
Setelah Toni pulang dari luar kota suami istri ini memulai chemistry mereka. Soalnya sudah satu bulan tidak saling romantis karena Toni berada di luar kota.
Saat anak sudah tertidur pulas pada saat malam hari. Mereka kembali menjalankan aksinya sebagai pasangan yang sudah sebulan tidak tidur seranjang.
Mereka mempunyai kamar cadangan untuk romantis di ranjang. Sebab kamar pribadi mereka takut menganggu anak yang sedang tertidur pulas, karena kedua putri mereka masih satu kamar dengan mereka.
"Sayang kemari ..." Toni memapah Cinta untuk masuk ke kamar cadangan.
"Iya, Sayang."
Cinta sudah berpakaian seksi menuruti keinginan suami. Memintanya untuk memakai baju seksi di malam hari saat baru pulang dari luar kota, sambil tersenyum Toni menatap kearah Cinta dengan penuh rasa sayang.
"Sayang kamu cantik sekali dengan memakai baju seksi itu," kata Toni mulai mengelus leher istrinya.
"Sayang hentikan ..." Cinta mulai merangsang saat Toni mencium bagian lehernya. Toni mulai menggerogoti tubuh Cinta secara berlahan-lahan, sebab sudah satu bulan tidak mendapatkan nafkah batin yang ditahan oleh Toni.
"Sayang nikmati saja permainan ini," ujar Toni meremas gunung kembar.
__ADS_1
Beginilah jika pasangan suami istri sudah satu bulan tidak bertemu. Dikamar bagaikan malam pertama bagi pasangan ini menikmati asmara di atas ranjang.
"Auhhhhhh pelan-pelan, Sayang." Cinta mendesak karena Toni meremas dengan kuat bagian gunung kembar tersebut.
"Kenapa sayang?" tanya Toni lalu mencium kening bagian depan Cinta.
"Sakit tetapi kamu menikmatinya kan Sayang malam ini?" tanya Toni yang percaya bahwa istrinya menikmati.
Asmara diatas ranjang kembali di mulai mereka sampai basah-basahan di atas ranjang karena semangat. Toni semangat menggebu walau sudah punya dua anak sebab Toni ingin menambah anak lagi dari Cinta.
"Mari kita tancap gas, buat dedek lagi Ratih dan Ceri lagi, Sayang." Toni sambil bercanda kepada Cinta.
"Hmmm ingat anak kamu masih satu tahun dua bulan, tidak mungkin langsung berikan dedek," jawab Cinta.
Prinsip Cinta dan Toni berbeda. Suaminya ingin nambah anak lagi dan Cinta belum mau menambah anak karena mengingat Ceri masih kecil. Masih butuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya.
"Gak apa-apa, banyak anak banyak rezeki untuk kita," ucap Toni memang sudah menginginkan banyak anak.
__ADS_1
"Jangan dulu pokoknya deh!"
"Oke deh, Sayang."
Toni menuruti keinginan Cinta belum mau mempunyai anak. Sebab istri yang lebih tahu bagaimana rasanya melahirkan dan berjuang menjaga anak dalam kondisi hamil.
"Kalau kamu mah tahu buat saja, coba Istri merasakan sakit dan hamil selama sembilan bulan," ujar Cinta sambil tersenyum.
"Hmmm semakin panjang pembahasan kita sayang."
Toni memang mengerti bawa melahirkan itu sakit. Maka dari itu Toni tidak bisa memaksakan kehendaknya berlebihan sebab yang merasakan itu semua adalah Cinta saat melahirkan.
Mereka pun tancap gas sama-sama saling rindu satu sama lain. Selama di luar kota Toni menahan nafsunya dan tidak melampiaskan ke yang lain karena ingat pesan istri jangan pernah selingkuh selama di luar kota dengan perempuan lain.
"Sayang aku mau tanya? Selama di luar kota kamu ada selingkuh?" tanya Cinta kepada suaminya tersebut.
"Tidak ada sayang, aku hanya mau kamu seorang dan bukan orang lain." Toni sudah tidak mau lagi selingkuh walau pun waktu itu sempat khilaf.
__ADS_1