Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Ulang Tahun Ceri Yang Pertama


__ADS_3

Hari ini anak kedua Toni akan berulang tahun yang pertama. Cinta di suruh suami untuk memilih bagian untuk dekor di hari ulang tahun anaknya tersebut.


Cinta tidak suka berfoya-foya, Cinta meminta kepada suami. Untuk membuat acara anak yang sederhana saja, tidak perlu mewah dan berlebih. Buat Cinta yang penting sehat saja sudah membuatnya bahagia.


Kebahagiaan seorang ibu selaku orangtua melihat anak tumbuh dan aktif. Adalah kebahagiaan utama seorang ibu, kini Ceri sudah bisa berjalan, ngoceh serta aktif sehingga membuat orang yang menjaga terkadang kelelahan.


"Sayang pilih dong tema hiasan yang cocok untuk ulang tahun Ceri. Nanti akan kita rayakan di hotel mewah," Toni bahagia.


"Tidak perlu mewah sayang. Sudahlah kita buat di rumah ini saja, acara kecil-kecilan karena aku tidak suka buang-buang uang nantinya." Cinta adalah tipe mama hemat tidak mau foya-foya.


"Sayang ulang tahun Ceri adalah pertama kali loh. Kita harus buat dong acara ulang tahun tersebut mewah," gerutu Toni terhadap Cinta sebab pemikiran mereka tidak sama.


"Aku tidak melarang namun aku tidak suka dengan kemewahan."


"Jangan samakan dong sayang ..."


Toni tidak suka jika istri menyamakan prinsipnya, dengan prinsip suami. Pemikiran mereka tidak sama, Toni hanya ingin membahagiakan anak dengan memberikan yang terbaik sedangkan Cinta ingin mengajarkan anak arti kesederhanaan.


"Sayang aku hanya ingin suatu saat nanti anak kita menjadi sederhana, suatu saat nanti jika kita terlalu membikin hidupnya terlalu mewah jadi manja, lebih baik dari dini deh anak dididik." Cinta mengomel kepada suaminya tersebut.


"Aku ini seorang Ayah, sebagai seorang Bapak dari anak-anak. Ayah mana yang tidak ingin memberikan terbaik dengan anak? Anak menangis minta di belikan sesuatu aja, kami sebagai pria ini mudah menuruti semua keinginan anak." Toni tidak seperti itu karena soal anak, Toni mudah luluh dan menangis jika anaknya menderita.


"Pokoknya aku mau buat acara sederhana saja dan tidak bisa di tolak! Titik ..." Cinta mempertahankan pendapatnya.


"Aku tetap juga mempertahankan, harus di hotel mewah!" kata Toni juga tidak mau mengalah, masa setiap anak ulang tahun di selenggarakan di rumah mulu.

__ADS_1


Akhirnya mereka ribut dengan tempat ulang tahun Ceri. Toni ingin di hotel sedangkan Cinta ingin di rumah, mereka tidak satu pendapat dan argumen mereka beda-beda sebagai orangtua.


Tahun lalu Toni sudah mengalah, ulang tahun Ratih di adakan di rumah. Waktu itu Toni meminta di adakan di hotel, namun Cinta mengarahkan supaya di rumah saja.


Toni mengalah dengan hal tersebut namun mengenai hal ini. Toni tidak bisa mengalah lagi karena Ceri berulang tahun masih ke 1 tahun, sebagai orangtua Toni ingin menjadi ayah yang baik dengan memberikan pesta ulang tahun yang mewah ala-ala princes yang rancang oleh kepercayaannya.


Hal inilah yang membuat Cinta sering marah sama suami. Mereka tidak satu pemikiran dalam mengarahkan anak, kalau Toni lebih menuruti keinginan anak sedangkan Cinta ingin mengubah pola pikir anak menjadi lebih baik.


"Pokoknya aku mau di hotel! Kan tahun lalu aku sudah menuruti keinginan kamu, sekarang saatnya kamu yang menuruti keinginan aku." Toni meminta Cinta untuk menuruti keinginannya.


"Aku tidak mau, pokoknya mau di rumah ulang tahunnya, bahwa dia anak aku jadi suka aku."


"Jadi gimana dengan aku? Aku ini Ayah dari anakku." Toni ngotot karena istri.


Ratih mendatangi kedua orangtuanya tersebut, saat mengendong adiknya melihat Mama dan Papa berdebat.


"Papa dan Mama kenapa? Kok jadi ribut perasaan tadi adem saja?" tanya Ratih kepada keduanya, yang sudah cemberut dan membuang muka tersebut.


"Nih lihat Papa kamu ... Mau buat acara di hotel mulu, nampak banget dari dulu hidupnya mewah, sedangkan Mama ingin acara ulang tahun adik kamu di rumah tidak perlu di hotel." Cinta masih mengomel mengambil Ceri dari pelukan Ratih.


"Udah Ma dan Pa. Jangan ribut karena hal itu kan bisa di buat dua tempat, satu di hotel dan satu di rumah," jawab Ratih dengan cerdas dari pada keduanya meributkan tempat dan supaya sama-sama adil.


" Nah ide yang bagus tuh. Dua tempat di adakan acara ulang tahun," ujar Toni kepada anaknya, ternyata Ratih pintar juga mencari jalan solusi bagi keduanya.


"Mau buat dua acara? Semakin banyak tempat semakin besar biaya." Cinta memprotes tidak perlu membuat dua tempat karena menghamburkan uang.

__ADS_1


Cinta akhirnya mengalah, dari pada menghabiskan uang. Dengan dua tempat acara ulang tahun, akhirnya mengikuti kemauan suaminya untuk membuat acara ulang tahun di hotel.


"Jadi gimana menurut kamu sayang? Kamu tidak mau dua tempat, sedangkan menuruti keinginan saya, kamu saja tidak mau sama sekali." Protes Toni terhadap istrinya tersebut karena bawel.


"Ya sudah deh! Buat di hotel ..." Cinta pasrah namun hatinya belum ikhlas, bawa kalah karena keinginannya tidak tercapai.


"Nah gitu dong, kamu sungguh baik sekali sayang." Toni mendekati istrinya dan mencium kening istri.


"Papa jangan romantis di sini, aku anak kecil Pa!" ujar Ratih protes melihat Papanya mencium mamanya.


"Anak Papa ingin di cium juga, sini Papa cium Nak." Toni mendekati Ratih mencium kening Ratih.


Ratih memang seperti itu jika cemburu terhadap mama. Selalu memilih diam wajahnya cemberut karena merasa seperti tidak di sayang oleh Papanya.


"Nah gini dong Pa ... Jangan cuma Mama saja yang di manjakan." Ratih sudah bisa memprotes.


"Hmm sayang, Mama ini tidak selalu mendapatkan perhatian Papa kamu loh Sayang." Cinta senyum kepada Ratih.


"Nah ini anak sama Mama sama saja, mudah cemburuan. Pantas perempuan itu mempunyai sifat yang sama, mudah merajuk dan mudah marah." Toni menertawakan ternyata sifat anak perempuannya sama Cinta sama saja, sama-sama tukang ngambek dan merajuk.


"Wajar suatu saat kamu akan memahami bagaimana caranya memahami hati ketiga perempuan yang kamu sayang. Yaitu anak-anak kamu dan aku." Cinta tersenyum sama suami, sebentar lagi beban yang di pikul suami akan terasa berat. Berat untuk mengerti perasaan dan mempelajari sifat ketiga perempuan yang ada dalam rumah tersebut.


"Hahaha jika anak dewasa, aku yang di keroyok sebagai Ayah. Harus mengerti dengan kemauan anak," kata Toni merasakan akan ribetnya nanti, menghadapi 3 wanita yang ada di rumah.


Pastilah ketiga wanita yang di rumah tersebut tidak akan mudah mengalah. Ingin di mengerti dengan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2