
Hari yang di tunggu telah tiba. Hari pernikahan Cinta dan Toni, pernikahan yang di lakukan secara paksa terhadap Cinta.
Cinta menangis karena hari ini adalah hari di mana menjadi istri orang yang sama sekali tidak pernah terpikir di benaknya. Untuk menikahi pria yang tidak di cintai nya tersebut.
Apalagi berkorban di masa muda yang harusnya kuliah dan belajar tersebut. Harus menjadi seorang ibu sambung bagi anak Toni.
Anak Toni yang berumur 8 tahun tersebut bernama Ratih bahagia sekali karena akan mempunyai ibu sambung. Ratih berharap sang ibu sambung mencintai nya hingga dewasa nanti.
Ratih butuh figur seorang ibu yang bisa melindungi nya dan mengayomi nya. Saat ayahnya tersebut menikah terlihat senyum manis Ratih menatap kearah ayahnya begitu pula Toni menatap kearah putri cantiknya tersebut sambil menunggu pengantin perempuan yang masih di make up.
Dalam ruangan make up tersebut Cinta menangis tersedu, hingga membuat penata rias kebingungan ketika sang pengantin menangis.
Biasanya penata rias melihat wajah pengantin yang lain saat di make up berbinar tetapi berbeda dengan Cinta yang penuh dengan deraian air mata.
"Ada apa sayang?" Tanya penata rias tersebut memberikan tisu pada Cinta.
Saat di tanya seperti itu wajah Cinta semakin sendu. Tidak semangat untuk melanjutkan proses pernikahan tersebut menyalahkan semua yang terjadi.
"Tidak ada mbak...lanjutkan saja riasan nya mbak." Jawab Cinta.
"Dari pengalaman saya Mbak...Nyalon pengantin biasa nya mereka bahagia dengan pesta pernikahan mereka, mbak belum acara sudah menangis seperti tidak ada semangat."Ujar perias tersebut sambil melanjutkan riasannya.
"Sudah lah mbak lanjutkan riasannya, lagian tidak ada yang bakal mengerti dengan isi hati aku."Jawab Cinta.
Akhirnya setelah 2 jam proses make up Cinta keluar dari kamar. Saat melihat para tamu sudah berdatangan segera Cinta di bawa kehadapan Toni.
Toni melihatnya dengan takjub. Tetapi selama proses sampai ketahap pernikahan mereka sama sekali tidak saling berbicara bahkan berdiam-diaman karena Cinta mogok ngomong.
Toni mengetahui Cinta tidak menyukai dirinya sama sekali. Toni mengerti hal itu mencoba untuk memberikan waktu pada Cinta untuk mengenal kepribadian satu sama lain.
Apalagi umur berbeda di antara mereka sangat sulit untuk menyatukan dua pemikiran yang tentu tidak sama visi dan misinya.
__ADS_1
Cinta terlihat sendu tetapi dalam acara tersebut Cinta berusaha tegar demi tidak membuat dalam acara tersebut dan menjaga nama baik orangtua.
"Aku harus terlihat tegar...Jangan menangis Cinta." Gumam Cinta dalam hati.
Toni menatap calon istrinya tersebut terlihat cantik sekali serta memakai baju pengantin sangat wau. Toni berbisik mendekati pujaan hati.
"Cantik sekali," bisik Toni di telinga Cinta.
Cinta mendengarnya menggubris sama sekali tidak peduli tetap fokus dengan jalannya acara meski tidak mencintai pria itu sama sekali.
Terlihat anak perempuan berumur 8 tahun menghampiri ayah nya dan calon ibu sambungnya tersebut. Ratih sama sekali tidak pernah bertemu dengan ibu sambungnya hanya di acara tersebut.
Maaaamaaaaaaaaaaaaaaaaa
Panggil anak perempuan tersebut.
********************
"Aku buat Mama kamu," jawab Cinta ketus sama sekali tidak peduli dengan putri sambung Toni tersebut.
Melihat jawaban Cuek Cinta lalu Toni menatap ke putrinya dan mengelus bahunya bahwa sang ibu harus beradaptasi terlebih dahulu dengan Ratih.
"Sayang sabar ya... Mungkin mama butuh waktu untuk dekat sama kamu," bisik Toni ke anak perempuannya tersebut.
Acara pernikahan pun di lanjutkan. Cinta malu untuk mengandeng pria tersebut namun demi jalannya acara serta paksaan orangtua Cinta harus melalukan itu.
Salsa dan Bambang sangat bahagia pernikahan putrinya di gelar sangat mewah dan mengundang banyak orang.
Tetapi terlihat kesedihan di wajah Toni saat pernikahan tersebut, adik satu-satunya bernama Alvin yang merupakan pedekate Cinta sedang di rawat di rumah sakit karena benturan keras di kepalanya.
Toni tidak tahu bahwa Alvin dan Cinta adalah pedekate. Toni hanya mengetahui bahwa sang adik lagi dengan dengan perempuan tetapi tidak tahu siapa orangnya?.
__ADS_1
Cinta juga tidak mengentahui bahwa Alvin adalah adik kandung Toni. Selama ini Cinta hanya mengetahui bahwa Alvin anak tunggal kaya raya menutup urusan pribadinya dalam-dalam.
Pernikahan telah selesai para tamu undangan sudah pada pulang. Mereka pun menuju kediaman masing-masing karena acara di lakukan di hotel.
Namun sebelum pulang dari hotel tersebut Cinta mau mengikut orangtua saja pulang kerumah mereka tidak mau mengikuti Toni karena belum terbiasa. Meminta waktu pada Toni untuk tinggal di rumah orangtuanya.
"Paaaaa aku ikut pulang." Cinta langsung mengandeng tangan Bambang menuju mobil.
"Tidak sayang... Kamu harus pulang kerumah suami kamu...Jangan pulang kerumah Papa karena kamu sudah menikah." Bambang menolak Cinta untuk tinggal di rumah.
"Cinta aku tahu kamu butuh waktu untuk bersama aku... Tetapi aku mohon tinggal lah di rumah aku." Toni memohon pada Cinta.
Toni berharap besar bisa membawa istri barunya tersebut kerumah miliknya. Toni berharap dengan mimpinya bahwa Cinta bisa menjadi ibu yang sambung untuk putrinya.
"Mamaaaaaaaaa tinggal di rumah kita saja ya." Sambung Ratih memegang tangan mamanya tersebut biar akrab.
Cinta terdiam saat di suruh tinggal di rumah Toni. Baginya orangtuanya begitu kejam menyuruhnya pisah rumah dan Cinta juga tidak terima rumah tersebut di kuasai oleh istri muda papanya.
"Papa menyuruh aku tinggal di rumah si dia ini, agar istri muda ayah bisa menguasai semua harta ayah kan?" Ucap Cinta sama sekali tidak terima dengan semua ini.
Cinta tidak menerima kenyataan karena hutang orangtuanya 40 milyar dia harus di jodohkan dengan pria yang memberikan hutang pada orangtuanya.
"Mengapa nasib aku seperti ini." Gumam Cinta dalam hati sebenarnya mau menangis tetapi di tahan.
Lalu Bambang berpesan pada Toni biar pun mereka dulu besti. Namun kini sudah berbeda bahwa Toni adalah menantunya dan harus menjaga putrinya dengan baik selama berumah tangga.
"Ton...Gue titip putri gue dan jaga dia dengan baik karena kamu sudah suaminya, panggil gue sekarang papa mertua." Ujar Bambang sambil menepuk bahu menantunya tersebut.
"Baik aku akan menjaga Cinta selamanya dan membahagiakan dirinya sampai kapan pun."Jawab Toni.
Bambang dan Salsa lalu pergi. Saat Salsa hendak memeluk Cinta namun Cinta tidak mau karena tidak sudi di peluk dengan istri muda ayahnya tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak mau di peluk sama kamu...Aku hanya mau berbicara sama Papa aku sendiri bukan sama kamu."Ujar Cinta menatap istri muda ayahnya tersebut.