
Hotel bintang 5 sudah di sewa oleh Toni,untuk acara ulang tahun Toni yang akan di gelar pagi nanti.
Suasana pagi Cinta sudah bersolek untuk mempercantik diri dan tidak mau tampil terlihat jelek ketika orang lain memandangnya.
"Aku harus berpenampilan cantik hari ini, pokoknya aku tidak mau jelek," gumam Cinta dalam hati sambil memandang kaca di meja riasnya.
Ratih tiba-tiba menghampirinya dan meminta bantuan untuk memasangkan pita di kepalanya dan mengancing baju di bagian belakang yang tidak terjangkau oleh tangan Ratih.
" Mama boleh minta tolong pasangkan kancing baju aku ma." Ratih meminta pertolongan pada ibu sambungnya tersebut.
Cinta memandangnya sejenak terdiam tidak mau terlalu dekat dengan anak itu dan memanggil pembantu untuk memasangkan kancing dres bagian belakang.
"Bibiiiiiiii." Teriak Cinta.
Bibi Ina berlari menghampiri majikan nya tersebut.
"Maaf ibu, apakah ibu memanggil saya?" sambil menunduk.
"Iya, tolong pasang kancing baju anak itu."
Ratih tidak mau di pasangin sama bibi Ina dan memaksa mamanya untuk memasangkan baju, spontan Ratih menarik baju mamanya dan hampir terjungkal.
" Mama aku gak mau sama bibi Ina, aku mau sama mama." Ratih menarik dres mama sambungnya tersebut.
" Ahhh nanti gue jatuh hentikan! Jangan gegabah deh anak kecil," teriak Ratih kepada anak kecil itu dan menjewer kupingnya seketika Ratih menangis kesakitan.
__ADS_1
"Ahhhh sakit mama". Tangisnya semakin kencang dan kuat.
" Rasakan!!! Sudah mama bilang jangan pernah membuat mama emosi,"
Toni yang mendengar adanya keributan saat di rumah, mereka belum pergi ke hotel dan lagi mempersiapkan diri untuk ke hotel.
" Ada apa ini istriku? Mengapa anak aku menangis?" tanya Toni sambil memeluk anaknya.
" Anak kamu ini bandel, ketika saya lagi bersolek dia menganggu saya meminta di pasangkan baju kancing belakangnya karena kesulitan pada hal sudah gue suruh di coba di pasang sama Bibi Ina." Cinta marah-marah.
Cinta menjadi tidak mood untuk pergi, satu jam lagi acara pesta ulang tahun sedangkan Cinta belum selesai bersolek.
Toni meminta pada anaknya untuk diam lalu memasangkan baju kancing belakangnya.
" Sayang, kalau ada apa-apa bilang sama ayah, biar ayah yang bantu memasangkan kancing baju kamu sayang." Mengendong putri kecilnya.
Sebenarnya Toni mau meluapkan kemarahan nya saat putri kecilnya di sakiti.
Selama merawat Ratih. Toni jarang sekali memarahi Ratih dan tidak pernah memukul Ratih selama ini.
" Kamu kasar sekali sama anak kecil! Aku sebagai ayah dari Ratih tidak pernah memukulnya dan menyakitinya!" pria itu terlihat kesal.
" Oh jadi kamu marah pada aku? Kamu jangan belah anak kamu itu dan kamu pikir dengan membelah anak kamu sudah hebat, saya bukan orangtuanya, jadi kamu urus sendiri saja anak kamu." Jawab Ratih ketus melanjutkan dandan.
"Sudahlah nanti saja kita berdebat... Cepatlah selesai, sebentar lagi kita berangkat." Menyuruh istrinya untuk cepat.
__ADS_1
"Hmmm."
Cinta kesal sekali tidak mood untuk pergi namun sudah berjanji pada suami untuk mendampingi nya di acara ulang tahun.
Suaminya lebih membela anak kandung dari pada istri sendiri yang membuat mereka sering ribut dan bertengkar di rumah.
Toni menunggu di garasi mobil, menggendong putrinya dan memakaikan pita di kepala putrinya, sangat sayang Toni pada anaknya.
Cinta hanya merenggut melihat putri sambungnya tersebut, hatinya kesal sekali saat diganggu make up oleh Ratih.
"Ihh ada saja yang buat kesal dan marah." Gumamnya dalam hati sambil mengepalkan tangannya rapat-rapat .
Toni menunggu Cinta cepat, tetapi sudah 20 menit di tunggu. Cinta belum juga muncul membuat Toni semakin kesal karena macetnya jalan di kota bisa membuat mereka terlambat untuk pergi.
" Ihh mama kamu lama sekali sayang, kesal deh Ayah, satu jam lagi acara ulang tahun tetapi nunggu istri ini lama banget." Keluhan Toni sambil bercerita pada anak kandungnya.
" Iya deh Ayah, namanya cewek pasti lama dandan ayah." Jawab Ratih.
" Hmm besok jika sudah gadis jangan lelet ya sayang... Kasihan nanti suaminya menunggu karena kamunya dandan," bercanda pada putrinya tersebut.
" Ayah... Semua wanita semua memang seperti itu, jadi tenang lah ayah, menunggu mama, sebentar lagi akan selesai kok." Ratih meminta ayahnya tersebut untuk sabar.
Akhirnya setelah 30 menit. Cinta selesai dandan dan mereka pun akhirnya pergi, tetapi Toni sudah cemberut saja karena dandan istrinya terlalu lama.
" Lama... Dandan saja bisa sampai dua jam." Ngomel-ngomel sambil melihat kearah Cinta.
__ADS_1
Cinta tidak peduli suaminya, mengatakan lelet padanya karena memang Cinta sudah biasa lelet, jika pergi-