Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Part 2


__ADS_3

Hubungan suami istri telah selesai mereka lakukan, kini waktunya untuk mandi keramas di kamar mandi bersama Toni.


Hari itu sudah jam 3 malam, namun adegan ranjang masih berlanjut selesai keramas mereka lanjut lagi melakukan hubungan di ranjang.


" Sayang, aku masih mau lagi, kamu akan merasakan sensasinya lagi, percaya deh sama aku," kata Toni.


Saat sudah mengantikan baju dengan jalan tertatih-tatih. Toni meminta lagi pada Cinta pada hal saat itu masih merasakan kesakitan atas si kekar yang masuk ke dalam karena besar.


" Aduh besok saja lah, soalnya mau istrahat,


capek banget rasanya," saat itu Cinta masih sakit dan tidak kuat lagi.


" Ayolah aku mohon!" tetap memaksa.


" Tidak mau aku bilang!!!" menolak Toni.


Toni tidak peduli dan tetap membukakan baju Cinta, saat itulah Cinta tidak bisa melakukan perlawanan, sekuat apa pun dia melakukan perlawanan yang menang pasti Toni karena tenaganya sangat kuat.


Akhirnya Cinta pasrah saja, saat Toni membuka bajunya dan membukakan baju Cinta, saat masih perih tetapi semakin di buat perih lagi.


" Ahhh." Cinta mendesak lagi.


Cinta mendesak kencang saat si kekar masuk kedalam, merasakan perihnya minta ampun saat Toni, berhasil membobol keperawanannya dan darah muncrat keluar terlalu banyak.


" Darahnya banyak sekali sayang, akhirnya aku berhasil merenggut keperawanan sayang." Toni mencium kening istrinya.


Sedangkan Cinta masih tak berdaya terbaring lemas di atas tempat tidur, karena perih sekali akibat di bobol, ada raup kesedihan di hatinya kini dirinya sudah tidak perawan lagi.


" Iya darahnya banyak sekali, kini aku sudah tidak perawan lagi." Cinta menangis di hadapan Toni.


Toni berusaha menenangkan istrinya tersebut, sampai kapan pun keperawanannya tidak akan kembali lagi dan tidak ada hal yang perlu di tangisi lagi.


" Sudah lah tidak ada lagi yang perlu di tangisi semua terjadi begitu saja, jadi tenanglah dan jangan menangis lagi." Toni berusaha menenangkan istrinya tersebut.


" Tetapi sayang, aku tidak mau keperawanan aku sudah tidak ada lagi." Belum bisa ihklas dan sadarnya sekarang.


" Ahh bodoh amatlah, tidak ada hal yang perlu di sesali lagi,"

__ADS_1


Toni ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan diri, sedangkan Cinta masih menangis di atas tempat tidur.


Toni tidak membujuknya namun membiarkan begitu saja, sampai istrinya ihklas sendiri menerima kenyataan bahwa sudah tidak perawan lagi.


Ihhhhhhhhhhhhhhhh


Tangisan Cinta terdengar sangat kencang, sampai kedengaran oleh Toni, namun hari ini Toni berusaha untuk bersikap bodoh amat terhadap istrinya tersebut dan membiarkan istrinya untuk menenangkan diri dulu.


" Ya sudah lah biarlah dia menenangkan diri terlebih dahulu, aku bisa apa dengan semua ini." Toni mandi dengan memakai shower.


Mereka selesai berhubungan ranjang jam 6 pagi, mereka tidak tidur pada malam hari itu dan Toni tidak kekantor karena kecapekan.


Mereka memilih untuk istrahat di kamar dan pembantu pun terheran. Mengapa saat ini belum bangun juga para bosnya.


"Pasti para bos aku kecapekan," gumam pembantu dalam hati.


Ratih hendak berangkat ke sekolah namun belum di antar oleh orangtuanya, ternyata ayahnya ngantuk sekali dan akhirnya Ratih menyuruh sopir pribadi ayahnya untuk mengantarnya ke sekolah.


" Paman tolong antar aku," kata Ratih pada Indra yang sedang di garasi mobil.


Indra terkejut, biasanya yang mengantar setiap pagi adalah bosnya, hari ini ternyata Ratih tidak di antar.


" Gak tahu, kayaknya belum bangun." jawab Ratih.


" Ya sudah, mari paman antarkan ke sekolah." Ucap Indra selaki sopir pribadi.


Akhirnya Ratih di antar sekolah oleh Om Indra, orang kepercayaan Toni selama ini yang sudah bekerja di rumahnya sekitar 10 tahunan, saat Ratih belum lahir, om Indra sudah bekerja bersama Toni.


Toni dan Cinta masih tertidur nyenyak dan seketika Toni terbangun, kimi sadar dengan jadwalnya kekantor ada rapat kerja bersama klaim.


Tetapi badan Toni sakit semua akibat goyangan tadi malam yang terlalu kuat, akibatnya efek samping nya terjadi di pagi hari.


" Aduh, nanti rapat lagi, ya sudah lah gue suruh asisten pribadi gue saja untuk memimpin rapat tersebut." Toni menghubungi asisten pribadinya untuk memegang rapat tersebut.


Rama adalah hrd kepercayaannya di kantor.


Jika Toni ada kepentingan. Rama lah yang ikut turut menghandle perusahaan tersebut demi kemajuan bersama perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Rama, loh handle perusahaan dong, gue mau kusut nih, badan gue lemas semua ini." Kata Toni pada hrd nya tersebut.


" Baiklah bos, gue akan tangani urusan kantor." Rama sudah lama mengabdi pada perusahaan tersebut, ada 15 tahun dirinya mengabdi di perusahaan tersebut.


Toni melanjutkan tidurnya bersama sang istri sampai jam 10 pagi, akhirnya mereka terbangun dan melanjutkan trip ketiga lagi soalnya Toni masih belum puas dan masih penasaran ingin mencoba lagi.


" Aku lagi kepengen sayang, bolehkah aku mencoba lagi?" tanya Toni meminta izin pada istrinya.


Sedangkan Cinta sudah merasakan kecapekan atas berapa trip tadi, yang membuatnya sangat capek dan badannya hampir saja rapuh.


" Sayang badan aku capek." Cinta menolak dan menguap.


" Sayang, please berikan lagi sama aku." Toni memaksa.


Toni memaksa akhirnya membuka semua baju Cinta. Walau pun tidak di izinkan oleh sang istri, pria itu tetap nekat meraba-raba tubuh istrinya.


Akhirnya Cinta tidak bisa mengelak, memberikan jatah lagi pada suaminya tersebut yang sudah nafsu dari tadi, nafsu suaminya terlalu tinggi terhadapnya.


" Aku nafsu soalnya sayang." Toni memohon.


" Ya sudah mari lah.... Tetapi satu kali trip lagi sayang kita mencoba, soalnya badan aku ini sudah capek banget," mengeluh kecapekan.


" Iya sayang."


Akhirnya mereka melakukan adegan ranjang diatas tempat tidur, dengan banyak gaya dan sensasi yang mereka lakukan pada pagi hari tersebut.


Sudah ada dalam satu malam tersebut Cinta lima kali keramas, karena suaminya meminta terus padanya, mau mengelak namun kasihan pada suaminya.


" Sayang, ahhh... Sakit sayang, hentikan sayang... Jangan kuat-kuat." Cinta meraung kesakitan.


" Sayang, aku akan pelan-pelan." Akhirnya Toni pelan-pelan melakukan setiap gesekan dan sensasi.


" Nah begitu dong sayang, pelan-pelan, hal ini yang aku inginkan." Cinta tidak merasakan kesakitan lagi.


Ketika Cinta sudah terdiam, eh malah di gas kembali oleh Toni dan kuat-kuat melakukan gerakan pinggul yang membuat Cinta menangis menahan sakit


" Susah banget di bilang... Sudah aku bilang pelan-pelan, malah kuat-kuat, kamu tidak mengerti kata-kata aku sayang." Memarahi suaminya tersebut.

__ADS_1


Akhirnya Toni lah yang mengalah dan melakukan aksi tersebut secara pelan-pelan dan berlahan-lahan, supaya membuat Cinta semakin ketagihan dengan semua ini dan ingin Cinta menikmati semuanya.


__ADS_2