Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Mama Antar Sekolah


__ADS_3

Cinta mengantar Ratih pergi sekolah sedangkan suami lagi keluar negeri karena ada urusan bisnis. Tetapi karena Ceri sudah bisa dibawa kemana-kemana.


Cinta lah yang mengantar Ratih setiap pagi berangkat sekolah. Bukan pak Indra lagi karena Cinta berpendirian ingin anaknya dekat kepadanya, walau Ratih bukan anak kandungnya.


Sebagai ibu sambung, Cinta sudah berjanji akan memberikan yang terbaik. Buat anak sambungnya tersebut. Cinta tidak mau di cap sebagai ibu tiri yang kejam oleh anak sambungnya tersebut.


"Ratih, ayo berangkat. Nanti telat sayan," kata Cinta mengendong Ceri, memegang tas Ratih di sebelah kanan.


"Bentar Ma, tali sepatu Ratih lepas," Ratih memasang tali sepatunya yang lepas.


"Tadi kan sudah Mama pasang? Jangan Gretel sih sayang, kan jadi lepas!" kata Cinta sambil mengomel sama Ratih.


Ratih memang begitu anaknya, aktif dan gretel bahkan tidak bisa diam. Hal tersebutlah yang membuat Cinta ingin marah, namun Cinta sadar namanya anak-anak lagi masa aktifnya.


"Lepas lagi dong, Ma. Kan, Mama tahu kalau Ratih ini lasak anaknya,"

__ADS_1


"Hmm jangan lasak dong sayang, nanti disekolah. Ikuti pelajaran guru dan jangan tidur." Nasehat seorang ibu untuk anaknya tersebut.


"Gak kok, Ma. Tenang saja Ratih tidak akan lasak," jawab Ratih sambil tersenyum.


"Nah bagus kalau begitu," jawab Cinta sambil mengacungkan jempol.


"Ratih anak yang baik kok, Ma. Jika Ratih tidak baik. Ratih tidak akan mungkin mendapatkan juara umum dan juara satu," kata Ratih dengan membanggakan diri.


"Nah begitu dong, anak Mama harus percaya diri dan rajin belajar," ujar Cinta lalu memegang tangan anaknya tersebut.


Kini saat telah menjadi seorang ibu, Cinta semakin menjadi ibu hebat. Sangat telaten dalam menghandle anak-anaknya sebab suaminya hanya meminta kepada Cinta untuk mengurus anak-anak saja dan mendidik anak-anak, untuk urusan pekerjaan rumah biar Bibi Gina yang mengerjakan bersama asisten rumah tangga lain.


"Papa minggu pulang, Nak."


"Lama banget Papa pulang minggu, Ma."

__ADS_1


"Iya sayang, sabar."


Di perjalanan hendak berangkat sekolah sambil menyetir mobil, Cinta juga memangku anaknya Ceri. Akhirnya tibalah mereka sampai di sekolah Ratih dan Cinta langsung turun, membawakan tas anaknya.


Ratih diantar Cinta sampai di dalam kelas lalu Cinta pamit kepada putri sambungnya tersebut. Cinta sudah macam ibu kandung yang mengurus Ratih dengan sangat teliti dan sigap.


"Sayang masuklah ke kelas, baik-baik sekolahnya, Sayang." kata Cinta kepada Ratih saat mau masuk sekolah sambil mengelus rambut anaknya.


"Mama, Ratih masuk dulu, bye Mama dan adek." Ratih melambaikan tangan.


"Sayang, kamu jangan langsung pergi begitu dong! Cium dong pipi Mama dan adik," panggil Cinta terhadap anaknya.


Ratih langsung mencium mama dan adiknya tersebut. Si adik sangat harum kepalanya ketika di cium, Ratih di peluk oleh mama Cinta.


"Ma, sudah Ratih cium. Ratih masuk ke kelas dulu," Ratih melambaikan tangan lagi kepada kedua orang yang sangat Ratih cintai.

__ADS_1


Cinta pun balik dari sekolah kini perjalanan menuju ke toko bunga. Sebab Ara ulang tahun tepat di hari ini, sebagai kakak ipar yang baik Cinta ingin memberikan yang terbaik buat adik ipar.


Cinta akan memberikan kejutan istimewa di hari ulang tahun Ara.


__ADS_2