
Toni mengerahkan semua anak buah. Supaya ikut dalam pencarian Cinta. Toni takut dengan anak yang di kandung, terjadi sesuatu yang bisa membahayakan Cinta.
"Hay semua, mari ikut dengan aku, kita cari Istri aku." Teriak Toni, memanggil dan mengerahkan semua anak buah nya.
"Baik Pak."
Mereka membawa 4 mobil. Dalam proses pencarian Cinta, soalnya Cinta sudah hamil 8 bulan, mereka takut terjadi sesuatu dengan Cinta.
Apalagi Cinta belum siuman dari terjatuh kemarin, masih ada luka yang harus di obati di pinggang. Toni resah sekali-sekali mengigit tangan nya, mengkuatirkan Istrinya tersebut.
Cinta menumpang tinggal di rumah Luci sampai proses melahirkan, soalnya Cinta agak malas untuk mencari tempat tinggal karena pengaruh hamil.
Rasa trauma, masih bersayap di hati nya.
Ketika hamil 8 bulan dan terjatuh di lantai jemuran kain, tidak tega bagi Luci untuk memperlakukan tidak wajar sahabatnya tersebut.
Cinta masih sering menangis. Teringat rasa sakit hati, ketika suami nya bermain di belakangnya, sudah satu kali Cinta memberikan peringatan, supaya tidak mengulangi kembali, namun terulang kembali kejadian.
"Uhhhhh," menangis seketika.
"Cinta ada apa? Mengapa menangis saya?" tanya Luci.
"Bagaimana aku tidak menangis? Mengingat rumah tangga aku! Aku kini sudah mau jadi janda," belum ihklas untuk menjadi janda.
"Gimana Saya? Kamu mau bertahan dengan suami kamu? Tapi pilihan nya kamu sakit hati dengan kelakuan suami kamu ..." Kata luci.
Luci mengingatkan, pria yang sudah selingkuh. Akan mengulangi kembali dan tetap akan berselingkuh.
"Aku tidak tahu, dalam kondisi hamil begini ntah lah ...!" Cinta memukul paha nya.
"Hey hentikan! Jangan begini dong Say! Kamu harus bangkit Say." Luci merupakan sahabat yang super perhatian.
Luci memang dari dulu menjadi penengah,
__ADS_1
untuk sahabatnya tersebut, bahkan dari dulu Luci selalu membela. Jika ada yang jahat terhadap Cinta.
"Bagaimana aku bisa bangkit ... Kondisi aku sedang di lema sekarang," Cinta sudah tidak percaya lagi dengan suami nya tersebut.
Ketika sudah memberi hati. Di balas dengan sebuah penghianatan, tulang ini bagaikan rapuh dan tak berdaya, ketika Shela mengirim foto di kamar hotel.
Luka bagaikan tersayat, membekas di hati sampai sekarang, bahkan mood tidak beraturan. Jiwa raga bagaikan hancur dan seketika semangat tidak ada lagi.
Rasa percaya sudah hilang kembali.
Walau pun suatu saat akan kembali, tetapi rasa sakit dan rasa seperti dulu lagi tidak akan sama.
Kejadian tersebut akan selamanya, terngiang-ngiang dalam pikiran Cinta. Ketika sudah berhubungan antara suami dan wanita malam, tentu ada perasaan suka sama suka.
Sebagai Istri bisa apa, hanya bisa meratapi lagi, bahwa selama ini kurang apa terhadap suami. Sehingga memilih selingkuh dengan wanita malam.
"Aku sudah menaruh hati, tetapi dia memberi luka sayatan." Sambil menangisi dan menyesali sebuah pernikahan.
Cinta menyesali sebuah pernikahan.
Ketika Toni memberikan perhatian. Dari rasa suka Cinta tidak ada, menjadi ada rasa karena pria tersebut, berhasil menaklukan hatinya.
Cinta di balas dengan sebuah kata penghianatan. Istri mana yang rela suaminya dua kali ketahuan, berhubungan dan cek in dengan wanita malam, kabar tersebut pun di dibenarkan oleh wanita itu.
"Sungguh tega...!" Gumam Cinta di dalam hati teriris, berharap tidak memikirkan lagi kejadian itu.
Toni menghubungi Cinta, namun Cinta sudah menganti nomor hp nya tersebut, bahkan semakin panik lah Toni.
"Aduh Istri aku, sudah ganti nomor." Gumam Toni, berharap Cinta menghubungi kembali dan meminta pulang kerumah.
Arah pertama kali, yang mereka tuju adalah rumah orangtua Cinta, untuk mendapatkan informasi tentang Cinta.
"Kita kerumah Pak Bambang." Kata Toni kepada sopir nya tersebut.
__ADS_1
"Baik."
Mereka pergi kerumah Bambang, di sana ada Bambang dan Salsa. Bambang terkecoh dengan kedatangan mereka di rumah tersebut.
"Ton, ada apa? Mengapa datang kerumah mertua kamu ini?" tanya Bambang heran.
"Pak. Cinta mana?" langsung ke topik pembahasan.
"Lah. Cintaaaaaaa?" Bambang terheran-heran dengan omongan tersebut.
"Iya Pak, Cintaaaa."
"Cinta di rumah kamu lah Ton, jangan ngadi-ngadi deh!" jawab Bambang belum mengerti.
"Kata Bibi Ina .... Cinta pergi kerumah Bapak pada hari ini," penasaran apakah Cinta ada di rumah.
"Tidak ... Tidak... Cinta tidak ada di rumah ini dari pagi, bahkan menginap pun di rumah ini tidak ada." Sambung Salsa.
"Ahhhh serius Buk? Cinta tidak kerumah ini dari tadi pagi?" tanya Toni semakin kebingungan.
"Lah kan kamu suaminya? Mana Ibu tahu dia kemana."
"Astaga Istriku kemana?" terlihat semakin panik dan tak karuan.
Ada masalah apa di antara mereka, melihat reaksi Toni. Bambang semakin kuat kecurigaan bahwa hubungan Toni dan Cinta sedang tidak baik-baik saja.
"Kalian lagi bertengkar?" Bambang semakin menyakini, ada perkara besar yang sedang di alami.
Perkara besar yang belum terselesaikan oleh menantu dan anak nya tersebut, sebagai Ayah juga. Bambang juga semakin panik.
Bagaimana pun Cinta adalah anaknya. Dalam kondisi hamil keluar dari rumah, tanpa dampingan siapa pun, bahkan Bambang takut anaknya di culik atau ada yang berbuat jahat pada anak nya.
"Toni ... Mari kita cari Cinta sampai dapat dan harus ketemu." Mengerahkan semua untuk mencari Cinta.
__ADS_1
Seorang Ayah, tetaplah panik, jika anak perempuan nya pergi tanpa dampingan dari orang terdekat.