
Hubungan Cinta dan Toni sudah harmonis layaknya rumah tangga pada umumnya yang akur. Kedua nya sudah saling memaafkan akan kejadian di masa lalu.
Gerald sudah tergila-gila dengan istri orang dan ingin memiliki Cinta. Cara satu-satunya Gerald mengajak Shella, untuk bekerja sama dengan nya.
Gerald meminta kepada Shella untuk menaklukan hati Toni. Sebab rencana mereka harus berjalan. Jika ingin memiliki Toni atau Cinta.
Rumah tangga Gerald sudah hancur, kini waktunya berkelana. Untuk mencari istri kedua. Walau pun istri orang tetapi mau di pepet sama Gerald.
"Aku akan mengejar kamu!" Gumam Gerald sambil melihat foto Cinta, yang di posting Cinta di sosial media milik Cinta.
Toni sangat mencintai istrinya tersebut dan ingin selamanya bersama istri. Tetapi Shella akan terus memepet Toni sampai hati pria tersebut, di dapatkan olehnya.
Toni lagi malas pergi ke kantor karena kepalanya pusing. Toni minta tolong sama Cinta, untuk di buatkan air hangat karena haus.
"Sayang tolong ambilkan air hangat lah soalnya kepala pusing." Toni memegang kepala nya yang sakit itu.
Melihat suaminya sudah lesu dan pucat saat itu. Cinta langsung mendekat dan memeriksa suaminya tersebut. Ternyata Toni panas tinggi dan kepala pusing.
"Sayang panas bangat suhu badan kamu sekarang," terlihat kepanikan Cinta sebagai seorang Istri.
"Jangan panik begitu sayang, aku tidak apa-apa kok sayang," Toni menenangkan istri yang sudah panik.
"Ayo kita kerumah sakit ..." Ajak Cinta lalu mengambil air hangat suami.
__ADS_1
"Gak usahlah, Sayang."
"Ayolah ..." Cinta memaksa suaminya tersebut untuk berobat.
Berkat ajakan istri akhirnya Toni mau dan meminum air hangat. Cinta merangkul suaminya dan memapah kerumah sakit sedangkan anak di titik sama beby sister di rumah.
"Bi ... Jaga anak. Soalnya saya mau bawa Bapak berobat," ujar Cinta.
Beginilah jika punya suami sudah mau mendekati paruh baya usia 42 tahun. Tentu sering sakit-sakitan karena rentan terserang penyakit.
"Sayang kalau sudah berumur itu jaga kesehatan dong! Anak masih kecil sudah penyakitan." Cinta bersungut-sungut karena suami suka minum es.
"Iya ..."
"Pak, sabar-sabar lah. Jika kami sering kami minta nyetir saat malam hari, pagi hari atau saat mendesak." Cinta meminta maaf kepada Pak Indra karena sudah merepotkan Pak Indra saat ini.
Cinta mudah sungkan terhadap pekerja di rumah tersebut. Jika Cinta menyuruh maka dirinya akan sungkan sendiri, merasa bersalah dan terkadang meminta maaf atas kelakuan nya yang suka menyuruh-nyuruh Pak Indra.
"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya setia kok kepada Bapak, sudah berpuluh tahun saya bekerja dengan Bapak." Jawab Pak Indra karena majikan Toni sering membantunya saat itu.
Bahkan keluar dari pekerjaan nya sebagai sopir pun. Pak Indra merasa segan karena kebaikan bos nya tersebut, yang tidak bisa di lupakan seumur hidupnya.
"Saya tidak risegn dari sini, Nyonya. Kenapa begitu Nyonya? Karena saya mengingat kebaikan Bapak selama ini. Bapak terlalu baik untuk saya." Pak Indra menceritakan kebaikan bos nya tersebut.
__ADS_1
"Hmmm jangan cerita-cerita deh! Cukup menjadi rahasia kita saja!" sambung Toni dari belakang.
Toni tidak suka kebaikan nya di ceritakan kepada orang-orang. Biar lah orang lain yang menilai tetapi tidak untuk di ceritakan kepada semua orang.
Toni ingin melakukan kebaikan karena hati yang berbicara. Untuk menolong orang lain dan baik kepada orang lain, walau pun Toni tidak pernah berada di posisi seperti itu tetapi Ayah Toni selalu mengajarkan untuk melakukan kebaikan.
"Biarkan saja Pak Indra menceritakan kebaikan kamu, suamiku." Cinta ingin mendengarkan tentang kebaikan suaminya selama ini.
"Tetapi, Sayang. Kebaikan itu tidak perlu di umbar-umbar kepada yang lain. Cukup di nilai saja!" Toni tidak suka dan menyuruh sopirnya untuk berhenti cerita kebaikan.
Pak indra akhirnya berhenti berbicara karena tahu Toni tidak suka di ceritakan. Pak Indra akhirnya diam saja, mereka akhirnya sampai di rumah sakit dan Toni malas untuk berobat karena tidak suka.
"Sayang malas banget gue berobat!" kata Toni mengeluh terus, jika berobat.
"Ayo turun! Jangan banyak tingkah! Kamu itu lagi sakit, harus berobat dong ...!
"Oke lah, Sayang." Toni pasrah.
Cinta membawa langsung kerumah sakit milik suaminya tersebut. Cinta langsung memanggil dokter Juan untuk menangani kepala suami dan demam.
"Dok, tolong periksa suami gue." Sapa Cinta kepada dokter Juan.
"Baik Buk, saya akan periksa dulu suami Ibu silahkan tunggu di luar!" kata dokter Juan kepada Cinta.
__ADS_1