
Acara pernikahan telah selesai, terlihat Toni,Cinta dan anaknya menuju kerumah.
Cinta masih terlihat cemberut dan ingin mengurung diri menjauh dari Toni.
Selama di dalam mobil pun mereka sama sekali tidak cakapan. Cinta membuang pandangan karena tidak mencintai pria itu.
Cinta membayangkan dalam benaknya akan menjumpai pria ini setiap hari di rumah atau pun di kamar. Berharap Alvin lah yang akan menghiasi hari-harinya namun semua terasa tidak lah mungkin.
Cinta masih memikirkan Alvin pria yang dia cintai tersebut. Masih terngiang dalam ingatan nya saat Alvin di hajar oleh body guard suruhan ayahnya sendiri mungkin Alvin kini masih berada di rumah sakit.
Alvin pria yang mendekati nya belum mengetahui bahwa Cinta akan menikah karena masih belum siuman dan pulih karena mengalami pendarahan. Seandainya Alvin tahu tentang pernikahan ini mungkin Alvin lah yang akan menolak pernikahan ini.
Masih terlihat kesedihan di hati Cinta begitu dalam cinta nya pada Alvin. Mereka ingin melaksanakan pernikahan diam-diam dengan Alvin namun keburu ketahuan oleh body guard.
Selama mereka dalam perjalanan. Toni melihat Cinta seperti banyak pikiran dan mencoba memegang bahu istrinya tersebut tetapi Cinta terkejut dan menepis di sentuh pria itu.
"Jangan kurang hajar!! Aku tidak mau di sentuh sedikit pun," ujar Cinta marah sambil melotot mata pria itu.
"Aku sudah menjadi suami, aku bisa menyentuh tangan dan seluruh tubuh kamu."Kata Toni pada istrinya tersebut.
Cinta tidak mau di sentuh walau kini Toni sudah menjadi suaminya. Tidak sudi rasanya mengorbankan segalanya kepada Toni mereka hanya di jodohkan.
Cinta berharap mereka tidak melakukan hubungan seperti pasangan suami istri biasa lakukan. Cinta hanya ingin menjalankan tanggung jawabnya dalam membereskan rumah dan menemani anak Toni supaya tidak kesepian.
Ratih melihat bahwa ayahnya tidak bisa memegang tangan ibu tirinya, langsung memegang pundak ibu sambungnya tersebut dari belakang, sedikit demi sedikit Ratih mulai mengetahui bahwa ibu sambungnya tidak mencintai ayahnya karena pernikahan paksa.
Toni sangat mencintai Ratih namun berbeda dengan Ratih. Tidak ada rasa cinta yang akan meliputi hari-hari nya berharap suatu saat nanti tidak akan pernah mencintai duda anak satu ini.
__ADS_1
"Aku memang sudah menjadi istri kamu,tetapi aku tidak akan menjalankan dalam rumah tangga ini seperti pasangan suami istri pada umum nya lakukan,kamu mengerti ini." Bisik Cinta ketika Toni sedang menyetir.
Toni terdiam saja namun belum waktunya untuk berbicara, masih terlalu fokus dengan menyetir namun Toni mempertanyakan dalam hatinya mengapa Cinta tidak mau.
Pada hal mereka sudah menjadi suami istri bisa saja di lakukan. Tetapi Toni sudah pingin menikmati malam pertama bersama Cinta tetapi butuh waktu untuk menenangkan hati Cinta.
Toni sudah ingin berhubungan suami istri karena sudah lama kebutuhan biologis nya tidak terpenuhi karena istri sudah meninggal.
Kini baru lah Toni berani untuk membuka hati pada perempuan muda dan cantik.
Dengan Cinta berharap keinginan biologis nya bisa terpenuhi, di waktu kapan saja Toni pingin dan meminta pada Cinta yang kini sudah resmi menjadi istrinya tersebut.
Apalagi sudah terlalu lama Toni tidak menikmati berduaan di ranjang tempat tidur,kini waktunya untuk menikmati ranjang tempat tidur bersama istri baru nya yang juga jika malam bisa memuaskan nafsunya sebagai seorang suami.
Sesampai di rumah saat Toni masih di kamar mandi. Cinta yang sendirian dalam kamar meratapi nasibnya sambil melamun sambil membayangkan kini sudah menjadi ibu muda yang tidak mempunyai kebebasan untuk keluar atau sekedar nongkrong bersama teman.
Semenjak ibu nya Cinta meninggal kini dirinya tidak mempunyai teman curhat untuk menceritakan keluh kesah dirinya. Kini Cinta harus beradaptasi sama orang baru yang baru sekali di lihatnya.
Saat Toni keluar dari kamar mandi, mendapati Cinta sedang melamun serta terlihat sendu meratapi semuanya. Muncul lah rasa bersalah Toni dalam hati karena sudah memaksa Cinta menjadi istrinya.
Toni terlalu ambisius ingin memiliki Cinta karena ambisinya tersebut. Apa saja di lakukan nya demi bisa mendapatkan Cinta sebagai istrinya.
"Sayang...Kamu tidak mandi? Soalnya acara nikahan kita sudah satu harian." Toni membujuk Cinta supaya mandi.
Cinta marah meminta pada Toni supaya tidak memperdulikan nya. Ini bukan urusan Toni.
"Kamu tidak perlu terlalu peduli sama saya."Cinta berdiri dari tempat tidur.
__ADS_1
Cinta juga membenci kata-kata sayang yang keluar dari mulut Toni. Cinta meminta pada Toni untuk memanggilnya nama.
"Ti_tidak perlu memanggil saya dengan sebutan Sa_sayang, panggil saja saya dengan sebutan nama." Cinta merasa geli dengan panggilan itu.
Cinta hanya menginginkan Alvin lah yang bisa memanggil nya dengan sebutan itu namun tidak dengan orang lain termasuk suaminya tersebut.
Cinta juga meminta pada suaminya tersebut supaya pisah kamar saja, soalnya Cinta belum pernah satu ranjang dengan pria yang membuatnya sama sekali tidak merasakan adanya kenyamanan.
Butuh waktu untuk satu kamar dengan suaminya tersebut. Baginya harus ada privasi di antara mereka yang tidak perlu di ketahui oleh Toni.
Alasan Cinta pisah kamar karena ingin mengetahui kabar terbaru dari Alvin yang sedang berjuang di rumah sakit. Orang lain tidak akan mengerti dengan perasaan nya.
Cinta terlihat gelisah pikiran masih melayang kemana-mana. Cinta tidak mau Alvin kenapa-kenapa karena pria itu adalah cinta pertama dalam hidupnya.
"Aku meminta kita pisah kamar saja!!"Ucap Cinta.
Toni menolak untuk pisah kamar karena mereka kini sudah menjadi pasangan suami istri. Bagi Toni suami istri harus menyatu dalam satu kamar supaya tidak ada lagi yang di sembunyikan ketika sudah menikah.
"Aku tidak mau kita pisah kamar, kamu sudah menjadi istri aku,jadi tidur di sini saja bersama aku." Jawab Toni memegang tangan istrinya.
"Aku tidak sudi tidur bersama kamu di kamar ini, pokoknya aku tidak sudi sama sekali satu kamar dengan kamu." Cinta memberontak merengek minta pisah kamar.
Toni mengacuhkan saat Cinta merengek pisah kamar. Hal itu tidak akan mungkin di lakukan nya karena mereka sudah menikah dan mereka bisa melakukan pendekatan hanya dalam kamar tersebut.
"Kamu bagaimana sih? Kita ini baru satu kali bertemu, seaturnya dengan satu kamar kita bisa melakukan pendekatan."Kata Toni memegang pipi Cinta.
Cinta tidak mau di sentuh langsung mengangkat tangan Toni dengan kedua tangannya sambil memohon pada Toni.
__ADS_1
"Aku mohon kita pisah kamar saja."Cinta masih berusaha memohon pada Toni supaya di setujui.