Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Shella


__ADS_3

Shella mengetahui kabar, bahwa Cinta keluar dari rumah, karena cinta satu malam mereka saat tidur di kamar hotel.


"Serius luh Gerald? Cinta keluar dari rumah karena itu?" tanya Shella pada Gerald.


Gerald mendapat info dari Gerald. Dan gerald mendapatkan info dari teman nya, yang termasuk teman Toni juga.


"Iya Loh Shell, mereka saat ini rumah tangga sedang di ambang kehancuran." Ujar Gerald sangat senang rumah tangga, sahabat nya tersebut hancur.


"Gue gak percaya Gerald ...! Bukti nya? Aku tidak akan percaya!" Shella seakan tidak percaya sebelum ada bukti.


"Nanti gue kirim, bukti chat gue saat teman gue chat." Gerald mau menunjukan bukti-bukti tersebut, pada Shella. Supaya gadis itu percaya, bahwa Toni sedang rapuh.


"Oke."


Shella melihat bukti chat yang di kirim Gerald tersebut. Baru Shella percaya, bahwa hubungan Toni, sedang tidak baik-baik saja dengan sang Istri.


"Dasar labil Loh Cinta!!! Baru lihat suami tidur dengan Saya saja. Sudah begitu Loh sama suami ...! Pada hal di kota ini sudah biasa dengan hal seperti itu." Menertawakan Cinta karena masih polos.


Istri mana yang tidak menjerit batin nya.


Ketika berhubungan di ranjang, dengan wanita malam. Yang tidak ada sebuah ikatan pernikahan.


Rasa tangis, rasa kesal, ingin marah dan rasa menyesali sebuah pernikahan juga sedang di rasakan. Lebih menyakitkan ketika Istri dalam kondisi hamil di anak pertama bagi mereka.


Shella belum pernah merasakan sebuah pernikahan, serta pasang surut sebuah badai dalam sebuah pernikahan, tidak pernah terlampau oleh nya.


Jika belum berada di posisi tersebut. Tidak akan mengerti dengan posisi, yang orang lain rasakan. Shella memang sering berhubungan serta tidur dengan suami orang.


Karena kerja Shella adalah perempuan malam yang bekerja di sebuah Bar. Memang Shella tidak pernah mau tahu, dengan kondisi Istri sah.


Dan bersikap bodoh amat, yang penting bisa menghasilkan uang. Dengan cara instant dan cepat. Bahkan dalam motto hidup Shella tidak mau menikah.


Bersikap seakan bodoh amat. Menjadi labrakan Istri sah, namun Shella tetap tak peduli dan menggubris, tak peduli bagi nya rumah tangga orang lain hancur.


"Gerald bagus dong, berarti aku ini orang hebat, yang bisa menghancurkan rumah tangga orang lain. Heheeeeeeee," membalas isi chat Gerald.


Gerald yang sedang berada di sebuah diskotik tersebut. Langsung membaca bunyi notif chat yang masuk dari Shella.


"Gue akui Loh, benar-benar suhu. Wkwk."

__ADS_1


Gerald membalas isi chat tersebut.


Sebelum nya mereka sudah berunding.


Awalnya Shella tidak mau menghancurkan rumah tangga Toni, namun karena ajakan Gerald akhirnya Shella mau.


Karena Shella juga, sudah menyukai Toni.


Sejak mereka berhubungan di ranjang pertama kali, pesona pria tersebut. Membuat rasa tertarik Shella.


Serta rasa cinta muncul pada nya, saat kedua kali cek ini dengan Toni. Semangat Toni di ranjang, yang menggebu membuat Shella semakin tertarik karena pria itu hebat di ranjang.


"Iya dong, gue kan hebat di ranjang." Membalas chat Gerald lagi, lalu mengatakan pada Gerald. "Gue gak bakal lupa dengan pengalaman di ranjang, bersama Toni." Kata Shella lagi.


"Nah, karena Loh sudah berpengalaman Shella, untuk memikat hati suami yang sudah beristri."


Sedangkan Cinta masih merenung, bahwa bagaimana nasib nya kedepan, di umur 22 tahun. Masa harus menjadi seorang janda dan bercerai dengan suami, di usia muda.


Cinta tidak sanggup lagi, jika nanti balik.


Maka suaminya, akan mengulang kesalahan yang sama lagi, perasaan di lema dan tak berdaya.


"Hy, kok masih nangis saja?" Luci membuka jendela dan gorden jendela kamar Cinta.


"Gak apa-apa, gue juga baru bangun tidur juga ini, gak usah di beresin. Nanti biar aku aja yang bereskan." Melerai Luci untuk membuka jendela nya, karena sebaik itu yang ngasih tumpangan kepadanya.


Luci sebentar lagi berangkat kerja. Menyuruh Cinta, untuk sendiri saja di rumah dulu.


Dan harus hati-hati selama di rumah sendiri karena Cinta adalah Ibu hamil.


Di sisi lain. Toni sudah melacak keberadaan Cinta melalu gps. Rencana nya Toni akan bersama anak buah nya, datang ke lokasi untuk menjemput Cinta.


Cinta memang tidak bisa di hubungi lagi.


Karena nomor hp Cinta, sudah tidak aktif lagi dan menganti nomor hp nya.


Toni bersama 3 anak buah nya. Mendatangi alamat yang di tuju, di mana tempat tersebut sama sekali, tidak pernah di ketahui oleh Toni.


"Kita ke alamat yang di tuju saja." Ujar Toni memerintahkan sopirnya untuk jalan.

__ADS_1


"Iya Pak."


Mereka pun pergi. Toni sudah tidak sabar lagi ingin bertemu Istri, sudah seminggu mereka tidak bertatap muka, ketemuan dan tak saling telponan.


Putus komunikasi, membuat rasa rindu semakin terasa. Toni berharap, sang Istri bisa memaafkan semua kesalahan fatal, yang sudah di lakukan dengan orang lain.


"Aku berharap, semoga kamu memaafkan saya sayang." Gumam Toni dalam hati.


Cinta yang sedang sendirian tertidur nyenyak karena lelah menangis. Luci sudah menasehati sahabat nya tersebut, supaya tidak membuka pintu. Jika ada yang mengetuk pintu.


Tokkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Suara ketukan pintu semakin kencang.


Ternyata Toni dan anak buah nya yang mengetuk pintu tersebut. Cinta ingin membuka pintu tersebut, namun mengingat kembali omongan Luci, jangan di buka jika ada yang mengetuk.


"Aku buka tidak?" gumam Cinta dalam hati.


Suara ketukan sudah lebih 20 kali, akhirnya Cinta membuka pintu tersebut. Betapa terkejut Cinta, ketika membuka pintu yang di dapati suaminya.


Sudah berdiri di depan pintu, lalu Cinta menutup kembali pintu tersebut. Karena Toni sudah ada di situ dan betapa heran Cinta mengapa Toni bisa tahu, alamat tempat dia berada sekarang.


Toni menahan pintu, saat Cinta ingin menutup pintu tersebut, mata nya berkaca-kaca menatap Istri dengan serius saat itu.


"Tunggu ... Sayang, aku minta maaf." Toni bertekuk lutut di hadapan Istri, sambil memegang tangan kedua Istrinya.


Cinta membuang muka. Tidak melihat kearah suami, karena sudah saking benci nya dengan suami nya tersebut.


"Aku benci Kamu ...! Pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi!" kata Cinta sambil menangis.


"Sayang, maafkan aku." Meminta maaf pada Istri dan memeluk tubuh Istri.


"Kamu pikir, dengan pelukan ini. Bisa menenangkan aku ...!" teriak Cinta sambil menampar pipi kanan suami nya tersebut.


Plakkkkkkkkk


Tamparan keras dari Cinta untuk suaminya tersebut.


"Tidak apa-apa, kamu tampar aku Sayang." Kata Toni pada Istrinya.

__ADS_1


"Aku tidak sudi mempunyai suami seperti kamu." Menyesali pernikahan.


__ADS_2