Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Pertemuan Dirumah Ara


__ADS_3

Mereka sudah selesai heeling disebuah hotel lalu mereka menjemput anak-anak. Cinta menjemput anak-anaknya dirumah Ara dan masih pagi.


Tok Tok Tok Tok Tok


"Hai ... Kakak ipar sudah datang?" Ara membuka pintu dan menyapa kakak iparnya tersebut.


"Sudah dong, Dik." Cinta terlihat refresh di wajah.


"Wah, nampaknya kakak ipar wajahnya ceria sekali," ucap Ara melihat wajah kakak ipar berseri bagaikan aura rembulan.


Toni tertawa melihat Ara kepo kepada mereka berdua. Wajah Toni juga terlihat berseri dan bercahaya, setelah sehari di hotel tersebut tampak kedua anak mereka terlihat bahagia ketika kedua orangtuanya, menjemput kedua anak tersebut.


"Mamaaaaaaaaaaaaaaa." Ratih berlari menghampiri mama tercinta.


"Sayangku," jawab Cinta memeluk anaknya tersebut.


Ceri sudah mengayunkan kedua tangannya untuk digendong, sehari saja tidak digendong membuat Ceri mencari ayah dan mamanya tersebut.


"Apa Nak? Minta gendong?" Cinta langsung mengambil Ceri dari gendongan Ara.


"Mama adik minta gendong ..." Ratih menyahut sangat mengerti dengan maksud adiknya yang ingin di gendong.


"Cup cup cup, pengen digendong oleh Mama, iya sayang."


Ceri langsung terlihat manja di pelukan sang Mama. Mengelus di bagian perut mama dan meminta untuk di peluk erat terus dengan sang mama.


"Papa mana oleh-olehnya?" tanya Ratih kepada Papanya.


Lalu Toni menyuruh pak Indra untuk mengambilkan koper mereka. Toni dan Cinta sudah membelikan mainan bongkar pasang dan makanan coklat kepada anaknya setelah berseteru sama Cinta, bahwa Toni tetap merespon keinginan anaknya.


Akhirnya Cinta mengalah dan demi menyenangkan anak mengikuti kata suaminya. Jangan terlalu tegas kepada anak sebab kalau keras. Anak tidak akan mendengar omongan orangtua.


"Sayang, Papa ada bawa makanan coklat lagi dan bongkar pasang," ucap Toni menyuruh pal indra untuk membukakan koper.


Lalu pak Indra membukakan koper tersebut terlihat anak begitu bahagianya. Mereka sangat bahagia dengan oleh-oleh dari papanya tersebut.


"Cinta itu coklat terakhir kali makannya, besok Mama akan larang kalian makan coklat dan es cream." Cinta mengingatkan anaknya supaya jangan sering makan es cream dan coklat.


"Baik, Ma."

__ADS_1


Ratih sudah tak tahan lagi dengan coklat dan es cream di depan matanya. Es cream tersebut langsung di makan dan coklat tersebut di masukan kedalam es cream yang masih membeku tersebut.


"Gimana rasanya Nak?" tanya Toni kepada Ratih, sambil merangkul anaknya dan Ceri meminta sedikit coklat tersebut.


"Enak dong, Pa."


Ratih memberikan sedikit kepada adiknya coklat. Untuk di kunyah saja soalnya belum tumbuh gigi dan hanya sekedar untuk merasakan saja.


"Gimana Dik? Enak tidak coklatnya?" tanya Ceri, sambil mengajak adik bercanda walau pun belum bisa berbicara.


"Adik kan belum bisa ngomong," sambung Cinta.


"Hmmm si gemas kami," Ratih menguyur badan si adik yang terlalu gemoy menurutnya dan sangat semok.


Ara dan Alvin tersenyum, bahwa mereka sudah terbayang dalam memori pikiran mereka tentang bermalam dihotel dan sudah membayangkan yang indah-indahnya di hotel menikmati satu malam.


"Kak gimana?" Bisik Ara ditelinga Cinta saat mengendong anaknya.


"Gimana apanya?" tanya Cinta pura-pura tidak tahu.


"Gimana bermalam di hotelnya?"


"Begitu gimana kak?"


"Begitu deh, ada rasa bahagianya dan cinta bertubi-tubi sama suami." Bisik Cinta ditelinga Ara.


Ara menjadi maklum dengan pasangan tersebut. Lalu Ara bicara kepada suaminya supaya diajak bermalam ke hotel sebagai bagian dari heeling mereka.


"Sayang kapan dong, kamu ajak aku kehotel seperti kakak ipar?" tanya Ara menoleh kearah suaminya.


"Hmmm efek dari kakak dan kakak ipar nih si Ara. Jadi minta ikutan kehotel mau bermalam disana," sambung Alvin sambil menggaruk kepala.


Lalu Toni menyarankan kepada Alvin untuk membawa istrinya jalan-jalan. Soalnya sudah setengah tahun pernikahan mereka belum ada di ajak jalan-jalan sama suaminya karena sibuk kerja.


"Kamu pun Dik ... Istri minta liburan menenangkan hati, kamu tidak ajak pergi jalan-jalan." Toni menyalahkan adiknya tersebut.


"Hmmm oke ... Pada nyalahkan saya, baiklah akan ajak Ara jalan, tetapi akhir bulan sayang kita liburan keluar negeri." Alvin mengajak istri tercinta.


"Ini oleh-oleh untuk kalian, aku dan Cinta membelikan pizza." Toni menyerahkan 5 kotak pizza tersebut.

__ADS_1


"Wah terimakasih kakak ipar, sudah membawakan pizza untuk kami. Tahu saja bahwa kami belum makan," kata Ara menerima pizza tersebut.


"Sama-sama. Kami bawa anak pulang dulu soalnya udah kelamaan disini. Bye ..."


Cinta meminta kepada Ratih untuk menyalin tangan tante dan pamannya. Lalu Ratih pergi menyalin tangan tante dan pamannya tersebut dan mengucapkan terimakasih sudah menjaga mereka.


"Tante dan Paman, kami pulang dulu dan terimakasih sudah menjaga kami," ucap Ratih menundukkan kepala kepada kedua orangtua tersebut.


"Terimakasih adik ipar," sambung Cinta mengucapkan terimakasih.


Cinta dan Toni lalu membawa anak-anaknya untuk pulang. Lalu mereka pamit dan masuk kedalam mobil, menuju rumah tercinta dan begitulah kebiasaan Cinta dan Toni jika ada kepentingan mendadak, selalu meninggalkan anak dirumah adiknya tersebut.


"Untung ada mereka, bisa menitipkan anak kepada Ara dan Alvin." Toni mengobrol dalam mobil dengan istrinya dan Ratih dibelakang sibuk menikmati es cream karena bahagia permintaannya dituruti oleh ayahnya tersebut karena cinta.


"Iya, untung ada mereka. Bisa menitipkan anak kepada mereka," bisik Cinta supaya tidak kedengaran sama anak.


Lalu Cinta memperhatikan anak kebelakang betapa sibuk dengan coklatnya. Sebenarnya Cinta tidak mau anak terlalu doyan coklat bisa membuat busuk gigi anaknya.


"Lihat tuh anak kamu! Sibuk makan coklat dan es cream saja." Bisik Cinta pelan kepada suaminya tersebut.


"Biarin ajalah, selagi anak senang. Tidak baik kita larang melulu." Toni membela anaknya tersebut.


"Kamu! Setiap anak dilarang, kamu selalu bela anak! Entah apa selalu membela mereka jika salah kita sebagai orangtua mengingatkan mereka." Cinta merepet kepada suaminya tersebut.


"Sudahlah, Sayang. Jangan merepet loh seperti ini." Toni memegang bahu istri supaya tidak marah.


"Besok-besok anak pokoknya tidak boleh makan es cream, aku melarang anak-anak makan es cream," ucap Cinta masih merepet kepada suaminya.


"Iya ..."


Akhirnya mereka sudah sampai dirumah langsung menuju ruang tamu. Untuk mengobrol santai dengan kedua anaknya tersebut.


"Sayang gimana bahagia tidak kita pulang kerumah?" tanya Cinta kepada anaknya tersebut.


"Bahagia dong, Ma."


"Hmmm kalian tidak nakal kan? Sama paman dan tante kalian?" tanya Cinta kepada anak-anaknya.


"Tidak, Ma. Malah tante dan paman pengen kami berlama-lama disana," Ratih menceritakan kebaikan tantenya tersebut dan terlalu baik.

__ADS_1


"Wah, berarti tante dan paman begitu baik orangnya." Cinta memuji kebaikan Ara dan Alvin.


__ADS_2