Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

Saat melihat foto suaminya dengan wanita malam membuat semakin marah Cinta.


Cinta semakin menyakinkan diri semakin benci dengan kehamilannya yang sudah 6 bulan tersebut.


Saat mulai menerima kenyataan akan kehamilan nya, dibuat patah hari ini karena suami berduaan di kamar hotel dengan perempuan lain.


Cinta menghubungi suaminya mempunyai alasan yaitu tidur di rumah teman, hancurnya perasaan yang terdalam saat sudah mulai mencintai suami ternyata pria tersebut bertingkah.


"Kamu tega melukai aku sayang." Gumamnya sambil menangis.


Tangisan yang tak dapat di pendam lagi, saat Toni sudah pulang. Melihat Cinta sedang menangis di tempat tidur semakin membuat Toni bertanya-tanya, ada apa dengan istri menangis di pagi hari.


"Sayang kamu menangis kenapa, maafkan suami kamu ini pulang pagi karena tidur di rumah teman." Mendekati istri.


Cinta sudah tahu cerita yang sebenarnya, bahwa suaminya pergi ke bar bersama sahabatnya dan memboking wanita malam untuk tidur bersamanya.


"Bohong ... Bohong ... Bohong." Teriak Cinta sambil menunjukan foto.


Cinta menunjukan foto suaminya yang memboking wanita malam. Foto tersebut keduanya tanpa mengenakan busana.


"Ini yang namanya kerumah teman, ternyata tidur dengan yang lain, apa kamu tidak ingat sudah mempunyai istri." Menggelengkan kepada karena sikap suaminya yang tidak terpuji.


"Sayang, dengarkan aku dulu! Aku bisa jelaskan semua." Jawab Toni ketakutan saat foto tersebut di kirim ke istri.


Toni tidak menyangka Gerald mengirim foto tersebut kepada istrinya, kemarahannya semakin memuncak dan merasa Gerald sudah mempermainkannya.


Gerald sudah menjebaknya tadi malam, di saat Toni menolak malah di paksa untuk tidur dengan yang lain di atas ranjang.


Semua karena khilaf yang terjadi pada malam hari tersebut. Toni tidak sadar lagi bahwa semalam sudah berhubungan dengan Shella wanita yang tidak di kenalnya karena Gerald.


"Penjelasan apa lagi yang kamu berikan! Sudahlah, aku menyesali pernikahan ini." Cinta menahan pedih harus menerima nasib seperti ini. " Ternyata aku di bohongi oleh suami aku sendiri." Rasa sakit nya melebihi sebuah luka yang tergores.


"Sayang, semalam aku di jebak sama Gerald bahwa dia mengajak aku untuk ke bar minum saja, tetapi sesampai di bar, ada dua orang perempuan yang menghampiri kami, ternyata Gerald sudah memboking keduanya, satu untuk Gerald dan satu untuk aku, saat aku mau keluar tidak di bolehkan, jika tidak mendapatkan pelayanan dari mereka walau pun sebentar." Bercerita berterus terang.

__ADS_1


Toni juga mengakui saat itu tidak bisa menahan nafsunya lagi, saat wanita itu membuka baju di depan dirinya dan membuat Toni kehilangan kesadaran karena nafsu yang sudah tidak tertahan lagi.


"Aku ini sedang hamil anak kamu, aku benci dengan kehamilan aku." Menyalahkan diri sendiri.


Cinta merasa hubungan tersebut tidak patut untuk di pertahankan lagi, ketika suami sudah mencicipi dan tidur bersama wanita lain tanpa sepengetahuan dirinya.


"Sayang, maafkan aku." Toni meminta maaf supaya istri tidak marah.


"Tidak ada seorang istri yang tidak marah ketika suaminya, berhubungan dengan wanita lain di luar sana, apalagi sampai tidur bersama orang lain." Cinta tidak bisa menerima hal itu dan mengganggap sudah fatal.


"Kesalahan sudah fatal, kita cerai saja dan jangan pernah bertemu lagi." Cinta merapikan baju yang ada di lemari dan memasukkan kedalam koper karena kemarahan serta kesalahan fatal suami yang sudah tidak bisa di maafkan lagi.


Toni menangis meminta maaf, semua karena khilaf semata bukan karena dasar cinta.


Akibat hal tersebut terjadilah pertengkaran sengit terhadap suami istri ini.


Membuat Cinta tidak mempercayai suaminya lagi, semenjak kejadian tersebut. Menurutnya suaminya adalah sosok yang paling kejam bahkan tega.


"Sayang aku tidak bisa hidup tanpa kamu." Toni menarik tas Cinta dan menutup pintu kamar supaya Cinta tidak pergi.


"Aku juga tidak bisa hidup dalam ikatan seperti ini, jika kalian sudah berhubungan suami istri! Ada kemungkinan kalian akan mengulang kesalahan ini lagi. Pria mana yang bisa aku percaya lagi." Cinta sudah kecewa.


Rasa itu tidak akan sama lagi seperti awalnya. Ketika sudah di puncak kecewa yang terlalu dalam, jika Toni hanya pergi ke bar untuk minum saja mungkin Cinta masih bisa menerima.


Tetapi hubungan itu menurutnya sudah terlalu dalam, jika sudah berhubungan suami istri, bahkan Cinta juga tidak mau tahu bahwa suaminya di jebak oleh Gerald.


Dalam prasangkanya, tidak mungkin suaminya di jebak. Cinta tahu bahwa suaminya nafsu tinggi meski sudah menahan nya tetapi ada kemungkinan untuk melakukan hal tersebut.


"Pokoknya aku tetap pergi dari rumah ini! Biarkan saja aku menjadi gelandangan di luar sana! Aku tidak peduli lagi dengan hidupku."


Cinta meneteskan air mata semua orang sama saja.


Semenjak kepergian Mama tercinta, tidak ada lagi yang peduli padanya, bahkan semenjak Ayah menikah lagi sosok anak kandung ini kurang mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

__ADS_1


"Sayang, aku bisa berubah dan aku bukan pria seperti itu, yakinlah bahwa suami kamu ini tidak seperti itu,". menyakinkan Cinta.


Cinta tidak luluh hatinya, kecewa mendalam masih di rasakan, saat mereka bertengkar kepala Cinta, tiba-tiba sakit terlalu parah dan seketika penglihatannya kabur.


"Aduhhhhhhhhh." Cinta menahan sakit.


Si anak dalam kandung menendang dan aktif saat kondisinya sedang pusing, ternyata Cinta juga belum makan saat di kirim foto suaminya berduaan dengan yang lain.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Toni kuatir, bahwa Cinta banyak pikiran.


"Jangan tolong aku, biarkan saja aku mati."


Cinta mau menyakiti diri sendiri dengan memukul kepalanya ke dinding , secepat mungkin Toni langsung beraksi untuk menenangkan istrinya.


"Sayang......" Toni berbicara lembut.


"Diam!!! Berapa jam kamu sentuh dia ? Berapa jam dia melayani kamu di ranjang?" tanya Cinta semakin penasaran.


"Sayang udah lah semua karena aku tidak sadar, jangan di bahas lagi dan aku juga banyak minum alkohol." Jawaban dari Toni.


"Berapa jam?" teriak Cinta.


"Ada 3 jam sayang, dia melayani aku diatas ranjang." Jawaban jujur Toni.


Cinta menangis, 3 jam bukan sebentar waktu 3 jam itu sangat lama ketika sedang berhubungan, serasa hari itu juga seperti dikhianati.


Luka tersebut terasa perih di hatinya, serasa benci dengan suami yang dia kira bisa menjadi rumah ternyaman. Ternyata suami pun tidak bisa menjadi rumah ternyaman untuknya.


"Dasar bodoh kamu." Menampar suaminya.


Plakkkkkkkkkkkkk


"Gak apa-apa sayang, kamu menampar aku yang penting kita tidak cerai, aku mau bertahan sayang." Memeluk istrinya dan Cinta menolak untuk di peluk.

__ADS_1


"Kau membuat sakit hati, aku ini hamil dan aku ini down saat ini."


__ADS_2