Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Cinta Kabur


__ADS_3

Saat pagi hari. Cinta terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya tidak ada di rumah, rasa nya kebingungan dan Cinta sudah berteriak, serta mencari sekitar ruangan di rumah juga tidak ada.


"Suamiku ... Dimana Kamu?" teriak Cinta memanggil.


Namun sahutan tersebut tak berbalas. Segera Cinta memeriksa Cctv, ternyata Toni keluar sekita jam 11 malam dari rumah. Cinta syok kemana Toni jam malam pergi keluar dari rumah.


Cinta lalu mengecek chat notif yang masuk di hp nya tersebut. Ternyata Shela mengirim foto mereka berdua di ranjang tanpa busana dan nama hotel tempat mereka cek in.


Cinta langsung lalapan menangis, air matanya keluar membasahi pipinya, saat hamil di 8 bulan, dalam kondisi belum stabil betul.


Suaminya mengulang kejadian fatal kedua kalinya. Membuat Cinta semakin syok dan tak berdaya, saat menengok foto mereka tanpa busana di hotel tersebut.


"Tega kamu Sayang! Tega kamu seperti ini mengkhianati aku di saat hamil ...!" kata Cinta.


Cinta segera membereskan pakaian yang ada dalam lemari. Mengambil koper dan memasukan semua barang-barang dalam koper tersebut.


Cinta menulis di sebuah kertas, meminta cerai dan pamit pergi dari rumah tersebut,


Akan memulai kehidupan baru di luar sana tanpa suami.


Cinta menaruh surat tersebut di atas tempat tidur. Saat sudah memberikan kepercayaan seratus persen, ternyata penghianatan yang di dapat dari seorang suami.


Cinta menangis dan tidak pamit ke anak sambungnya Ratih. Saat Cinta membawa koper. Bibi Ina salah satu asisten rumah tangga yang sedang menyapu bagian luar bertanya dan menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Nyonya. Mengapa jam segini keluar dari rumah?" melihat membawa koper.


"Iya Bi, aku sudah chat Bapak, akan menginap di rumah orangtua aku." Kata Cinta berpura-pura pulang kerumah orang tua.


Cinta ternyata sudah menghubungi sahabatnya Luci, untuk menjemputnya dan menceritakan masalah rumah tangga yang sedang terjadi bersama suaminya tersebut.


Suami nya tidak mengenal Luci. Karena Cinta tidak pernah memperkenalkan teman kuliah nya dulu pada suami.


"Biar Pak Indra yang antar iya Nyonya?" jawab Bibi Ina, takut kena marah Toni.

__ADS_1


"Tidak usah, soalnya sudah di jemput sama teman saya."


Cinta pamit pada Bibi Ina dan masuk kedalam mobil. Sebenar nya Cinta tidak tega pergi dari rumah karena kepikiran anak sambungnya tersebut.


"Bye Sayang ... Mama tidak akan kembali lagi kerumah ini." Kata Cinta dalam hati dan terasa air mata nya sudah keluar.


Toni yang sudah sadar karena satu malam bersama di hotel. Terbangun dan melihat Shela, sudah berbenah dan make up.


"Hy, suami orang sudah bangun?" tanya Shela sambil tersenyum mendekati Toni.


"Sudah Shel. Gue mau mandi dulu." Jawab Toni terasa sakit semua badan karena terlalu aktif semalam.


"Mau gue temani tidak?" tanya Shela lagi.


"Tidak perlu ... Terima kasih sudah memberikan servis terbaik untuk gue semalam Shel, gue kepengen sih tetapi Istri gue sedang hamil, takut aja kalau gue sama Istri begitu, nanti bahaya untuk anak gue di dalam kandung. Tetapi gue sayang banget sama Istri gue, pokoknya urusan ranjang kedua kali ini jangan ketahuan." Meminta Shela untuk tutup mulut.


"Baik, gue akan tutup mulut. Jangan sungkan-sungkan. Kalau mau minta gue bisa kasih," menawarkan diri pada suami orang tersebut.


"Tidak Shel ... Gue sudah berhenti hari ini juga dan pokoknya kita jangan terulang kembali dan kamu berjanji, jangan memanasi saya lagi nanti." Toni meminta berhenti.


"Baik lah ... Aku tidak akan menghubungi kamu lagi, dan kisah kita cukup sampai di sini kan? Itukan maksud kamu Ton?" kata Shela kepada suami orang tersebut.


"Dan aku juga takut kebablasan. Jadi kita berhenti saja dan jangan pernah mengulangi lagi," mempertahankan prinsip untuk berhenti dari peristiwa di ranjang tersebut.


"Kita lihat saja nanti dan aku tidak bisa pastikan akan seratus persen berhenti sama kamu seperti ini." Jawab Shela tidak bisa menjanjikan.


Cinta menangis menceritakan semua masalah rumah tangga nya. Kepada Luci sahabat nya, bahwa suaminya sudah tidur dengan wanita malam dan kejadian tersebut terulang kembali.


Cinta malu untuk menceritakan masalah ini kepada orangtuanya, karena Cinta tahu bahwa Orangtuanya akan membela Toni dan tidak akan rela anaknya tersebut meninggalkan Toni.


Karena mereka akan kalah, tidak akan mendapatkan warisan dari Toni dan juga uang transferan tiap bulan. Jika anaknya bercerai dengan pria tersebut.


"Aku merasa down Luc ... Gue hamil tapi di selingkuhi, sakit banget hati gue!" menangis menceritakan kepada Luci.

__ADS_1


Luci adalah sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesah Cinta. Luci dengan sigap mengelus bahu sahabatnya tersebut.


"Yang sabar Sayang ... Kamu pasti kuat untuk menghadapi cobaan ini." Mengelus bahu sahabatnya.


Toni selesai mandi langsung pamit kepada Shela. Soalnya Toni tahu jam 8 pagi Istri nya baru bangun. Hari ini masih jam 7 pagi segera Toni kerumah.


Sampai lah Toni di rumah dan menuju lantai dua. Tempat kamar Toni dan Istri berada di sana, masuk dengan membuka pintu secara pelan-pelan, namun tidak melihat Istrinya berada di tempat tidur.


"Sayang, kamu di mana?" panggil Toni melihat


Kearah kamar mandi, namun tidak juga menemukan sang Istri.


Toni semakin panik dan takut ketahuan dengan ulahnya, saat menoleh kearah tempat tidur. Toni melihat ada secarik kertas di atas tempat tidur.


Segera Toni membaca surat tersebut, dalam surat tersebut bertuliskan tentang.


"Aku pergi dari rumah dan aku mengetahui bahwa kamu keluar tadi malam bersama Shela kan? Kamu tidak perlu menutupi hubungan kalian berdua, jika Shela bisa mengantikan. Aku akan mundur dan mencari kehidupan baru, bersama anak yang ada dalam rahim ku."


Terus saat Toni membaca surat tersebut.


Seakan tidak percaya, bahwa sang Istri mengetahui hubungan satu malam mereka.


Toni mengerahkan seluruh anak buahnya untuk ikut dengannya. Lalu Toni ke bawah lantai satu untuk menemui Bibi Ina.


"Bibi Inaaaaaa ..." Panggil Toni pada Bibi Ina.


Bibi Ina menghampiri Toni. Sambil tersenyum melihat ke arah Presdir tersebut.


"Ada apa Pak?" tanya Bibi Ina pada Toni.


"Bi. Mana Nyonya?" tanya Toni.


"Katanya mau kerumah orangtuanya menginap di sana! Sudah permisi sama Pak Toni tadi." Jawab Bibi Ina.

__ADS_1


"Mana ada Istri saya, permisi dengan saya loh Bibi Ina! Bibi kenapa tidak mengabari kepada saya? Bahwa Istri saya pergi keluar dari rumah ini." Toni marah-marah pada Bibi Ina.


Memaki Bibi Ina karena tidak becus kerja di rumah tersebut.


__ADS_2