Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Part Dua


__ADS_3

Toni mengajak Cinta kehotel setelah dua hari kepulangan dari luar kota. Mereka berdua mau menikmati weekend berdua tanpa anak-anak di hotel.


Cinta dan Toni menitipkan anak kepada Ara dengan alasan ada urusan. Akan kembali jika selesai urusan pekerjaan membuat anak-anak terutama Ratih sudah mengerti.


"Ma dan Pa. Mau kemana?" tanya anak kecil itu.


"Papa dan Mama lagi ada urusan, adik dan kakak baik-baik sama tante Ara, Iya." Toni menitipkan pesan sama anak-anak.


"Baik, Pa dan Ma." Ratih sudah mengerti dengan alasan orangtuanya.


Ara di beri tahu sama Cinta bahwa akan menikmati holiday sama suami di hotel malam ini. Ara sudah mengerti dengan tersenyum kepada Cinta.


"Kak mau ngapain kesana?" tanya Ara sama Cinta berbisik.


"Gak ada apa-apa adik ipar,"

__ADS_1


Cinta tersipu malu bahwa Ara mengerti dengan maksud holiday. Bahwa akan bersenang-senang dengan suami di hotel seperti malam pertama.


"Ayo ... Ngapain kehotel? Mau bikin dedek anak-anak, iya." Alvin mengajak canda Cinta di dengan bisik-bisik, supaya tidak di dengar anak-anak pada saat itu.


"Tidak kok, lagi pingin bersenang-senang saja sama bini," canda Toni mendengar adiknya berbisik.


"Ya. Elah, Kak. Tinggal jujur saja, buat apa juga bohong? Sudah dewasa sama dewasa kita ini Kak," jawab Alvin melihat kekakak Toni.


Anak-anak di tinggal sama tante dan pamannya tersebut. Sudah biasa jika Cinta dan Toni lagi ada urusan menitipkan anak kepada mereka karena mereka pasangan pengantin. Masih hangat-hangatnya sering membawa keponakan kerumah supaya tidak kesepian.


"Adek, mau kue apa?" tanya Toni baik-baik kepada Ratih.


"Pa, Ratih mau kue coklat sama es cream rasa coklat." Kesukaan Ratih adalah coklat dan es cream.


"Oke, Sayang. Nanti Papa akan bawa coklat untuk putri Papa," jawab Toni lalu mencium pipi anaknya tersebut.

__ADS_1


Cinta tidak suka jika Ratih terlalu suka es cream sama coklat. Cinta menentang keras anaknya makan coklat karena masih anak-anak. Tidak boleh banyak makan coklat karena takut gigi anaknya rusak.


"Sayang, tidak boleh dong! Meminta coklat terus. Pokoknya Mama tidak kasih makan coklat, harus jajan yang lain." Cinta tidak bisa seperti itu karena Cinta sangat tegas mendidik anak-anaknya.


"Ma ... Ratih mau coklat," ucap Ratih merengek meminta coklat jika mama dan papanya pulang.


"Sayang ... Gigi Ratih itukan masih belum kuat dan masih kecil! Lebih baik Ratih jangan begitu, pilih mana Sayang? Gigi bagus atau gigi rusak." Cinta memberikan arahan sama anaknya, tidak memarahi namun berbicara lembut supaya anak mau mendengarkan omongan Cinta.


"Lebih baik pilih gigi bagus dong, Ma."


"Nah gitu dong, Nak."


Lalu Cinta memberikan Ceri kepada Ara untuk di urus sebentar. Cinta memberikan uang jajan anaknya, jika nanti Ratih mau jajan tinggal beli jajan saja. Ara tidak pelit sama uang namun Cinta segan tidak memberikan uang jajan.


Takut merepotkan Ara sebab sudah mengurus anak-anaknya. Cinta segan sama adik ipar sendiri, sebab adik ipar nya tersebut terlalu baik sama anak-anak Cinta. Setiap mampir pasti membawa makanan untuk anak-anak.

__ADS_1


__ADS_2