Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Anak Sakit


__ADS_3

Anak sakit suami keluar kota, betapa ribetnya Cinta dalam mengurus anak waktu itu tanpa di dampingi oleh suami. Cinta jika suami keluar kota selalu siap siaga untuk menjadi wanita wonder woman.


Wek Wek Wek Wek


Suara tangisan Ceri di tengah malam sedang rewel. Ceri demam dan Cinta pun gelisah lalu memberi minyak telon ke perut Ceri karena mengembung masuk angin.


"Sabar, Sayang. Aduh bagaimana ini anak lagi sakit," keluh Cinta di dalam hati melihat jam dinding sudah pukul 2 malam.


Ratih yang menemani mamanya tersebut tidak bisa tertidur. Sebab merasa terganggu dengan suara tangisan Ceri, serta badan Ceri lagi tidak enak.


"Cup, cup, cup sayang, jangan nangis begini dong." Cinta mengajak Ceri mengobrol lalu memberikan susu kepada anaknya, namun Ceri masih ngoceh.


Wek wek wek wek


Suara tangisan Ceri semakin kencang membuat Cinta semakin gelisah. Biasanya anak nya tersebut jarang rewel seperti itu lalu Cinta mengukur suhu tubuh anaknya dan ternyata suhu tubuh Ceri tinggi.


"Sayang kamu di rumah tinggal bisa?" tanya Cinta kepada Ratih.


Cinta mau membawa Ceri berobat bersama sopir pribadinya. Namun Cinta tidak bisa membawa Ratih sebab kasihan sama Ratih sebab tidak bisa tidur dari tadi.


"Tidak mau, Ma. Ratih mau ikut," jawab Ratih tidak mau di tinggal.

__ADS_1


Ratih memegang baju mamanya dan tidak mau mama Cinta pergi sendiri. Pokoknya Ratih harus ikut karena sayang sama mama nya tersebut.


"Ratih kan besok sekolah Nak? Lagian Ratih tidak bisa tidur dari tadi." Cinta ngomong lembut sama anaknya, kasihan membawa anak di tengah malam begini.


"Pokoknya Ratih mau ikut, Ma."


Ratih tetap ingin ikut, walau pun mama menyuruhnya untuk tidur saja. Ratih tak bisa tidur juga jika di tinggal sendirian, setiap malam Ratih harus di temani tidur.


"Sayang jangan dong. Mama bawa adek berobat! Bukan pergi ketempat nongkrong sama teman Mama."


Ratih menggelengkan kepada tetap tidak mau di tinggal. Akhirnya Cinta mengalah saja dari pada menghabiskan waktu untuk berdebat dengan anaknya.


Pak Indra mendengar namanya di panggil langsung bergegas, masuk kedalam kamar dan menemui ibu bosnya tersebut, sebab jika Pak Indra di panggil malam-malam. Pasti Cinta lagi ada kebutuhan mendesak dan sesuatu tiba-tiba terjadi.


"Iya, Buk," jawab Pak Indra sambil menundukkan kepala.


"Pak tolong bawa Saya kerumah sakit sekarang," ucap Cinta sambil mengendong Ceri, meminta Bibi Inah untuk ikut bersamanya kerumah sakit.


Bibi Inah menyiapkan baju-baju Ceri dan botol minuman. Bibi Inah juga memapah Ratih masuk kedalam mobil. Jika ada anggota keluarga Cinta yang sakit, Bibi Inah lah yang akan turun tangan dalam membantu keadaan darurat Cinta.


Mereka pun masuk kedalam mobil selama dalam perjalanan. Bibi Inah dan Cinta saling bergiliran untuk mengompres Ceri yang sakit demam tinggi tersebut dan tak henti menangis sepanjang perjalanan.

__ADS_1


"Sayang, sabar sayang ... Anak Mama ini si cantik dan manis." Cinta sambil bersenandung untuk anaknya.


Demi menenangkan suasana sang anak tak henti menangis. Sepanjang perjalanan Cinta selalu nyanyi dan bersenandung. Tetapi Ceri tidak bisa diam juga semakin membuat Cinta kuatir dan meminta Pak Indra untuk laju supaya mereka cepat sampai kerumah sakit untuk periksa Ceri.


Sesampainya di rumah sakit Cinta langsung berlari, membawa anaknya untuk menemui Dokter Naka. Dokter yang menangani sakit anak-anak.


Cinta begitu panik, namun Dokter Naka memberikan arahan kepada Cinta supaya jangan panik. Sebab lagi musimnya bahwa anak-anak sedang sakit, terkadang karena pengaruh cuaca yang tidak menentu membuat anak-anak demam.


Cinta baru berpengalaman sebagai seorang ibu. Pasti ada rasa panik yang menggelegar dari dalam hatinya. Berkaitan dengan anak sakit sedikit sudah panik dan Cinta adalah seorang ibu yang masih banyak belajar dalam tumbuh kembang anak.


"Buk Cinta sudah jangan panik, tenangkan pikiran. Ini hanya penyakit biasa bagi anak-anak, sebab lagi musim sakit demam sekarang," kata Dokter Naka setelah selesai periksa Ceri.


Di dampingi oleh Ratih semakin membuat ibu dua anak ini tenang. Cinta malu terhadap anak sambungnya tersebut karena panik dari tadi, Cinta tidak boleh lemah dan banyak pikiran tentang anak.


"Gimana saya tidak down, Dok. Namanya seorang Ibu pasti ada perasaan panik, cemas dan kuatir," jawab Cinta sedikit lebih tenang setelah Ceri tidak rewel lagi.


"Buk, Ceri hanya sakit biasa. Namanya cuaca lagi tak menentu, banyak menyebabkan demam pada anak-anak." Dokter Naka memberi penjelasan, cukup di beri obat anak-anak saja.


"Baiklah ,Dok. Terimakasih akan penjelasannya." Cinta merasa lega setelah anaknya di periksa.


Baru

__ADS_1


__ADS_2