
Toni mulai mencurigai hubungan keduanya.
Setiap di dekatnya selalu merasa kaku untuk berbicara serta tidak terlihat ada suara obrolan di antara keduanya.
" Kalian berdua mengapa tidak pernah mengobrol?" tanya Toni pada kedua nya saat di meja makan.
" Buat apa mengobrol saat makan?" berpura-pura mengalihkan pembicaraan.
Alvin dan Cinta tidak mau hubungan tersebut di ketahui oleh Toni. Mereka memang sudah tidak ada kedekatan lagi namun rasa cinta keduanya masih ada untuk saat ini.
" Kak,,, sudah mari makan, tidak baik mengobrol di meja makan." Jawab Alvin menikmati paha ayam goreng sambal tersebut.
" Hmm ngobrol, supaya terlihat tidak kaku di antara kalian berdua." Toni malah menganjurkan untuk mengobrol di antara mereka berdua.
" Hmm akan kami coba kak."
" Hmm tetapi jangan coba-coba, untuk menggoda kakak ipar, kakak ipar kamu ini hanya untuk abang, kalau tidak abang akan menonjok kamu." Memperlihatkan tangannya untuk menonjok Alvin.
Sangat sayang begitu kah Toni terhadap Cinta. Yang tidak mau kehilangan orang yang paling di sayangnya tersebut seumur hidupnya.
" Baiklah lah kak... Buat apa aku mencintai kakak ipar," berpura-pura tidak suka, padahal hatinya menyukai kakak ipar.
Hubungan mereka memang pahit untuk di kenang, harus kandas karena terpisah untuk saat ini, saat abangnya menikahi Cinta.
Kini Cinta sudah menjadi kakak iparnya, tetapi rasa di antara keduanya masih ada, mereka juga sering mencuri kesempatan ketika kakaknya tidak ada dengan berpelukan dan berciuman di dalam kamar.
Alvin meminta hal itu pada Cinta, namun tidak berani meminta yang lain dari Cinta karena pria itu tahu bahwa kini sudah ada batasan di antara mereka.
Cinta pernah meminta Alvin untuk menodainya di atas ranjang, tetapi Alvin menolak karena sadar kini Cinta sudah menjadi istri abangnya.
__ADS_1
Tetapi Cinta tetap memaksa, tetap saja Alvin kekeh dengan pendirian dan memang tidak mau sama sekali menikmati nya.
Akhirnya Cinta pasrah saja dan tidak memaksa lagi, segala keinginannya dan berharap Alvin menodainya di atas ranjang.
Toni hendak berangkat kantor mereka ke kamar berdua, untuk berciuman lagi tetapi Toni sudah seminggu ini menaruh curiga pada keduanya, ketika baby sister melaporkan bahwa istrinya sering berduaan di dalam kamar dengan Alvin.
Awalnya Toni tidak percaya, tetapi semakin kesini Toni semakin percaya akan hubungan tersebut, dengan sikap mereka berdua yang tergolong kaku ketika mengobrol.
Toni tidak kekantor tetapi menunggu di luar pagar, sampai mendapatkan kabar dari pembantunya yang di suruh untuk mengawasi mereka berdua, jika ke kamar berdua di minta untuk melaporkan hal tersebut pada Toni.
" Pak, ibu dan Alvin berduaan di dalam kamar." Melaporkan kejadian tersebut.
" Serius kamu, mereka berduaan di dalam kamar sekarang, baiklah kalau begitu saya akan masuk kesana untuk menangkap basah mereka, terima kasih bibi akan informasinya." Ucap Toni pada asisten rumah tangga tersebut.
Toni segera memarkirkan mobilnya di garasi rumah, namun tidak mengklakson seperti kebiasaannya setiap pulang kerja.
Segera menuju lantai dua untuk menangkap basah keduanya yang sedang di dalam kamar yang sedang berciuman di dalam kamar.
Mereka berciuman dan saling berpelukan membuat marah Toni pada keduanya. Bagi Toni mereka sungguh hebat melakukan ini saat dirinya tidak ada di rumah.
"Sudah ku duga, dari awal aku sudah mencurigai hubungan kalian ini, tega sekali kalian ini dengan aku, sampai kalian sejahat ini pada aku." Toni tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Alvin dan Cinta terkejut dengan kedatangan Toni. Mereka mengira bahwa Toni sudah pergi kekantor, nyatanya Toni memergoki mereka yang sedang berduaan dalam kamar.
Cinta takut suaminya marah padanya, sebagai seorang istri yang sudah berbuat salah berusaha membujuk suaminya tersebut.
" Sayang maafkan aku, kami ini tidak ada hubungan, tanpa sengaja bibir aku bisa bersentuhan dengannya." Cinta berusaha mencari alasan lain.
" Kamu bilang seperti itu padaku, berusaha untuk menepiskan itu, aku melihat sendiri kalian berciuman mesra, asal kamu tahu sayang? Aku menaruh cctv tersembunyi di sini agar kamu tidak tahu dan diam-diam untuk mengawasi kamu dengan cctv! Tega kamu sayang! Sungguh jahat dirimu padaku." Toni tidak bisa membayangkan akan mendapatkan luka yang separah ini.
__ADS_1
" Aku hanya sekedar cerita! " Cinta membohongi suaminya tersebut.
" Diam kamu ! Beginilah caramu terhadap aku, aku sudah berbuat baik pada kamu tetapi kamu tega membohongi aku, dasar jahat kamu." Saat Toni memarahi istrinya, dirinya sudah tidak kuat lagi, jantungnya terasa sakit akibat masalah tersebut.
" Sa_ Sayang dengarkan aku ! Aku tidak pernah membohongi kamu." Cinta berteriak seakan tidak bersalah.
" Ada hubungan apa di antara kalian? Tolong katakan jujur padaku? Ada hubungan apa kalian?" berteriak kembali bertanya macam seperti orang gila .
" Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa! Aku jujur pada kamu sayang." Menjawab pura-pura jujur.
Cinta kembali membohongi suaminya dan tidak mau membicarakan masa lalunya dengan mantan kekasihnya tersebut.
" Biar aku saja yang berbicara..." Sambung Alvin.
Alvin akhirnya membuka pembicaraan mengenai rumor yang di dengarkan kakaknya tersebut dari orang lain, bahwa kedua nya mempunyai hubungan spesial di masa lalu.
" Ya!!! Jelaskan!!" Toni menyuruh untuk menjelaskan.
" Baik, aku akan menjelaskan semuanya."
" Aku dan Cinta... Memang mempunyai hubungan spesial, dulunya kami pernah pacaran dan aku pernah membawanya kabur, bahwa aku mendengar dari Cinta sendiri bahwa dia akan di nikahkan dengan pria lebih tua darinya, aku tidak tahu siapa yang dia maksud? Ternyata saat aku membawa Cinta kabur ke sebuah desa terpencil, ternyata kami di cari oleh body guard padahal waktu itu." Alvin lanjut bercerita panjang lebar. "Pada hal pada waktu itu kami sudah merencanakan pernikahan di desa terpencil tersebut, namun orang suruhan ayahnya Cinta menemukan kami dan membawa Cinta untuk pulang. Lalu Cinta di paksa menikah sedangkan aku, kepalaku dibenturkan oleh mereka dan di siksa oleh mereka." Alvin menangis menceritakan kejadian di masa lalu.
Mendengarkan pengakuan Alvin, membuat Toni ada perasaan bersalah karena sudah menghambat kisah cinta kedua orang tersebut dan memisahkan mereka.
" Aku memisahkan kalian, maafkan aku, andai aku tahu bahwa Cinta adalah milik kamu adik aku! Mungkin aku tidak akan merebutnya dari kamu." Toni menangis dan bertekuk lutut di hadapan adiknya untuk meminta maaf.
Toni sudah gagal menjadi seorang abang.
Yang tidak tahu tentang adiknya dan terlalu memaksakan kehendaknya sendiri.
__ADS_1
Toni menyesali perbuatannya dan mengaku salah telah berbuat salah pada Alvin, bahwa kesalahan tersebut tidak dapat di tebusnya lagi.