Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Ayah Pulang


__ADS_3

Setelah sebulan Toni di luar kota dan kini telah kembali pulang kerumah. Toni melihat istrinya sedang bermain di halaman depan rumah bersama anak.


Toni tidak mengabari anak dan istrinya akan pulang. Namun menyembunyikan supaya terasa kejutan spesial dari suami, bahkan Cinta sudah terlalu rindu dengan suaminya karena sudah satu bulan tidak melihat wajah Toni.


"Sayang aku pulang ..." Toni muncul di depan rumah.


Cinta dan anak-anak terkejut dengan kepulangan Toni. Pria tersebut tidak mengabari istri membuat mereka terheran-heran dengan kedatangan kepala kelurga tersebut.


"Kau kah ini Sayang?" tanya Cinta berbicara dengan suaminya.


"Aku dong Sayang ... Ini aku suami kamu," kata Toni kepada Cinta lalu memeluk Ratih dan Cinta karena rindu.


"Horeeeeee Ayah pulang ..." Ratih girang loncat-loncat, sebab ayahnya sudah pulang kembali.


"Sayang Ayah, gimana kabarnya? Apakah sudah baik sama Mama?" tanya Toni sambil menatap ke putri pertamanya tersebut sebulan tak bertemu, serasa tak bertemu selama satu tahun.

__ADS_1


Ratih selalu dekat sama mama dan ayahnya tersebut. Tetapi kini Ratih sudah mengerti jika di tinggal ayah, pastilah seseorang ayah ada urusan kerja di luar kota atau keluar negeri sebagai seorang anak, Ratih tidak menangis lagi.


"Aku baik kok sama, Mama. Cuma Ratih dan adik, ada sakit, Pah. Hingga membuat Mama capek ngurus kami," ujar Ratih mamanya memang capek mengurus mereka selama dua minggu ini, bahkan kurang tidur karena anak sakit.


"Oh begitu, Nak."


Toni lalu menatap kearah istri sambil tersenyum sumringah. Ternyata istri sudah berhasil menjadi ibu yang baik untuk anak-anak, tidak perlu di kuatir kan lagi dengan kemampuan ibu hebat ini.


"Hebat ..." Toni mengacungkan jempol memuji sang istri.


Toni lalu mencium kening dan leher istrinya tersebut. Sudah lama tidak romantis terhadap istri bahkan sudah satu bulan berbeda ranjang dengan istri, rencana Toni nanti malam akan meminta jatah kepada istri seperti malam pertama.


"Sayang jangan lupa nanti malam, pakai baju seksi," bisik Toni ke telinga istri supaya tidak kedengaran sama anak.


"Hmmm iya ..." Cinta meradang sudah satu bulan tidak disentuh Toni.

__ADS_1


"Apakah kamu capek sayang? Mengurus kedua anak kita,"


"Tidak sayang ... Sebab sudah tugas seorang Ibu mengurus anaknya," jawab Cinta memang tidak merasa capek.


Sudah menjadi seorang ibu tidak ada rasa capek lagi bagi Cinta. Sebab sudah terbiasa mengurus kedua buah hatinya tersebut namun mengurus saat sakit baru pertama kali di alami Cinta tanpa kehadiran suami di sisinya.


"Ihhh Istri hebat dan luar biasa." Toni memuji lagi istrinya tersebut.


"Sudah deh jangan lebay, puji Istrinya mulu sekarang." Cinta memang tidak terlalu suka dengan kalimat pujian.


Ratih memeriksa koper Toni soalnya Ratih berharap ada jajanan atau oleh-oleh dibawa ayahnya untuk anaknya. Ratih sudah biasa menilap koper ayah karena penasaran dengan isi koper.


"Ayah apakah ada jajan atau oleh-oleh untuk kami?" tanya Ratih membuka satu persatu isi koper saat sudah berada di ruang tamu karena menginginkan jajan.


"Ada dong sebentar biar Ayah ambil untuk kamu," Toni mengeluarkan satu persatu isi koper tersebut.

__ADS_1


Toni membawa jajanan kentang dan mainan gadget untuk Ratih. Untuk Cinta pria tersebut memberikan baju dres cantik dan tas branded untuk di pakai istrinya saat ada acara undangan.


__ADS_2