
Mereka bertiga akhirnya sampai di jepang.
Di sana Toni akan bertemu rekan bisnis nya.
Rekan bisnis cewek yang telah banyak membantunya selama ini.
" Aku tinggal dulu ..." Toni bergegas keluar dari kamar hotel.
" Mau kemana?" tanya Cinta pada suaminya.
"Mau ketemu rekan bisnis." Jawab Toni tidak ada waktu lagi untuk berbicara.
Toni buru-buru ada urusan berkas yang harus mereka selesaikan pada hari ini. Berkas tersebut tentang pengabungan saham mereka berdua.
Cinta menaruh curiga besar pada suaminya.
Tidak membawa istri dan anak untuk bertemu rekan bisnis. Apalagi rekan bisnis yang di ceritakan suami nya tersebut seorang perempuan..
"Hmm,,, rekan bisnisnya cewek... Mengapa tidak mengajak anak dan istri." Cinta merasa cemburuan orangnya.
" Sudahlah, nanti kita berbicara!!! Nanti telat suami kamu ini sudah tidak ada waktu lagi untuk berbicara ."
__ADS_1
Toni pergi menemui Rani. Rekan bisnisnya tersebut. Di kamar hotel, tidak terlalu banyak pembicaraan mengenai rekan bisnis perempuan nya tersebut.
Saat suaminya pergi. Cinta mengikuti suaminya, ternyata suami nya bertemu dengan Rani, di restoran di depan hotel tersebut, mereka berbicara sewajarnya saja.
Kecemburuan Cinta semakin meledak ketika Melihat rekan bisnis suaminya, sangat cantik, manis dan gemoy, saat pertama kali melihat Rani dari kejauhan.
Cinta insecure, gadis tersebut sangat cantik takut suaminya naksir pada perempuan tersebut.
"Cantik sekali dia." Ada keirian di dalam hatinya.
Rani memang sudah lama menyukai Toni,
sejak Toni menjadi seorang duda, sebagai rekan juga sahabat, sebelum Toni menikah.
Namun Cinta lah yang menjadi pemenangnya mendapatkan Toni, pada waktu itu Toni tidak pernah mempunyai perasaan pada Rani.
"Gue dengar-dengar kamu sudah menikah?
Menikah dengan siapa?" tanya Rani pada Toni.
"Sudah... Menikah sama anak pak Bambang, rekan bisnis gue."
__ADS_1
"Wah, gue dengar-dengar usia kalian berbeda jauh, terpaut 20 tahun ya?" sebagai orang yang pernah mencintai Toni pertanyaan nya sangat detail.
"Ya... Usia kamu terpaut 20 tahun."
Rani menertawakan hal tersebut. Usia yang sangat jauh di antara keduanya, mengenal hal tersebut. Rani tidak bisa banyak bicara.
Di otak Rani memikirkan paling mereka bercerai sebentar lagi. Tidak mungkin orang yang terpaut usia jauh bisa satu prinsip dalam menjalankan rumah tangga.
"Palingan loh bentar lagi bercerai." Gumam Cinta dalam hati.
Selain menyanyangi pria itu. Rani juga menginginkan harta Toni, harta adalah alasan nomor satu yang ingin di milikinya.
Rani harus mendapatkan semua dan menyingkirkan Cinta selaku istrinya. Tidak akan dia biarkan siapa pun mendapatkan hati Toni.
"Gue akan bertindak, menghancurkan istri kamu dan menghancurkan kehidupan anak kamu." Rencana jahat yang ada di dalam otaknya.
Alasan Toni tidak mau mendekat dengan Rani karena dia mengetahui bahwa Rani menyukainya. Sedangkan Toni menganggapnya, hanya sekedar teman saja dan tidak lebih dari teman.
"Ihhh sialan... Mengapa mereka harus bersama." Gumam Cinta di dalam hati melihat keduanya sedang mengobrol tentang bisnis.
Muncul rencana Cinta, ingin menghandle sebagian bisnis Toni dan mengawasi suaminya tersebut.
__ADS_1
" Awas saja!!! Besok aku harus ikut bekerja di kantor dan aku pecat siapa saja karyawan yang gatal di kantor." Api cemburunya semakin tinggi.
Cinta tidak mau larut di dalam rumah seharian. Pokoknya besok dia harus menghandle perusahaan suaminya saat pulang dari luar negeri.