Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Hari Bahagia Alvin dan Ara


__ADS_3

Hari bahagia Alvin dan Ara. Mereka terlihat berbinar-binar bercampur kebahagiaan karena mau melangsungkan acara pernikahan.


Mereka akan sah menjadi suami istri. Cinta mengenakan baju brokat berwarna pink serta rambut yang tertata rapi. Terlihat cantik sekali di hari itu.


Ratih juga mengenakan brokat yang senada dengan Cinta. Mereka sudah menjahit kostum yang sama kecuali suami memakai baju jas.


Alvin dan Ara mengenakan baju berwarna putih, sesuai dengan hiasan wedding organizer mereka bertema putih. Para tamu undangan sudah mulai datang, terlihat Cinta dan Toni, agak terlihat sibuk dengan acara pesta pernikahan adiknya tersebut.


Alvin mendekati Toni, untuk menanyakan tentang kesiapan pesta. Apakah sudah memadai karena Alvin tidak mengurus masalah wedding dan catering.


Ara dan Alvin lebih sibuk mempersiapkan kesiapan mereka di depan tamu undangan dan berapa rangkaian acara yang akan mereka jalankan tersebut.


"Kak, apakah udah di atur. Gimana lancar tidak masalah catering?" tanya Alvin takut kekurangan makanan.


"Sudah dong, tenang saja bahwa kakak kamu ini, sudah memesan banyak," jawab Toni dengan bangganya.


"Jangan kuatir masalah konsumsi, bahwa sudah di selesaikan sama Kakak kamu sendiri." Cinta membela suaminya tersebut serta bangga mempunyai suami seperti Toni yang sangat peka dengan orang sekelilingnya.

__ADS_1


"Hmm Kakak aku ini, memang baik orangnya Kak dan aku sungguh bangga melihatnya mampu mengayomi adek sendiri." Menepuk pundak Kakaknya.


Dua bersaudara ini sudah lama di tinggalkan oleh orangtua mereka. Dua bersaudara ini sangat menyanyangi satu sama lain, saling mencintai serta tidak saling membenci ketika terjadi perseteruan.


"Hmm maka dari itu Kakak betah mempunyai suami, seperi kakak kamu," jawab Cinta kini membanggakan suami.


"Eemmmmm di banggakan saja terus suaminya." Alvin batuk-batuk mendengarnya karena Cinta.


Ara mendekati mereka selesai di rias oleh mua terkenal. Ara cantik dan menawan sekali sehingga membuat Alvin tidak bisa berkedip dengan kecantikan sang calon istri.


"Sayang dirimu kah ini?" tanya Alvin sambil tersenyum, mencandai Ara.


"Haha canda sayang,"


Alvin memuji calon istri di depan kakak ipar dan kakaknya tersebut. Ternyata calon istrinya sangat cantik dan Alvin baru menyadari hal tersebut.


"Kak ternyata calon Istriku cantik sekali, aku pun takjub terhadapnya." Meminta kedua kakaknya tersebut, untuk memuji kecantikan Ara.

__ADS_1


Ara memang cantik sekali, kulitnya putih, lesung pipinya manis sekali dan di tambah imut sekali. Pria mana yang tidak jatuh cinta dengan perempuan cantik manis.


"Iya dong cantik, bahwa dari dulu Ara ini memang sudah bawahannya cantik," jawab Cinta mendekati Ara. Mengelus bahu Ara supaya jangan tegang di acara pernikahan nanti.


"Hmmm Ara, pokoknya kamu jangan tegang di hari pernikahan kamu." Nasehat Cinta terhadap adik ipar


"Baik Kak."


Mereka memasuki tempat acara. Alvin dan Ara berjalan melambaikan tangan untuk menyapa semua tamu undangan bahwa acara nikah akan dimulai.


Terlihat keduanya sangat tegang, saat itu Toni juga melihat kearah Istri. Bahwa Cinta cantik sekali mengenakan brokat berwarna pink tersebut.


"Istriku kamu sangat cantik sekali." Toni menoleh kearah istri


Cinta senang mendapatkan pujian dari suami karena jarang di puji. Hati perempuan mana yang tidak klepek-klepek ketika di puji oleh suaminya tersebut.


"Hmm gombal loh." Cinta merasa di gombal oleh suami.

__ADS_1


"Aku tidak gombal sayang."


__ADS_2