
Sesuai dengan kesepakatan mereka bersama bahwa ulang tahun anak mereka. Ulang tahun Ceri, akan di laksanakan di hotel bintang lima milik teman Toni.
Cinta sudah memesan baju couple, untuk mereka pakai di acara ulang tahun anak mereka tersebut. Baju couple berwarna putih tersebut sudah di pesan.
Ratih dan kedua putrinya, akan mengenakan dres dan suami akan mengenakan kemeja berwarna putih. Mereka hendak pergi ketempat acara ulang tahun yang akan di selenggarakan tersebut, yang punya acara harus terlebih dulu sampai dari pada tamu undangan.
"Sayang, ayo ..." Toni melihat kearah jam sudah jam 8 pagi, sedangkan acara ulang tahun di selenggarakan jam 9.
"Sebentar ..." Cinta berteriak dari kamar.
Begitulah jika menunggu istri dandan, pasti dandan akan lama. Tidak sesuai dengan keinginan suami yang mau nya serba cepat dan jangan di lamakan, jika sudah dandan dan make up.
"Sayang lama banget sih!" Toni datang ke kamar, melihat istri sudah siap atau belum dandan.
"Iya, bentar loh. Aku masih dandan cantik ini sayang, biar terlihat cetar dalam acara ulang tahun anak."
Toni akhirnya menunggu, sambil momong anak nya yang masih kecil. Toni mencium pipi putrinya yang masih harum semerbak tersebut. Sambil membukakan makanan coklat untuk anaknya Ratih.
"Pa, bukain." Ratih meminta tolong papa nya untuk membuka bungkus coklat, sebab sulit dibuka oleh Ratih.
"Iya, sini Papa bukain." Toni mengambil coklat tersebut dan membukanya dengan tangan kanannya dan tangan kiri memegang anak nya yang masih kecil.
Toni menyerahkan coklat tersebut.
"Terimakasih Papa." Ucapan terima kasih Ratih untuk Papa.
"Jangan kena baju, Sayang. Baju warna putih soalnya," ujar Toni kepada Ratih, sebab baju warna putih mudah kotor.
Ratih memang suka makan coklat, setiap hari minta di belikan coklat. Terkadang Cinta tidak memberikan coklat takut dengan gigi Ratih nanti bolong dan berlubang.
__ADS_1
Toni lah yang sering menuruti keinginan anaknya. Meminta coklat langsung dibelikan oleh Toni, sebab tidak suka melihat anaknya menangis karena hanya meminta makanan saja.
Cinta selesai dandan dan make up, kedua anaknya sudah terlebih dahulu di perhatikan oleh Cinta. Lalu Cinta mengambil putri bungsunya dari gendongan Toni.
"Sudah selesai, ayo ..." Cinta memerintahkan untuk berangkat bersama.
"Lama banget sih, dandan saja sampai satu jam lebih!" gerutu Toni memang tidak suka menunggu terlalu lama, jika istrinya suka dandan lama. Toni keburu kesal melihat tingkah istrinya.
"Hmmm maaf lama."
" Setiap dapat nasehat atau suami sudah mengomel, baru meminta maaf. Dasar kamu ini, tidak pernah berubah!" Toni masih terlihat kesal, lalu mengambil kunci mobil di lemari televisi.
"Ya elah. Nunggu istri saja gak ikhlas." Cinta seakan tidak ada perasaan bersalah.
Cinta momong Ratih dengan gendongan dan tangan kanan nya memegang tangan anaknya Ratih. Cinta melihat Ratih memakan coklat lalu Cinta menoleh ke suaminya, mengapa anak di berikan terus makan coklat terkadang Cinta kesal sendiri sama Toni.
Toni menjadi takut dengan mengarahkan mencari pembahasan. Ketika istri sudah menatap tajam kearahnya seakan ingin memarahi Toni habis-habisan.
"Hmm lihat tuh anak makan coklat mulu karena kamu, manjakan aja terus," bisik Cinta sambil mendekat ke telinga suami.
"Dia minta ..."
Untung ada pak sopir yang menghampiri mereka. Untuk meminta kunci mobil sama Toni, mereka tidak mungkin bertengkar di depan anak dan sopir karena urusan terlalu memanjakan anak.
Cinta dan Ratih tersenyum di depan sopir namun hatinya sudah dongkol. Tetapi Toni lega karena selamat dari omelan istri yang suka marah jika tidak sesuai dengan keinginan Cinta.
Mereka ke hotel di temani oleh Pak Indra yang akan mengantar mereka sampai kehotel ulang tahun anak. Mereka juga sudah membayarkan biaya sewa hotel tersebut karena di jadikan tempat acara.
"Sayang jangan marah lagi," bisik Toni di telinga istri dan mengelus tangan Cinta.
__ADS_1
Cinta tak bisa begitu, harus bisa tegas sama anak. Memang anak bisa di manjakan namun tidak memanjakan dengan setiap hari, yang di inginkan Cinta adalah anak bisa menghargai jerih payah orangtuanya dengan tidak meminta uang jajan.
"Besok-besok jangan gitu," jawab Cinta akhirnya luluh juga.
Cinta memang sering mengomel, namun yang dikatakan selalu benar. Demi kebaikan keluarga dan orang terdekatnya, tetapi jika Cinta marah rasa iba muncul belakangan dan meminta maaf kepada orang yang telah di omel olehnya.
Bambang dan Salsa juga akan hadir dalam acara ulang tahun cucunya. Bambang telah menyiapkan kado spesial berupa mainan boneka untuk anak dan baju-baju branded untuk Ceri.
Semenjak kehadiran Ceri semakin membuat Salsa dan Cinta dekat kembali. Walau hubungan mereka dari dulu tidak pernah membaik, bahwa Cinta tidak pernah menerima kehadiran mama sambungnya tersebut.
Namun kini Cinta sudah mulai berdamai dengan Salsa. Kini mereka saling memaafkan akan kejadian di masa lalu. Tidak perlu di ingat lagi dan di kenang oleh mereka, saat nya membangun masa depan secara bersama-sama.
"Selamat ulang tahun cucuku ..." Salsa mengendong Ceri dan mengambil dari pangkuan Cinta.
"Terimakasih, Nenek." Sahut Cinta karena anak nya, belum bisa ngomong.
Pipi Ceri lah yang membuat keluarga gemas ingin cubit mulu. Salsa sering geram dengan pipi si gembul yang tebal tersebut, pipi tersebut sering di cubit Salsa, Ratih dan Toni sampai Ceri menangis.
Anak itu jika sudah menangis ternyata lucu sekali. Jika Ceri sudah menangis mereka bertiga sangat bahagia sekali, begitu pula dengan Toni suka membangunkan anak jika sudah tidur. Namun jika sudah bangun bukan nya mau menjaga, hal tersebutlah yang membuat Cinta kesal.
"Cucuku, gimana kabarnya?" tanya Bambang sambil mengelus rambut Ratih.
Ratih meminta di pangku di pangkuan Bambang. Sebab Ratih sudah terbiasa meminta dipangku sama Bambang karena sudah dekat dengan kakeknya tersebut walau pun Bambang, bukan kakek kandung bagi Ratih.
"Baik Kek. Kakek bagaimana kabarnya? Sudah lama tidak main kerumah," tanya Ratih ketika kakek sudah lama tidak main kerumah lagi saat ini.
"Kakek lagi sibuk, Sayang." Bambang akhir-akhir ini sering sibuk.
"Kan Kakek, tidak punya waktu untuk kami sekarang." Ratih meminta kakek nya, untuk main kerumah. Pokoknya kakek harus datang bertamu kerumah seminggu sekali itulah tuntutan Ratih.
__ADS_1
"Sayang, Kakek kamu itu sedang sibuk-sibuknya, nanti kalau ada waktu senggang. Kakek pasti main kerumah kita sayang," sambung Toni mendengar percakapan anaknya tersebut dengan kakeknya.
"Sudahlah, Ton. Namanya anak kecil belum mengerti dengan kesibukan orang dewasa suatu saat pasti Ratih mengerti," bisik Bambang ke telinga Toni.