Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Tidur Bertiga


__ADS_3

Akhirnya Cinta menuruti keinginan Toni untuk satu kamar. Jika tidak di turuti maka Toni akan mengadu pada orangtua Cinta bahwa anaknya tidak mau satu kamar.


Cinta menjadi takut dengan ancaman tersebut. Cinta akhirnya menyetujui asal ada syaratnya jika mereka tidur satu kamar.


Jika Cinta tidur bersama Toni. Cinta meminta supaya putri sambungnya tidur bersama mereka berdua, awalnya Toni keberatan namun akhirnya Toni menyanggupi keinginan istrinya tersebut.


"Baiklah aku mau tidur sama kamu, asal anak kamu,bawa kesini."Ucap Cinta.


Cinta takut tidur berdua karena takut di sentuh oleh suaminya tersebut, ketakutan sekarang adalah takut Toni memeluk dan menyentuhnya secara paksa.


"Ti-tidak perlu. Ratih sudah besar dia bisa tidur sendirian." Toni menolaknya.


"Baiklah aku pisah kamar saja kalau begitu, jika kamu tidak bisa menyanggupi keinginan aku."Jawab Cinta sambil mengambil bantal gulingnya hendak pindah kekamar sebelah.


"Baiklah, aku akan memanggil putri ku,sayang di sini saja."Toni keceplosan memanggil sayang.


Toni akhirnya menuju kamar putrinya mengajak untuk tidur bertiga. Ratih juga sudah ingin tidur satu kamar dengan ibu sambungnya tersebut sambil beradaptasi.


"Sayanggggg belum tidur, ayo pindah kekamar ayah...Ibu kamu mengajak pindah kamar malam ini."Membuka pintu kamar anaknya.


Mendapati anaknya sedang membaca buku.


Putri Toni juga merupakan anak yang pintar sekarang putrinya sudah di kelas 3 sekolah dasar.


Kegiatan rutinitas Ratih setiap pulang sekolah belajar. Agar kelak bisa mewarisi perusahaan milik ayahnya karena Toni sudah membuat sebagian bisnisnya atas nama Ratih dan sebagian kelak untuk anaknya bersama Cinta.


Ratih gembira sekali mereka akan tidur bertiga dalam satu kamar. Ratih ingin di manjakan dengan ibu sambung seperti anak pada umumnya yang masih mempunyai ibu.


"Horeeee aku punya mama sekarang." Sorak kebahagian terpancar dari anak itu.


"Sudah ayo ikut ayah." Toni menuntun putri nya untuk tidur di kamar ayahnya saja.


Cinta sedang menunggu mereka untuk tidur bersama. Cinta baru selesai dari kamar mandi dan buru-buru keluar dari kamar mandi untuk memakai bajunya.


Pintu kamar tidak terkunci pada saat masih mengenakan setengah pakaiannya. Toni dan putrinya keburu masuk sedangkan Cinta lupa mengunci pintu kamar.

__ADS_1


Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh


Teriak Cinta terlihat panik, saat Toni membuka pintu menatap sebagian kearah tubuh Cinta.


"Keluar sa_sana jangan masuk dulu." Cinta memakaikan handuknya.


Toni dan Ratih segera keluar dari kamar. Wajah Toni memerah ketika melihat sebagian bagian dari Cinta.


"Ayah...Ibu ngapain?" Tanya Ratih.


"Kayaknya mama kamu baru selesai mandi."


Jantung Toni hampir copot saat melihat istrinya setengah memakai baju. Toni tidak bisa mau ngomong apa lagi nanti dengan Cinta.


Ternyata istri mudanya tersebut sangat semok dan mengairahkan bagi Toni. Ingin sekali menikmati istrinya tersebut secepat mungkin.


"Wah indah sekali ternyata." Gumam Toni dalam hati sambil tersenyum.


Toni menjadi senyum saja dalam hati saat pertama kali melihat pemandangan seperti itu. Baginya hal itu adalah kenikmatan luar biasa jika tidak mengintip tadinya.


Cinta menjadi malu wajahnya juga memerah ketika memakai baju dan menyisir rambutnya.


"Masukkkkkkkkkkkk." Teriak Cinta.


Cinta masih menyisir rambutnya yang hampir rusak karena riasan rambut, lalu Cinta memberikan vitamin rambut dan memakai parfumnya agar terlihat wangi.


Sambil mengenakan baju tidur panjang segera mengambil bantal. Ratih dan Toni masuk dalam kamar saat putrinya Toni tersenyum.


Cinta membalas dengan senyuman juga menyuruh Ratih untuk tidur di tengah dan suami nya tidur di sebelah kiri pinggir tempat tidur.


"Sayang...Sini tidur di tengah-tengah saja."


Inilah alasan Cinta menyuruh Ratih untuk tidur di tengah, supaya ada pembatas antara Toni dan Cinta supaya tidak kedekatan ketika sedang tidur.


"Baiklah mama."Kata Ratih.

__ADS_1


Cinta tidak suka di panggil mama, terlalu tua dengan sebutan itu,usianya yang masih 22 tahun meminta pada Ratih untuk memanggilnya sebutan kakak Ratih.


"Sayang, aku ini masih muda,kamu bisa memanggil dengan sebutan kakak Ratih saja sayang." Cinta menganjurkan hal tersebut.


Toni melarang anaknya untuk memanggil sebutan kakak Ratih, menurutnya hal tersebut tidak sopan jika Ratih memanggil sebagai kakak.


" Tidak sayang!! Ayah memarahi kamu jika memanggil ibu kamu dengan panggilan kakak." Menegaskan pada anaknya tersebut.


" Aku tidak mau memanggil kakak, aku mau memanggil dengan sebutan mama." Ratih menginginkan panggilan mama.


" Tidak sayang, panggil saja dengan sebutan kakak, aku ini masih muda, masih 22 tahun sekarang." Kata Cinta Ratih.


" Tidak bisa!!! Aku tetap mau memanggil mama, aku tidak mau memanggil kakak atau apa pun itu sekarang." Kata Ratih pada anak kandungnya tersebut.


" Sayang, sudah lah terserah kamu, mau memanggil aku mama atau apa pun itu." Cinta akhirnya pasrah saja menerima semuanya.


" Yeee...Aku panggil mama." Kata Ratih.


Anak itu bahagia sekali akhirnya mempunyai mama sambung yang baik, yang mau menuntun nya selalu.


" Mama, aku mau mendampingi aku dan menjadi mama yang baik untuk aku kelak." Ratih mengatakan hal tersebut kepada mamanya.


" Semoga saja sayang, semoga saja saya menjadi ibu yang baik untuk kamu kelak."Menjawab Pertanyaan anaknya tersebut.


"Mama jangan jahat sama aku." Ratih takut sekali jika kelak mamanya berubah menjadi orang jahat.


" Tidak sayang, mama tidak akan pernah jahat sama kamu." Cinta menjawab pertanyaan Ratih yang penuh dengan kekuatiran.


" Semoga saja mama."


Ratih takut ibu tiri yang dia bayangkan dalam kepalanya, adalah ibu tiri yang jahat dan tidak baik sama sekali, karena banyak ibu tiri seperti itu.


Menyiksa anak tirinya dan membedakan anak anak tiri dengan anak kandung, ketakutan Ratih semakin menjadi nanti saat mamanya sudah mempunyai anak, kelak akan berubah cintanya pada Ratih.


" Aku takut ibu tiri seperti yang di film mama, jahat sama anaknya." Ratih berkata sejujurnya.

__ADS_1


" Tidak sayang, banyak kok ibu tiri yang baik.


Kamu belum mengetahui dunia


__ADS_2