
Saat Cinta sudah hamil 8 bulan. Tiba-tiba Shella, seorang yang pernah membuat rumah tangga mereka hampir rusak, menghubungi Toni untuk ketemu.
Dengan modusnya. Shella meminta Toni untuk datang di malam hari, di sebuah hotel mewah bintang 5, dengan alasan di pukul oleh klaim yang memboking.
Shella berpura-pura. Menjadi korban kekerasan custumer nya, karena sudah mencintai Toni.
Shella tidak pernah lupa, dengan sensasi di atas ranjang tersebut. Sampai sekarang masih terngiang-ngiang dalam pikirannya saat berduaan dengan suami orang tersebut di hotel.
"Ton, bisa datang ke hotel. Gue menjadi korban kekerasan oleh custumer yang memboking gua." Ucapnya, sambil menjebak Toni untuk datang ke hotel bintang lima tersebut.
Toni yang mengangkat telpon tersebut. Menjadi linglung akan pilihan tersebut, saat Istri sudah tidur dan baru siuman saat terjatuh.
Tidak mungkin Toni pergi begitu saja. Tanpa seizin Istri, soalnya Toni takut rumah tangga mereka hancur. Cinta sudah memaafkan hal tersebut dengan syarat jangan terulang kembali.
Jika terulang kembali. Maka Cinta tidak akan memaafkan Toni dan pergi menceraikan Toni disaat hamil. Toni takut dengan konsekuensi tersebut, jika ketahuan akan berujung pada sebuah perceraian.
"Tidak Shel ... Gue tidak bisa pergi ke hotel ketempat kamu menginap dengan pria tersebut. Soalnya saya takut ketahuan Istri saya." Jawab Toni, sambil melihat ke arah Istri yang sedang tertidur.
"Ton, bantu gue ...!" sambil nangis-nangis meminta bantuan.
Toni merasa iba dengan suara tangisan Shella. Wanita malam yang pernah melayaninya, saat Gerald menjebaknya. Terulang kembali Toni tidak lupa dengan rasanya, walau pun Toni sudah melupakan namun otak travelingnya muncul lagi.
"Gi-Gimana iya Shel ... Mau ngomongnya, gue takut ketahuan Istri." Toni merasa bingung akan dua pilihan.
Jika tidak menolong Shella, maka perempuan itu akan hilang nyawa dan jika menuruti makan konsekuensi nya adalah sebuah perceraian.
"Tolong Gue Ton ... Gue janji tidak akan macam-macam sama Loh! Tolong selamatkan gue Ton," katanya sambil menangis mengemis meminta pertolongan.
Akting Shella, mulai di jalankan, dengan iming-iming menangis, supaya suami orang tersebut lebih percaya, namun Shella hanya rindu dengan suami orang tersebut.
"Baiklah, gue akan menolong kamu, tetapi ingat. Hal ini jangan ada yang tahu siapa pun termasuk Gerald !" katanya kepada Shella.
"Baik Ton. Gue akan jaga kepercayaan ini." Jawab Shela.
__ADS_1
"Kirimkan alamatnya dan biar gue kesana sekarang." Toni menarik membuka selimutnya dan berjalan keluar rumah.
Saat Istri tertidur. Toni pergi diam-diam begitu saja. Namun hatinya was-was takut ketahuan berulang kali. Shela tahu nomor Cinta.
Usut punya usut. Shela mencari nomor Cinta dari Gerald. Gerald memberikan nomor Cinta untuk membalas dendam lagi kepada Toni melalui Shela.
"Mampus loh Cinta ...! Sebentar lagi kalian akan bercerai," gumam Shela dalam hati sambil tersenyum sinis.
Shela memang seperti itu, walau pun dia wanita malam, tetapi jika sudah mencintai seseorang pria. Baik dia suami orang atau pun tidak, maka Cinta akan ngebetnya.
Toni pergi ke hotel Angola tersebut. Di hotel tersebut, segera Toni mendatang kamar nomor 101 tersebut. Di sana Shela sudah menunggu Toni.
Menunggu Toni sambil berpakaian lingeria tipis berwarna coklat. Sehingga sekujur tubuh nampak, membuat Toni penasaran. Mana pria yang sudah menghajarnya, karena tidak menemukan yang lain selain Shela.
"Shel ... Loh tidak kenapa-kenapa kan?" saat membuka pintu. Toni bertanya seperti itu kepada Shela.
"Ton ..." Langsung memeluk Toni.
"Sudah kabur Ton ... Karena Dia tahu, bahwa gue menghubungi seseorang dan Dia takut sama Loh." Katanya kepada Toni.
Dengan berpura-pura. Mengatakan pria yang menghajarnya sudah kabur, pada hal ini semua adalah usahanya. Untuk menjebak Toni, supaya mereka tidur satu malam.
Shela terpaksa menjalankan modus tersebut kepada Toni. Karena sudah kangen dengan semua rasa yang pernah mereka lakukan.
Shela kangen dengan pelukan erat Toni pada waktu itu. Dimana Toni menggenggam erat tubuhnya, saat mereka terjebak satu malam di hotel.
"Terus ngapain kamu tidak konfirmasi aku Shela? Bahwa pria itu sudah kabur, supaya gue tidak kesini lagi!" Toni ngomel-ngomel sama Shela.
Shela berlekuk lutut di hadapan Toni. Bahwa malam ini, dirinya ingin di jaga sepenuhnya pada pria tersebut. Dengan embel-embel trauma dengan pria yang sudah membokingnya malam itu.
"Aku trauma Ton ... Takut dia balik lagi ke kamar ini," menggelengkan kepala, mengatakan tidak sanggup untuk tidur sendirian.
"Sabar Shela. Sudah jangan trauma lagi." Toni memeluk erat Shela dan percaya saja dengan cerita Shela.
__ADS_1
"Ton, boleh gak gue minta tolong sama kamu malam ini? Tolong menginap semalam di sini aja ya sama gue?" kata Shela kepada Toni.
Toni tidak bisa, kepikiran akan resiko yang akan di terima. Jika menginap satu malam bersama Shela di hotel tersebut dan hal tersebut tidak akan mungkin di lakukannya.
"Maaf Shel, gue tidak bisa menginap bareng sama kamu! Kita ini bukan suami Istri dan aku sudah mempunyai Istri." Toni tahu batasannya.
Tidak mungkin Toni tidur dan menginap satu malam, dalam sebuah kamar hotel yang sama yang bukan dengan Istri sahnya, karena hal tersebut merupakan hal tidak wajar dalam hidupnya.
Toni juga tidak mau kejadian itu terulang kembali. Kejadian di malam, dimana mereka benar-benar khilaf dan lupa bahwa sudah mempunya Istri karena nafsu.
"Kak, aku mohon. Menginap lah bersama aku di sini." Shela membuka lingeria lalu membaringkan tubuhnya di ranjang.
Toni awalnya menutup mata, namun godaan semakin besar, nafsunya sudah membara saat Shela membusungkan dadanya kedepan sehingga membuat Toni tidak bisa berkutik lagi.
"Kak, aku sudah membuka lingeria aku dan aku memberikan kesempatan, untuk kita tidur dalam satu malam di ranjang." Sambil membuka bagian gunung kembarnya.
Saat gunung kembar tersebut terbuka tanpa lapisan kain yang menutupnya, semakin membuat Toni tidak berkutik.
Shela segera mendekati Toni. ******* bibir Toni dan akhirnya pria tersebut, mengikuti alunan bibir Shela yang bermain.
"Enak tidak Kak?" tanya Shella memberhentikan sejenak.
"Hmmm."
Kode Hmm menandakan kode enak. Lalu Shela melanjutkan permainan tersebut. Sampailah Toni meremas bagian gunung kembar Shela dan tidak kuat menahan nafsunya lagi.
"Kak. Geli sekali." Desak Shela yang sudah membara.
"Sudah tenanglah ... Biar malam ini aku yang servis kamu," jawab Toni kepada Shella.
Biasanya Shella yang memberikan servis terbaik kepada para custumer hotel. Tetapi kali ini cerita berbeda, mereka sama-sama mau dan tidak menolak hal ini.
Saat itu juga pria mana yang dikasih tidak bakal menolak, itulah prinsip Toni pada saat itu.
__ADS_1