
Alvin dan Ara sudah mau melangkah kejenjang serius. Mereka meminta restu kepada Toni dan Cinta untuk menikah karena Alvin tidak mau lagi hanya sekedar pacaran lagi.
"Kak, kami mau melangkah kejenjang pernikahan. Kami mau meminta izin sama Kakak untuk menikah." Alvin menggenggam kedua tangan Toni.
"Adikku, aku mengijinkan engkau menikah dengan pilihan kamu. Kakak merestui hubungan kalian, semoga rumah tangga kalian kelak langgeng selamanya." Toni menahan haru saat Alvin meminta izin menikah.
"Terimakasih Kakakku ..."
Kini mereka kakak beradik, sudah menemukan tambatan hati masing-masing saat ini. Toni berharap banyak semoga rumah tangga yang di jalankan adiknya berjalan lancar dan langgeng.
Ara lalu mendekat kearah keduanya untuk meminta restu. Ara menatap Cinta yang kini sebentar lagi menjadi calon kakak iparnya tersebut.
Ara tidak lagi memanggil Cinta melainkan calon kakak ipar. Ara menggenggam tangan kedua Cinta sambil mencium tangannya tersebut.
__ADS_1
"Kak, aku kini memanggil dengan sebutan Kakak." Ara semakin lebih dekat dengan Cinta serta sudah memanggil Kakak. Yang dahulu menyebut nama kini sudah menyebut panggilan kakak.
"Baik Ara ... Aku akan merestui hubungan kalian, semoga rumah tangga kalian bahagia selalu." Ujar Cinta merasakan terharu karena kini Alvin sudah mau menikah dengan calon pujaan hatinya.
Pernikahan mereka akan di langsungkan satu minggu lagi. Ara akan menjadi bagian dalam keluarga mereka, bahkan Arah akan menjadi istri dari Dokter Alvin.
Dokter Alvin adalah pemilik rumah sakit ternama. Namun tak pernah Alvin menunjukan kemewahannya tersebut dihadapan siapa pun, saat ini Alvin bisa mengistimewakan Ara.
"Vin ... Aku hanya minta tolong kamu bahagiakan Ara, jadilah suami bertanggung jawab, begitu pula dengan kamu Ara jadilah istri yang baik untuk suami." Cinta ingin mengayomi kedua pengantin.
"Nanti kami akan urus wedding kamu dek bahkan kami sudah memesan ruangan hotel bintang lima." Untuk biaya di keluarkan oleh Toni.
Toni sudah berjanji akan membayar setengah biaya pernikahan. Bahwa Toni memang menyanyangi sang adek dengan tulus karena hanya Alvin lah adik satu-satunya.
__ADS_1
"Kakak akan membayar setengah biaya pernikahan kalian," kata Toni kepada Alvin.
"Terimakasih, Kak."
Alvin memang sangat bangga mempunyai kakak seperti Toni. Selalu mengayomi Alvin dari kecil, walau pun Toni sudah salah besar karena sudah merebut Cinta dari Alvin.
Namun sekarang mereka sudah saling melupakan kesalahan berapa tahu silam. Tak mengingat lagi dengan perseteruan kakak adek ini.
Alvin meminta kepada Toni, supaya tidak membahas ke Ara. Bahwa Cinta adalah orang yang pernah hadir dalam masa lalu tersebut karena takut Ara akan cemburu, jika kakak iparnya adalah masa lalunya.
"Kak, seandainya Ara nanya, jangan pernah beberkan bahwa Kak Cinta adalah masa lalu gue sama Ara." Alvin takut ketahuan.
Alvin tidak ingin Ara salah paham karena baginya kini ada Ara selamanya. Ara akan menghiasi hatinya, mengukir nama Ara didalam diri dan hatinya tersebut.
__ADS_1
"Baik, tak akan gue beberkan sama Ara bahwa kamu adalah masa lalu Cinta."
Toni juga tidak mau cerita mengenai hal ini karena sudah kejadian berapa tahun silam diantara mereka, biarlah hal tersebut menjadi kenangan bagi mereka.