
Anggota baru telah datang dalam keluarga mereka tersebut. Anak kedua mereka telah lahir, setelah penantian selama 9 dua hari telah lahir.
Mereka memberi nama anak tersebut dengan nama Ceri Andira. Usulan nama Ceri dari Toni dan usulan nama Andira, diberikan oleh Cinta sejauh ini, mereka jauh-jauh hari sudah mempersiapkan nana untuk anak mereka yang akan lahir tersebut.
"Maaaa, Ratih boleh kah gendong adik sebentar saja?" kata Ratih, meminta izin kepada Mama.
Soalnya kepala si adek masih lentur dan lembek. Cinta mengizinkan namun di bantu oleh Cinta, soalnya masih bayi takut terjadi apa-apa.
Ratih juga kurang paham cara mengendong adik bayi, karena Ratih baru pertama kali mengendong si adek bayi. Ratih senang kini ada teman yang bisa di ajak untuk bermain jika telah besar.
"Boleh sayang, tetapi pelan-pelan." Cinta mengangkat Ceri, menaruh nya pelan-pelan di paha Ratih.
"Yeee, akhirnya. Bisa gendong dedek bayi Ratih." Ratih mengecup kening adek.
"Senang kan sayang? Sekarang sudah ada teman Ratih di rumah. Dedek bayi Ceri Andira yang aka menemani Ratih." Ujar Cinta.
Cinta belum pulang dari rumah sakit dan akan di jadwal kan pulang besok pagi. Karena masih dalam proses pemulihan, Ratih lalu melihat Cinta, melihat bahwa Mama nya tersebut sudah sehat.
"Mama, terima kasih. Sudah lahir kan dedek untuk Ratih. Mama sudah sehat kan?" tanya Ratih kepada Mama nya.
"Mama sudah sehat sayang ... Pokok nya Ratih, jangan risau sama Mama." Jawabnya penuh kelembutan.
Toni menatap istri dengan penuh haru saat itu. Digenggam nya tangan istri dengan erat lalu di kecupnya kening Cinta, dengan penuh rasa sayang.
"Aku juga mengucapkan terima kasih sayang sama kamu, karena sudah memberikan satu anak untuk ku." Ujar Toni, sangat tahu dengan pengorbanan istri yang begitu besar terhadap rumah tangga mereka.
Cinta juga masih bisa memaafkan Toni dengan kesalahan nya. Bahkan Toni sudah dua kali khilaf, masih ada kata maaf untuk Toni dan berharap Toni tidak mengulangi lagi yang terjadi.
"Sama-sama sayang ..." Jawab Cinta.
Toni akan membuktikan sayang nya. Dengan terus memperhatikan keluarga kecilnya tersebut. Tak akan mengulangi kejadian yang fatal sekali tersebut.
"Nanti sehabis pulang dari sini, kita akan membuat acara syukuran untuk menyambut anggota baru kita." Ujar Toni.
"Ide bagus, itu sayang."
__ADS_1
Salsa dan Bambang pergi untuk menjenguk putri nya tersebut. Karena sudah lahiran di rumah sakit, Bambang sudah tidak sabar melihat cucu.
Dengan jalan cepat-cepat menuju ruangan Cinta. Bambang memerintahkan istri nya untuk jalan jangan lelet, karena Bambang sudah tidak sabar bertemu.
"Sayang, jalan nya jangan lelet dong."
"Ihhh, bawel banget sih kamu! Ini kan sudah jalan cepat." Gerutu Salsa kepada suaminya tersebut, karena menyuruh untuk jalan cepat dan sigap.
Lalu mereka sampai lah di ruangan tempat pasien di rawat. Membuka pintu ruangan rawat inap tersebut.
Tok Tok Tok Tok
"Masuk." Kata Toni.
Lalu Salsa dan Bambang masuk, mereka melihat, bahwa putrinya sedang mengendong cucu mereka, yang telah lahir dua hari yang lalu.
Mereka baru sempat untuk menjenguk karena di luar kota waktu itu. Salsa juga ada urusan di dalam kota walau pun tidak pergi bersama dengan suami di luar kota.
"Mana cucuku?" tanya Bambang.
"Uhhhh sayanggggg." Bambang terlihat bahagia dengan kehadiran cucu.
"Mertua, lama sekali kamu datang menjenguk putrimu. Kami sudah menunggu kedatangan kamu, tetapi kamu tidak datang." Ujar Toni protes.
"Ihh mertua kamu ini, kemarin berada di luar kota, mana bisa untuk datang." Jawabnya dengan penuh hati-hati.
"Alasannnnnnn."
"Ih jangan cerewet lah!" ujar Toni.
Bambang dan Salsa mengendong cucunya tersebut. Dengan penuh hati-hati karena bayi tersebut rentan terkilir.
Saat menatap bayi tersebut. Bambang merasakan bahwa hidup lebih berwarna dengan kehadiran cucu, bahkan rasa sayangnya lebih besar ke cucu.
"Ih Papa, sekarang lebih sayang ke cucu dari pada sana anak." Gerutu Cinta, melihat gendongan erat sang ayah kepada Ceri Andira.
__ADS_1
Ratih juga ikut di peluk oleh Bambang karena sudah di anggap cucu. Bagai mana pun Ratih sudah menjadi bagian dari keluarga Bambang tersebut, saat melihat Ratih, Bambang juga merasakan kebahagiaan.
Sedangkan Salsa juga senang, karena uang transferan akan jalan ke mereka. Setiap bulan nya, nanti Toni akan mengirimkan transferan kepada mereka.
Salsa juga bahagia kini Cinta sudah menjadi orang kaya. Tidak mungkin Cinta yang akan menguasai harta Bambang, harta tersebut pasti akan jatuh ke tangan Salsa lebih banyak di berikan. Karena anak suaminya tidak butuh harta dari orangtuanya.
"Cucuku, Kakek membeli kan kamu mainan dan makanan." Kata Bambang, menyuruh istrinya untuk mengambil mainan yang ada dalam tas.
"Serius Kekkkkk?" tanya Ratih girang dan meloncat-loncat.
"Iya, Sayang. Sebentar, biar di ambilkan." Kata Bambang, lalu menyuruh istri nya untuk mengambilkan. "Sayang tolong ambilkan mainan dan makanan dari tas lah." Kata Bambang pada Salsa.
"Sebentar sayang." Salsa mengambil lalu memberikan kepada Ratih.
Ratih menerima mainan tersebut. Kini Ratih punya mainan baru, pemberian dari Kakek Bambang yang baik. Salsa lalu mendekati Ratih dan memeluk Ratih.
"Sayang, sini sama Nenek." Salsa mendekati Ratih.
Ratih membalas pelukan tersebut. Lalu mencium Salsa, tetapi Cinta belum seutuhnya memaafkan, namun karena baru melahirkan di rumah sakit. Cinta tidak mempersalahkan Salsa untuk menjenguknya.
"Sayang bilang apa sama, Kakek?" Toni hendak mengajarkan anak, untuk berterima kasih kepada orang yang telah memberikan apa pun.
Toni mau mendidik anak nya tersebut supaya tahu sopan santun. Pendidikan etika terlebih dahulu, karena kelak Ratih akan dewasa dan Toni menginginkan bahwa Ratih masih ingat dengan ajaran yang di ajarkan olehnya tentang menjaga etika.
"Terima kasih, Kakek." Ujar Ratih kepada Bambang, sambil mencium pipi Bambang tersebut.
"Lalu ucapkan terima kasih sama siapa lagi sayang?" Toni tidak mau, anaknya mengucapkan terima kasih, cuma pada satu orang saja.
"Terima kasih Nenek muda." Ratih mencium pipi Salsa, yang di sebutnya sebagai nenek muda.
Salsa memang masih muda, masih berumur 30 tahunan, makanya Ratih memanggilnya dengan sebutan nenek muda. Salsa juga tidak ingin sebenarnya di panggil nenek, namun untuk sekarang Salsa mulai menerima keadaan, dengan di panggil nenek oleh cucu tersayang.
"Sama-sama sayang." Salsa jadi pengen punya anak.
Namun keadaan sudah tidak memungkinkan untuk Salsa. Dari dulu mereka sudah mengikuti program hamil, namun belum diberikan keturunan di pernikahan mereka tersebut. Mereka masih tetap menunggu sampai rezeki berpihak.
__ADS_1