Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Pertemuan Toni Dan Gerald


__ADS_3

Toni mengajak Gerald untuk bertemu disebuah cafe. Tetapi Gerald tidak mau semakin membuat kemarahan Toni meledak-ledak.


Toni mendatangi Gerald kerumah, mau memberikan pelajaran dengan mengajak para body guard kesana.


"Turun dari mobil... Hajar dia! Orang seperti itu tidak pantas untuk lepas," mengepal tangannya dengan erat.


"Baik kami akan turun." Para body guard turun dan mengetuk pintu Gerald.


Tokkkkkkkkkkkkkkkkkk


Gerald tidak membuka pintu.


"Pak, mengapa tidak ada yang membuka pintu?" salah satu body guard mendatangi Toni yang sedang menunggu dalam mobil.


"Buka paksa saja pintu rumahnya, orang seperti itu harus kita beri pelajaran," pria itu segera turun dari mobil.


Ternyata Gerald sudah melihat dari cctv,


ternyata Toni yang datang dengan para body guard. Gerald semakin terlihat panik menyuruh pembantu untuk membuka pintu.


"Bibi Sariiiii." Teriak Gerald dari kamar.


"Ada apa Pak?" tanya Bibi Sari nyamperin


Gerald.


"Buka pintu Bi dan bilang saya sedang tidak ada di tempat." Gerald memberi perintah, lalu Gerald sembunyi di ruangan pribadi yang tidak diketahui orang lain keberadaan ruangan tersebut.


"Baik Pak." Kata Bibi Sari.


Bibi Sari menghampiri orang yang datang.


Untuk menjalankan perintah Gerald untuk memberitahu bahwa Gerald sudah tidak tidak ada dirumah.


"Selamat pagi Pak, ada yang bisa saya bantu." Sapa Bibi Sari.


"Saya mencari bos kamu! Mana bos kamu? Beritahu saya dimana keberadaannya?" tanya Raffa dengan lantang.


Masalah mereka berdua belum selesai.


Menyangkut urusan rumah tangga yang belum terselesaikan karena ulah Gerald.


"Pak. Bos sedang keluar!" jawab asisten rumah tangga sambil menunduk.

__ADS_1


"Bohong kamu! Saya melihatnya seperti ada di dalam," menyuruh seluruh anak buahnya untuk menyergap Toni.


"Cari dia sampai dapat...." Kemarahan Toni semakin memuncak.


Gerald yang mengawasi dari cctv melihat seorang berkepala dingin. Sudah ingin menghabisinya. Gerald ketakutan berada dalam ruangan privasi tersebut.


" Aduh! Bagaimana, jika aku ketahuan," gumamnya dalam hati kecilnya.


Toni mencari ke seluruh ruangan, mereka tidak juga menemukan Gerald di sana.


Seingat Toni saat dulu mereka bertamu keruangan tersebut.


Gerald pernah bercerita bahwa dalam rumah tersebut, mempunyai ruangan privasi keluarga di sekitar pintu.


"Kalau tidak dapat! Aku tahu ruangan privasinya, cari di tepi pintu!" memerintahkan anak buahnya untuk turun mencari ruangan pribadi tersebut.


Istri Gerald sudah pulang kerumah orangtuanya. Ketika mereka berantam hebat waktu itu, dua hari yang lalu istrinya kabur dari rumah namun Gerald belum mencarinya.


Akhirnya mereka menemukan ruangan pribadi dekat ruang tamu, dibelakang brangkas mereka menemukan dinding.


Dari dinding tersebutlah ada remote yang bisa membuka pintu tersebut, remote di pegang oleh Gerald dan di pegang oleh Bibi Sari.


Bibi Sari yang ikut mendampingi berjalan di belakang, ternyata ikut panik saat mereka mengobrak-abrik rumah tersebut.


"Maksudnya?" tanya Bibi Sari sudah mulai takut ketahuan, bahwa Bosnya bersembunyi di ruangan pribadi.


"Bibi ! Saya tahu bahwa Bos anda bersembunyi di dalam ruangan pribadi!" AMARAH TONI Ngelunjak.


Bibi Sari ketakutan dan memberi kunci ruangan yang tidak diketahui oleh orang lain tersebut.


"Pak, sebenarnya Bos saya bersembunyi didalam ruangan pribadi ini." Bibi Sari berterus terang dengan keadaan yang sebenarnya.


"Hmm kenapa anda tidak jujur dari tadi!" jawab body guard tersebut sambil mengangkat tangan ke pinggang.


Toni langsung masuk kedalam ruangan pribadi tersebut, ketika Gerald sedang tertidur menjadi terbangun karena pintu telah berhasil di buka oleh Toni.


Gerald ketakutan namun mencoba bersikap santai. Untuk mengatasi masalah bersama temannya tersebut.


"Ada apa?" tanya Gerald seakan tidak tahu.


"Kamu bilang ada apa? Tolong ngacak kamu sedikit! Kamu mengirim foto saya ke istri saya! Saat bersama wanita malam yang kamu berikan itu ke saya!" ucap Toni lalu menendang kaki Gerald dan menghajarnya.


Gerald babak belur, wajah bengkak, mata di tumbuk oleh Toni, hingga nyaris hampir hilang nyawa. Kalau bukan karena kasihan sama anak-anak Gerald.

__ADS_1


Toni akan menghabisi nyawanya, namun pertama kali. Toni masih mempunyai rasa kemanusiaan terhadap pria tersebut.


"Aku tidak akan menghajar kamu! Karena kamu masih mempunyai anak, tetapi saya memperingatkan kita putus hubungan kerja sekarang!" sejak saat itu Toni memutus hubungan kerja dengan Gerald.


Toni membuat Gerald menjadi jatuh .


Tidak akan di pastikan perusahaan yang di kelola oleh Gerald akan berkembang, karena siapa pun yang menjadi penghianat dalam hubungan pertemanan, suami dari Cinta ini tidak segan-segan akan membuat bangkrut seseorang.


"Aku bisa saja membuat kamu tidak mempunyai harta!!! Tetapi aku ingin bertanya atas dasar apa kamu mengirim video tersebut ke istri aku?" tanya Toni ingin tahu alasannya.


Gerald benci dengan kebahagiaan yang kini sahabatnya rasakan tersebut. Mempunyai istri muda cantik dan penyayang, rumah tangga yang akur.


Sedangkan Gerald selama menikah sering ribut dengan istri, karena istri sering salah paham mencurigai Gerald dengan wanita lain.


Pada hal selama berumah tangga, Gerald tidak pernah selingkuh. Karena dikekang oleh sang istri semakin membuatnya ingin berselingkuh dan dari situlah Gerald mulai bermain dengan wanita lain di belakang tanpa sepengatahuan istri.


Di rumah Gerald tidak mendapatkan kenyamanan dari istri. Karena istri selalu over thinking padanya membuat Gerald menjadi tidak nyaman.


Semenjak dimulai dari over thinking istri berlebihan. Membuat rumah tangga mereka menjadi sering ribut dan jarang akur.


"Aku iri pada rumah tangga kamu Ton ... Kamu bisa dapat istri cantik, penyayang,baik dan pintar." Lalu Gerald melanjutkan lagi mengenai rumah tangganya. " Sedangkan rumah tangga aku selalu begini, berantakan sekali." Jawab Gerald dengan suara parau.


Toni sama sekali tidak peduli, meminta kepada Gerald untuk mengakui bahwa dirinya sudah menjebak Toni pada saat malam tersebut dan meminta untuk membersihkan nama baik di depan istrinya.


"Aku tidak peduli! Kamu bersihkan nama saya di hadapan istri saya." Ancam Toni kepada Gerald.


Gerald memohon untuk hubungan bisnis mereka jangan berhenti kerja sama.


Gerald tidak mau kehilangan orang yang sudah berperan penting dalam perusahaan tersebut.


Menginginkan milik Gerald sukses dan lancar seperti usaha milik Toni yang sukses.


"Tolong jangan hentikan kerjasama diantara kita." Ujar Gerald kepadanya memohon.


"Aku tidak peduli! Mulai detik ini kita berhenti untuk saling bekerja sama."


Gerald akhirnya menerima kenyataan tersebut. Nasib sudah menjadi bubur dan tidak bisa lagi di ulangi.


Andai waktu itu, Gerald tidak berbuat kesalahan mungkin Toni masih care padanya sampai sekarang.


Kini Gerald berusaha untuk tidak emosi karena Toni sudah terbawa emosi juga.


Kemarahan Toni sudah diambang batas kesabarannya selama ini.

__ADS_1


.


__ADS_2