Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Diam-diaman


__ADS_3

Semenjak perdebatan yang terjadi diantara mereka.cinta menjadi mogok bicara pada suaminya tersebut, bahkan untuk berbicara sudah 2 hari saja tidak.


Cinta menginginkan Toni terlebih dahulu yang minta maaf padanya karena merasa gengsian. Topik permasalahan bermula dari Cinta yang meminta pada Toni jangan cerita mengenai istri pertama.


Perdebatan terjadi diantara mereka saat Toni membandingkannya. Bahwa sampai kapan pun istri pertama yang sudah meninggal tidak akan terganti di hatinya dengan kehadiran istri kedua.


Istri pertama masih mempunyai tempat spesial di hatinya. Cinta menangis di dalam kamar membayangkan bahwa suaminya sudah tidak sayang lagi dengannya, bahkan bisa membentak Cinta saat membahas mengenai istri pertama.


" Dia membentak aku! Saat itu juga dia membandingkan aku? Apa hebatnya istri pertama." Pikirannya semakin kacau memikirkan hal tersebut.


Di usianya yang masih muda, emosinya masih belum stabil mengenai bahkan Cinta hendak keluar dari rumah.


Saat di malam tersebut Cinta terbayang dalam otaknya. Harus pergi dari rumah dengan alasan suaminya bisa membujuknya untuk tidak pergi dari rumah.


Cinta segera membereskan semua bajunya.


Mengambil semua barang-barangnya yang ada di dalam. Di depan Toni. Cinta menunjukkan aksinya untuk keluar dari rumah.


Toni sudah melihat Cinta membereskan barang memasukkan dalam koper. Namun Toni pura-pura cuek dengan hal tersebut dan sebenarnya ingin menahan istrinya namun gengsian, akhirnya Toni membiarkan saja Cinta.


" Kamu membiarkan aku?" tanya Cinta ingin suaminya menahannya.


" Sudahlah, kalau kamu mau pergi, pergilah sana!" sebenarnya Toni tidak ingin mengucapkan hal tersebut tetapi spontan Toni berkata seperti itu.


Cinta semakin merajuk dan marah. Matanya terlihat merah dan wajahnya terlihat cemberut. Ternyata dirinya tidak mempunyai arti dari istri pertama.


" Baiklah... Aku akan pergi? Berarti kamu sudah tidak mencintai aku lagi." Marah langsung pergi keluar dari kamar.


Toni berlari mengejar Cinta yang sudah sampai di lantai satu. Toni menahan Cinta supaya jangan pergi.


" Hentikan!!! Jangan bergerak! Kamu tidak boleh pergi!" kata suami yang sebenarnya sayang namun tidak di tunjukkan rasa sayangnya.


" Apa? Kamu meminta aku pergi?" tetap berjalan untuk pergi.


" Aku tidak mau kamu pergi." Menarik tangan istrinya.


" Hentikan! Hey aku tetap hendak pergi! Kamu sudah mengusir aku dari rumah ini! Jadi aku tidak punya hak lagi untuk mengatur kehidupan kamu." Cinta tetap memaksa keluar rumah karena keras kepala.

__ADS_1


" Si keras kepala ini ! Tetap saja ngotot mau keluar dari rumah? Kamu pikir apa hebatnya kamu keluar rumah? Kamu bisa apa di luar?" meremehkan istrinya tersebut.


" Aku, mau balik kerumah orangtuaku dan aku mau mengadukan pada mereka ! Bahwa suamiku telah mengusirku." Ucap Cinta matanya merah sebenarnya terlihat sedih.


Capek rasanya, di saat mulai mencintai seorang suami. Ternyata kehadirannya di banding-bandingkan dengan istri pertama.


" Aku capek rasanya, dibandingkan-bandingkan dengan istri pertama." Cinta menceritakan semua keluhan nya.


" Aku tidak bermaksud membandingkan, aku mencintai kamu, tetapi kamu jangan egois begitu dong." Toni meminta Cinta supaya tidak egois padanya.


" Bagaimana aku bisa diam! Saat suamiku menceritakan semua tentang istri pertama? Buat apa bercerita seperti itu? Bagaimana dengan hati aku, saat mendengar hal tersebut! Tolong dong kamu mengerti sedikit saja perasaan aku!" meminta suaminya untuk mengerti tentang perasaannya.


"Aku tidak mengerti tentang perasaan kamu sayang." Berpura-pura tidak mengerti.


Semakin dibuat naik darah. Rasanya rasa sayang itu semakin di permainkan oleh Toni yang semakin hari semakin menyepelekan nya.


" Kamu!!! Sepele itu kamu pada aku?" menampar suaminya.


Plakkkkkkkk


Tinjuan Cinta mengenai suaminya, jiwa tomboy kembali keluar dari dalam dirinya.


" Rasakan! Aku tidak mau kamu membandingkan aku lagi ! Jika kamu membandingkan aku dengan istri pertama kamu, maka aku tidak akan segan-segan meminta cerai dengan kamu." Kata Cinta pada suaminya tersebut.


" Wih... Dia Sudah berani mengancam sekarang."


Akhirnya Toni lah yang meminta maaf karena telah berbuat salah. Demi kesejahteraan hidup berumah tangga dengan orang yang dia sayang.


" Baiklah sayang! Aku yang akan terlebih dahulu meminta maaf pada kamu." Memeluk tubuh istrinya tersebut.


Akhirnya Cinta tidak jadi keluar dan luluh dengan rayuan suaminya tersebut, perempuan mana yang tidak luluh saat suaminya membujuk nya dengan sebuah kecupan di kening.


" Baiklah suamiku, aku akan memaafkan kamu. Tetapi ada syaratnya? Yang harus kamu penuhi supaya aku tidak ngambek lagi."


Persyaratan yang di minta Cinta adalah membelikannya sebuah tas dan sepatu kesukaannya. Cinta sudah lama mendambakan sepatu yang ada di toko sepatu.


" Aku sudah lama mendambakan sepatu yang ada di toko sepatu, syaratnya belikan aku sepatu itu."

__ADS_1


" Oke, ayo kita ke toko sepatu." Mengandeng tangan Cinta.


" Ihh tunggu dulu koper aku bagaimana sayang?"


" Sudah biarkan saja."


Toni menarik tangan Cinta dengan pelan segera mereka pergi ke toko sepatu yang terkenal tersebut. Toko sepatu yang menjual barang-barang branded ternama.


" Tumben, minta di belikan sepatu? Biasa tidak pernah meminta sepatu pada aku?" tanya Toni terheran-heran.


" Soalnya, aku kepengen saja sih," jawaban singkat dari Cinta.


" Kepengennya karena apa?"


"Pokoknya kepengen saja."


Akhirnya mereka sampai ketoko sepatu dan tas tersebut. Cinta mengambil dua set sepatu dan 2 tas yang kisaran harganya jika di total 300 juta.


Bagi Toni tidak masalah untuknya. Menyuruh kembali istrinya mengambil yang lain jika ada di suka di toko tersebut.


" Sayang, ambil yang lain lagi." Toni memang royal sama siapa pun.


" Sudahlah cukup ini saja..." Cinta memang tidak rakus untuk di traktir.


" Hmm di tawari malah gak mau!" marah-marah pada istrinya.


Cinta memang tidak suka dengan sesuatu yang terlihat berlebih, baginya cukup dengan berpenampilan biasa saja namun terlihat rapi di depan orang lain.


" Sayang kamu itu memang seperti itu orangnya! Aku tawari yang lain kamu tidak mau ambil." Toni kesal memang niatnya untuk membayari tetapi Cinta tidak mau berlebihan.


" Nanti uang kamu habis lagi sayang?" mengerti tentang situasi.


" Aku masih mempunyai uang banyak, apa saja yang kamu inginkan, bisa kamu belikan menggunakan atm yang aku berikan kepada kamu sayang." Toni juga memprotes uang bulanan yang diberikannya hanya berkurang sedikit dan tidak banyak.


" Sayang aku ini tahu? Bagaimana sulitnya mencari uang, makanya aku tidak mau dengan sesuatu yang berlebihan." Cinta memahami suaminya ingin memberikan yang terbaik, namun Cinta orangnya tidak suka di paksa dengan hal itu.


" Ya sudahlah sayang? Terserah kamu saja, setidaknya aku menasehati kamu untuk sekarang ini." Lelah menghadapi Cinta yang bandel di bilangi.

__ADS_1


" Hmm oke!! Memang aku susah untuk dinasehati." Kata Cinta pada suaminya tersebut.


__ADS_2