Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Alvin Membawa Calon


__ADS_3

Alvin membawa calon kerumah. Ternyata calon Alvin adalah musuh dari Cinta, waktu di sma dulu. Yang mengejek Cinta bahwa ayahnya punya istri muda.


Sejak saat itu Cinta membenci Ara dan Salsa sebagai ibu tiri. Cinta menjadi minder karena ibu tirinya beda 8 tahun darinya.


Alvin sudah berjanji akan membawa calon kerumah. Di pertemuan tersebut berkumpul lah keluarga besar, di situ ada ayah mertua pak Bambang dan Salsa.


Sesampai di rumah Toni. Saat melangkah kan kaki kerumah, Ara melihat sosok wanita yang di kenalnya. Sedang menggendong anak kecil memakai gaun berwarna pink.


"Dia ... Adalah Cinta, musuh ku di waktu dulu sekolah," gumam Ara menghentikan langkah nya dan geregetan.


Cinta melihat Ara, penuh rasa benci saat pertama kali. Ara melangkahkan kaki ke rumahnya tersebut, teringat kembali kenangan 6 tahun yang lalu. Sampai Cinta di keluarkan dari sekolah karena menampar Ara waktu itu.


Cinta yang sudah terbawa emosi waktu itu menampar Ara. Hingga kepala sekolah mengeluarkan Cinta karena orangtua Ara mempunyai saham di sekolah swasta tersebut.


"Ahhhh sialan ... Kenapa harus dia yang menjadi calon Alvin?" gumam Cinta dengan tatapan benci.


Cinta belum bisa melupakan kejadian 6 tahun yang lalu. Kejadian yang sampai sekarang sulit di lupakan, karena Ara benci dengan dirinya. Karena selalu mendapatkan juara satu di sekolah.


Sedangkan Ara mendapatkan juara dua dan orangtua nya, selalu mengekang bahwa Ara harus menjadi juara satu. Ara selalu mencari cara biar dapat juara satu, walau pun pintar namun ada yang lebih pintar dari Arah, yaitu Cinta.


"Kak, ini calon aku." Alvin mengenalkan Ara kepada mereka.


Tetapi Bambang tidak lupa dengan wajah pacar Alvin. Bambang mengingat-ingat lagi dan Bambang teringat, bahwa Ara adalah putri dari seorang presdir.


Bambang tidak pernah lupa kasus Ara dan Cinta. Kejadian 6 tahun berlalu dan sampai saat ini masih teringat dan sangat sulit untuk di lupakan.


"Kamu kan teman seangkatan Cinta?" tanya Bambang, tetapi Bambang masih menjaga harga diri Ara.


Walau pun Bambang mengentahui bahwa yang salah adalah Ara. Bahwa putri nya telah di fitnah sejak dulu, namun Salsa selalu membela Cinta tetapi Cinta membenci Salsa ibu tirinya karena Ara.


"Kamu kan yang pernah berkasus dengan Cinta? Apakah benar ini orang nya Cinta yang dulu memfitnah kamu?" tanya Salsa kepada Cinta, takut salah orang.


"Tidak Mami! Bukan dia orang nya." Cinta menutup-nutupi bahwa itu bukan orang yang memfitnah nya dulu.


Cinta tidak mau mempermalukan Ara di hadapan orangtuanya. Cinta masih menjaga harga diri calon Alvin tersebut, walau pun belum seutuhnya luka di masa lalu bisa sembuh.

__ADS_1


Salsa masih mengingat benar wajah seorang pemfitnah waktu itu. Iya itu benar Ara sampai sekarang raut wajah itu masih sama dan belum berubah.


"Cinta benar ini dia? Kamu lupa dengan orang yang membuat kamu pindah sekolah?" Salsa memperhatikan dengan jelas dengan mendekati wajah Ara. Mengamati wajah Ara dan benar-benar itu orangnya.


Ara mengangguk kepala, seakan belum mengerti apa-apa. Berpura-pura tidak tahu dan berpura-pura tidak kenal dengan Cinta walau mereka satu sekolah.


"Maaf Tante ... Ada masalah apa?" tanya Ara ketika Salsa mengamati wajahnya, Ara seperti ketakutan.


Alvin merasa risih ketika pacar nya di tuding saat itu. Menjadi orang yang membuat Cinta keluar dari sekolah dan tidak mau berpikiran buruk tentang Ara.


"Maaf kamu sekolah di ceria school kan?" tanya Salsa lebih detail.


"Bukan, Tante. Saya sekolah di luar negeri." Pura-pura bersekolah di luar negeri.


"Kamu mirip sekali dengan orang yang mencelakai Cinta? Terus selalu bully Cinta karena punya Mama muda! Terus kamu yang membuat Cinta keluarkan, jangan bohong kamu deh!" kata Salsa.


Bambang mengalihkan pembicaraan bahwa itu bukan murid Sma, yang pernah mau mencelakai Cinta. Hanya sebatas mirip saja dan tidak lebih.


"Sayang ... Mungkin hanya sebatas mirip saja dan tidak lebih," jawab Bambang terhadap istri.


"Mungkin hanya mirip saja, ayo masuk kedalam." Toni menyuruh masuk kedalam dan mereka duduk di meja makan.


Cinta sudah menyiapkan makan malam untuk menyambut tamu. Ara adalah tamu mereka pada malam ini, namun Salsa masih kurang percaya bahwa itu bukan lah sang pemfitnah waktu sma.


Salsa membenci Ara. Karena Cinta jadi membenci Salsa, sebab karena di bully oleh Ara. Pacar Alvin itu membuat Cinta jadi malas berangkat sekolah waktu itu.


"Hay ..." Cinta menjabat tangan Ara, sambil tersenyum manis. Pura-pura tidak saling mengenal di masa lalu.


"Hy perkenalkan nama aku Cinta."


"Perkenalkan Ara ..." Ara menjabat tangan Cinta kembali.


Ara memperkenalkan diri ke keluarga besar Alvin. Semakin membuat Salsa berpikir dan mengingat, bahwa yang bikin pindah sekolah dulu Cinta namanya juga Ara.


"Araaaaaaaaa ..." Salsa belum lupa dengan nama orang yang membenci Cinta.

__ADS_1


"Iya, Mam. Namanya Ara ..." Alvin menjelaskan kembali.


"Ohhhhh."


"Sudahlah sayang ... Tidak perlu di pikirkan kali." Bambang menyuruh Salsa untuk diam saja dan tidak perlu mengomentari yang terjadi.


Ara semakin malu, saat Salsa masih mengingat nama dan kesalahan nya, bahkan Ara tidak mampu menatap wajah Cinta, Salsa dan Bambang.


"Hy Ara, dengar-dengar kamu calon Alvin adik saya?" tanya Toni kepada Ara.


"Iya, Kak." Ara bersikap sopan kepada Toni selaku bentar lagi, menjadi calon kakak iparnya tersebut.


"Kalau begitu kamu anak nomor berapa?" tanya Toni ingin tahu.


"Saya anak ke 2 Kak Toni."


Toni meminta Ara untuk makan lebih banyak di rumah tersebut. Mereka sudah hidangkan makanan enak dan khusus yang memasak adalah istri sendiri.


"Ini masakan istri saya sendiri. Silahkan di makan Ara." Toni menyuruh mereka untuk makan, yang tersedia di meja makan malam itu.


"Silahkan makan Sayang, anggap saja seperti rumah sendiri," sambung Alvin menyendok makanan ke piring Ara.


Salsa menjadi cengengesan sendiri, saat Alvin mengambilkan makanan untuk kekasih nya tersebut. Terlalu lebay di depan orangtua harus di jadikan seperti ratu.


"Dasar manja," gumam Salsa dalam hati sambil main mata dengan Cinta.


Cinta menoleh kearah ibu tirinya tersebut, yang sudah memberikan kode, supaya melihat kearah Ara. Cinta memperhatikan Ara saat makan, bahkan Ara tidak mau menatap wajah Cinta dan Salsa saat itu.


"Lihat itu ... Kamu masih ingat?" bisik Salsa di telinga anak tirinya tersebut.


"Aku masih ingat ..." Cinta membalas kembali dengan bisikan.


"Tetapi mengapa dia tidak mengaku, bahwa dia mengenal engkau?" tanya Salsa kepada anak tirinya.


"Entahlah Mam."

__ADS_1


__ADS_2