai suami.


"Kamu itu aneh dan lucu ... Sudah aku bilang aku tidak mau menghargai kamu sebagai suami,"jawab Cinta datar.


"Sebagai istri kamu harus hormat sedikit," menggertak istrinya.


Pertama kali semenjak menikah Toni menggertak istrinya dan berkata dengan lancang. Kesabarannya telah habis dan buru-buru Toni menarik tangan istrinya kekamar.


" Lepaskan aku ...Jangan tarik aku." Cinta berteriak di telinga suaminya.


"Masukkkkkkkkkkkkk." Toni mengurung istrinya di dalam rumah tersebut.

__ADS_1


"Lepaskan aku," memukul pintu dan mengepak pintu dari dalam.


Toni tidak peduli sama sekali dan pergi dari kamar untuk mengantar anaknya. Sedangkan Cinta sudah berteriak di didalam kamar sekuat mungkin.


Ratih menangis lagi saat mama sambungnya di kurung di dalam kamar tersebut. Menurutnya kasihan bahwa mama sambungnya tersebut harus dikurung dalam kamar.


"Papa mengapa mama di kurung dalam kamar?" tanya Ratih pada papanya.


" Sudah biarin saja Mama kamu di dalam kamar, nanti mama kamu keluar lagi dari dalam kamar." Kata Toni.


Sesampai disekolah Toni menurunkan anaknya tersebut dari dalam mobil. Meminta pada putrinya tersebut untuk belajar lebih giat dengan segalanya.


"Belajar yang giat sayang ...Bersekolah lah dengan baik."Kata Toni sambil memegang pundak kedua anaknya tersebut.


"Baik ayah,aku akan belajar dengan baik demi membuat ayah bangga dengan semuanya."Jawab Cinta.


Akhirnya Toni selesai mengantar anaknya dan balik kerumah. Hari ini dirinya tidak bekerja dan fokus untuk menasehati istri barunya yang dikurungnya di dalam kamar tersebut.


Toni akhirnya membukakan pintu.


" Saya sudah dua jam menunggu di dalam kamar ini, sampai kamu membukakan pintu untuk saya." Cinta memarahi suaminya tersebut.


"Maafkan saya sayang... Sayang tidak suka kamu keluar dari rumah tanpa permisi terlebih dahulu dengan aku." Jawaban Toni.


"Oh begitu berarti kamu sudah berani melawan aku dan memarahi aku... Aku minta cerai sama kamu," ujar Cinta.


"Tidak bisa sayang, kamu sudah di jadikan hutang sama orangtua kamu, jadi terimalah semua kenyataan ini walau pun menyakitkan hati." Toni berusaha untuk melawan.


"Bisa gila aku berumah tangga dengan kamu."


Menurut Toni pernikahan mereka ini seumur hidup dan akan berlanjut sampai kapan pun.


Alasan cerai istrinya tidak bisa di terima sama sekali menurut Toni dirinya lah yang akan merasa rugi dengan semua ini.


"Aku juga bisa rugi jika kamu meminta cerai..Untuk orangtua kamu itu milyaran."Ujar Toni terhadap Cinta.


Hutang milyaran adalah hutang yang nominalnya cukup banyak dan semua itu harus dikorbankan untuk menebus hutang dirinya.

__ADS_1


__ADS_2