
Toni di ajak ke tempat hiburan malam oleh sahabatnya. Toni tidak mau tetapi sahabat tersebut menjanjikan mereka cuma minum saja di sana.
"Ayolah Ton... Kita cuma duduk dan minum saja di sana." Kata Gerald padanya.
Gerald memang sering ketempat hiburan malam ketika sedang suntuk dan banyak masalah dengan rumah tangga dan mencari pelampiasan di luar sana..
"Gue gak mau Gerald!! Loh tahu gue sudah punya istri, jika istri gue tahu bisa bahaya dan si Cinta bisa menceraikan gue!" kata Toni.
Toni tidak pernah terjebak atau pun pergi ketempat hiburan malam. Sejak waktu menjadi duda pun. Toni tidak mau melakukan hal di luar batas.
"Ayolah, jangan munafik deh, tidak mau." Gerald tetap memaksanya.
Toni yang menolak ajakan tersebut luluh dan menerima ajakan untuk pergi ke tempat hiburan malam, meminta pada Gerald supaya tidak memberitahu Cinta bahwa mereka pergi ketempat yang tida beres.
"Ayo... Tetapi kamu harus berjanji, jangan memberitahu apa pun kepada istri, bahwa aku ketempat hiburan malam." Toni takut sekali jika ketahuan istri.
__ADS_1
"Sip tenanglah, semua rahasia akan aman di tangan aku."
Gerald sebenarnya ingin menjebak, supaya rumah tangga Toni berantakan dan Toni bercerai dengan istrinya, sama seperti rumah tangga Gerald yang sedang diambang perceraian biar nasib mereka sama.
"Aku menginginkan kamu cerai, seperti nasib aku di ambang perceraian dengan istri." Gumam Gerald dalam hati.
Mereka mengobrol di cafe lalu pergi ketempat hiburan malam, di sana Gerald sudah memboking seorang pelacur untuk melayaninya.
Toni tidak tahu dengan rencana jahat yang sudah di rencanakan sahabatnya tersebut.
Menjebak Toni di atas ranjang bersama salah seorang pekerja dunia malam.
Gerald meminta pada Shella, untuk mengirim foto ranjang mereka, lalu mengirim ke istri sah nya, untuk mempertunjukan betapa bejatnya seorang suami di luar sana.
"Kita ngapain saja di sini Sobat?" tanya Toni.
__ADS_1
"Kita cuma mau minum saja di sini." Jawaban Gerald membohongi Toni.
"Ahh, cuma minum saja, tetapi mengapa banyak pekerja di sini yang ingin menggoda aku, apakah kamu punya rencana jahat terhadap aku." Gerald langsung ceplas ceplos ngomong.
"Tidak, gue tidak pernah mempunyai rencana jahat terhadap loh,jadi bawa santai saja." Menggelengkan kepalanya.
Di meja nomor 16 ada seorang perempuan yang langsung menghampiri mereka berdua.
Gerald sudah memboking perempuan cantik berumur 25 tahun bernama Sasa dan Gerald juga memboking perempuan cantik bernama shella, berumur 24 tahun untuk melayani Toni.
"Halo Pak, apakah Bapak Toni dan Pak Gerald sudah siap?" tanya cewek bokingan tersebut.
"Ahhh... Ada apa Gerald?" tanya Toni semakin tidak enak.
Perasaan Toni semakin tidak enak, saat kedua wanita tersebut menghampiri mereka dengan memakai lingeria tipis sekali dan nampak belahan dada.
__ADS_1
"Bro begini, gue sudah memboking Sasa dan Shella, Shella gue berikan untuk melayani kamu satu malam ini dan Sasa melayani aku di atas ranjang juga malam ini."
Toni langsung berdiri, tetapi tempat itu tidak memperbolehkan tamu keluar sebelum di puaskan dalam suatu pelayanan. Toni marah besar pada Gerald tidak ada artinya lagi buatnya untuk melakukan hal seperti itu karena mempunyai istri sekarang.