
Kemeriahan pesta ulang tahun Toni di hadiri para rekan bisnis, saudara,teman,mertua dan para tamu undangan penting.
Kue tart sebesar 180 cm telah berdiri tegak di meja yang di sediakan khusus untuk kue tart tersebut, para undangan bersorak menyanyikan selamat ulang tahun.
Cinta tidak begitu tampak heboh, hanya berdiri tegak mendampingi suaminya serta tidak ada senyum di pipinya, saat tamu undangan bertepuk tangan reaksi cinta biasa saja.
Ada 800 tamu undangan hadir dalam acara ulang tahun tersebut, satu persatu mengucapkan selamat ulang tahun sambil memberikan kado ulang tahun mewah seperti jam tangan, baju mahal dan lain-lain.
"Yeee banyak tamu undangan," sorai Ratih pada ayahnya.
"Sayang, anak manis ayah." Menyahut putrinya berbicara.
Di acara ulang tahun tersebut Toni mengucapkan kata sambutan untuk semua tamu undangan yang sudah datang dalam acara ulang tahun tersebut.
" Terimakasih, untuk para tamu yang sudah hadir, terima kasih atas kado dan ucapan ulang tahun saya, di hari istimewa saya ini, terima kasih buat anak saya dan istri saya yang sudah menghadiri acara ulang tahun saya." Kata ucapan terimakasih dari Toni.
Reaksi Cinta biasa saja, tetapi saat ada seseorang dari pihak tamu undangan yang berbicara untuk menyampaikan kata-kata selamat.
" Selamat ulang tahun buat bapak, semoga bapak bahagia selalu bersama istri bapak dan buat ibu yang mendampingi bapak pokoknya jangan kecewakan bapak, bapak ini orang baik dan selalu setia terbukti saat pernikahan dengan istri pertamanya langgeng ." Kata Richard tamu undangan yang merupakan rekan bisnisnya.
" Baik Pak, terima kasih saya sampai kan kepada bapak." Toni menunduk seakan memberikan tanda hormat pada rekan bisnisnya tersebut.
"Sama-sama."
Acara ulang tahun tersebut di rayakan kan dengan semegah mungkin dan terlihat sorai-sorai kebahagiaan, saat itulah entah mengapa hati Cinta terketuk hatinya.
Cinta diam-diam mulai mengagumi suaminya tersebut, hal yang membuat Cinta jatuh cinta adalah senyum pria itu yang selalu tersenyum di hadapan semua orang.
"Ternyata dia ganteng juga kalau lagi tersenyum." Gumam Cinta dalam hati melirik sedikit.
Selesai acara Cinta melirik suaminya lagi yang sedang menyalami tamu yang hendak pulang, terlihat ramah dan mengucapkan terima kasih sudah berpartisipasi dalam acara ulang tahunnya
" Ternyata pria ini ramah sekali terhadap siapa pun." Semakin membuat Cinta mengagumi pria itu.
Toni sudah mengetahui bahwa sang istri dari tadi meliriknya, dalam hati nya juga salah tingkah saat mereka sama-sama mengagumi satu sama lainnya.
" Istriku dari tadi sudah memperhatikan aku."
Toni senyum-senyum sendiri dalam hati.
Toni memanggil sopir pribadinya untuk membawakan mobil. Toni sudah tidak sanggup lagi membawa mobil karena sudah capek dengan acara yang di gelar dari tadi pagi.
" Aku sudah capek, tolong bawa mobil," memberikan kunci mobil pada sopir pribadinya."
__ADS_1
" Baik Pak."
Sopir nya segera mengambil mobil mereka menunggu di depan hotel. Cinta memandang suaminya hingga membuat Toni berani untuk bertanya.
"Ayo kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Toni menangkap basah istrinya senyum-senyum sendiri.
Cinta langsung membuang pandangan nya jauh-jauh dari suaminya, supaya tidak terlihat seperti orang yang melirik lebih dalam dan parah.
"Enggak, aku tidak ada melirik kamu, jangan sok geer deh." Cinta gengsian untuk mengatakan sebenarnya.
"Hmmm okelah kalau begitu,"
Mereka memasuki mobil dan Cinta seketika memegang tangan suaminya tersebut, sontak saja hal itu langsung membuat Toni kaget dan terkejut-kejut.
Tidak seperti biasanya istrinya memegang tangannya, menggandengnya dengan erat seperti penuh cinta.
" Tumben tangan gue di gandeng seperti ini?" tanya Toni pada istrinya tersebut.
" Gue hanya pingin menggandeng tangan kamu saja." Cinta berpura-pura manja.
"Terserah sayang saja deh."
Mereka masuk dalam mobil. Ratih yang melihat ayah dan mama nya lagi romantis hanya bisa tersenyum.
"Ihhh udah Cinta malu sama anak," sebagai seorang ayah. Toni tidak bisa begitu di depan anaknya.
Akhirnya Cinta melepaskan pelukan tersebut dan tidak memeluk suaminya lagi. Kini Giliran Toni yang memeluk anak kandungnya sendiri.
"Mama, lihat aku dapat pelukan dari ayah," mengeluarkan lidahnya seakan mengejek.
" Ihhh anak mama berani-berani mengejek." Naluri seorang ibu mulai keluar dari dirinya sejak acara ulang tahun tadi.
"Hmmm iya dong ma."
" Sudah dong sayang, mama nya jangan di ejek lagi, kasihan mamanya." Toni menyuruh anaknya untuk sopan pada mamanya.
"Hmm baiklah mama,"
Ratih mencoba mendekatkan diri dengan meminta pangku. Entah mengapa Cinta tidak bisa menolak anak kecil tersebut untuk di pangku.
" Mama gue pingin di pangku dong," mencoba mendekat.
"Sini biar mama pangku."
__ADS_1
Akhirnya Cinta memangku anak sambungnya tersebut dan mencium rambut anaknya tersebut, mulai lah terlihat ada perubahan dalam diri Cinta.
Sekitar perjalanan 40 menit mereka sampai di rumah. Cinta dan Ratih turun duluan di bantu Toni.
Mereka akhirnya bisa istrahat ketika sudah sampai malam di rumah tersebut.
"Akhirnya sampai juga di rumah." Ujar Toni bahagia.
"Iya kita sudah sampai rumah, yuk masuk sayang." Menyuruh anaknya untuk ikut masuk juga.
"Ayo mama." Mereka berjalan bersama-sama.
"Nah begini dong, nampak kan akurnya."
Toni dan Cinta segera menuju ke kamar dan Ratih di asuh oleh pembantu. Toni segera menuju kamar mandi untuk mandi karena sudah keringatan.
"Aku mau mandi juga," sambung Cinta ketika suaminya hendak kekamar mandi.
" Yaudah istriku saja yang mandi duluan," menyuruh Cinta untuk mandi duluan.
Maksud Cinta adalah mandi bareng dengan Toni hari ini. Cinta mulai mau mandi bareng dengan Toni.
Toni terkejut saat Cinta mau mengikut dengannya mandi barang.
" *Apa aku tidak salah dengar?" tanya Toni.
" Tidak, kamu tidak salah dengar sayang," jawab Cinta*.
Toni masih merasa segan untuk mandi bareng dengan Cinta. Namun hari ini adalah kesempatan bagus untuk mandi bareng dengan Cinta.
"Yaudah, ayo sayang kita mandi bareng." Toni menuntun nya untuk ke kamar mandi hatinya senang bercampur berbunga-bunga.
Akhirnya setelah 5 bulan pernikahan baru bisa melihat tubuh Cinta. Selama ini Cinta tidak suka di paksa dengan hal tersebut.
Mereka mulai melepaskan baju mereka satu persatu. Toni meminta maaf pada Cinta biar dia saja yang membuka piyama yang di pakai Cinta karena pertama kali melihat tubuh sang istri.
" Sayang, biar aku saja yang membuka baju kamu karena perdana untuk melihat bentuk tubuh kamu sayang." Toni memohon pada Cinta.
" Baiklah sayang." Cinta pasrah.
" Hmm kamu tidak dekdekan sayang,"
Sebenarnya Cinta dekdekan selama ini dirinya tidak pernah mempertontonkan tubuhnya pada pria lain untuk di lihat.
__ADS_1