
Gerald juga mengetahui bahwa lawan nya sudah mempunyai anak sekarang. Semakin muncul lah keirian dalam hati nya untuk menghancurkan karir Toni.
"Kurang hajar! Istri Toni baru melahirkan sekarang," gumam Gerald dalam hati merasa benci, dengan berita melahirkan Cinta tersebut.
Gerald memang dari dulu, ingin berusaha menghancurkan Toni baik dari segi karir, percintaan dan bisnis Toni. Gerald tidak ingin semuanya melejit sedangkan dirinya hancur untuk saat ini.
Toni sudah bahagia dengan keluarga kecilnya tersebut. Toni sudah tidak mau lagi berkumpul dengan teman nya lagi, karena bisa membawa pengaruh buruk dalam rumah tangga mereka.
Cinta setelah melahirkan, membatasi suaminya untuk nongkrong bersama teman dekat nya, karena teman dekat Toni suka menghasut Toni, sehingga Toni menjadi khilaf lagi.
"Sayang, sekarang kamu di batasi! Aku tidak suka, kamu berteman dengan orang yang bisa membawa pengaruh buruk!" Cinta mulai mengekang suami nya.
"Oke sayang, dari hati yang paling dalam, aku tidak akan melakukan nya lagi."
"Bagus kalau begitu ..!"
Cinta menasehati Toni, untuk ingat istri karena istri lah yang akan mengatur masalah pergaulan suami. Toni tidak boleh menjadi seperti lajang lagi, yang suka keluyuran sana sini saat masih menjadi duda.
"Hmm cemburuan amat ..!" Ujar Toni kepada Istrinya.
"Aku tidak cemburuan, namun kamu itu tidak muda lagi! Jangan sama kan ketika kamu masih lajang dan masih duda dulu." Gerutu Cinta kepada suaminya.
"Gue duda, gak suka keluar rumah juga kemarin." Toni merasa jarang keluar rumah ketika masih duda.
Cinta tidak percaya, suami nya jarang keluar waktu jadi duda. Tentu cari pasangan yang bisa mengantikan posisi istri pertamanya tersebut. Berapa tahun menduda tidak mungkin Toni, tidak ada mengejar para wanita yang di sukai.
"Banyak alasan kamu! Tidak mungkin lah kamu tidak keluar, kamu kan duda pada waktu itu?" Cinta merasa ganjing dengan suaminya tersebut.
"Aku duda ... Tetapi aku duda mahal dan gengsian." Jawab Toni kepada Cinta.
"Uhh sombong amat jadi orang."
__ADS_1
Cinta menghela nafas, sambil mengendong putri nya yang baru lahir. Baru jadi ibu seminggu, sudah mulai terasa lelah dan terkadang gak bisa tidur.
Menjadi seorang Ibu, mulai terasa capek nya saat ini. Melahirkan anak juga sakit, mempunyai anak terasa letih. Namun saat melihat anak, ada kebahagiaan tersendiri di hati Cinta, karena bisa melahirkan keturunan nya.
"Sayang, nanti malam kamu yang ngurus anak sekali-kali, kalau aku sedang tertidur." Cinta kurang enak badan, mau baringan sembari istrahat nanti malam.
Kepala Cinta juga pusing. Pada hal sudah makan obat, masih terasa pusing. Cinta lalu mengayun anak nya tersebut, namun suami langsung menyuruh Cinta untuk istrahat saja biar Toni yang mengurus.
"Sayang, biar aku saja yang ngurus anak kita hari ini. Kamu tidur saja, soalnya aku lihat kamu seperti kecapekan."
Cinta memang sudah 3 hari ini terasa capek sekali. Soalnya Ceri juga rewel minta minum terus, pengorbanan Cinta harus tidur larut malam demi si anak.
Toni juga sering pulang malam, karena mau tutup buku. Setiap akhir bulan pasti Toni selalu sibuk dan Cinta tidak mau mengganggu suaminya tersebut.
"Sayang, kamu kamu kan mau tutup buku akhir bulan ini? Lebih baik kamu periksa saja berkas-berkas kantor. Aku bisa nyelesaikan sendiri sayang." Jawab Cinta, tidak mau suami nya tersebut tertunda pekerjaan nya yang seaturnya, harus Cinta tangani terlebih dahulu.
Cinta merasa ini kewajiban nya, sebagai ibu rumah tangga dalam keluarga mereka tersebut. Tugas seorang suami mencari nafkah.
Ceri mengangkat tangan kedua nya, tidur dengan santai nya. Ceri bisa rewel jika tidak di ayun, jika ayunan tersebut berhenti di gerakan. Maka Ceri akan menangis sekencang nya, membuat Cinta sering kewalahan.
Baru terasa ketika menjadi ibu muda sekarang. Di mana ada fase capek nya dan membagi waktu untuk keluarga kecilnya tersebut.
"Sayang aku istrahat, terima kasih sayang sudah jagain, Ceri." Cinta mencium suaminya tersebut.
"Hmmm, cium lagi dong pipi kiri dan kanan sayang! Soalnya belum terasa." Toni ketagihan dan minta tambah ciuman lagi sama Cinta.
"Hmmm, ini aku cium lagi, Sayang," Cinta mencium lagi Toni, karena Toni meminta tambahan untuk di cium.
"Yeeeeee akhirnya aku mendapatkan ciuman mesra dari Ayank," suami meresapi ciuman tersebut.
Begitu lah rasa sayang muncul seiring waktu bersama diantara keduanya. Pada hal Cinta awal nya tidak menyanyangi Toni, namun sekarang takut kehilangan Toni.
__ADS_1
"Sayang, nanti kalau kamu sudah capek bilang. Soalnya biar gantian," ujar Cinta lalu naik ke atas tempat tidur, mau istrahat karena capek.
"Iya, Sayang."
Toni menjaga anak nya, kebetulan Ratih juga belum pulang sekolah. Toni tidak menjemput Ratih, yang akan menjemput Ratih adalah sopir pribadi Toni.
Soalnya putri kedua nya tidak bisa di tinggal karena rewel. Kadang minta di ayun dan terkadang minta di gendong. Kalau tidak di turuti bisa nangis, sedangkan Cinta tidak mau anak nya di urus, sama beby sister. Walau pun Cinta mempunyai beby sister.
Terkadang Salsa dan Bambang datang kerumah. Untuk menjenguk cucu mereka yang sudah lahir, semenjak Ceri lahir mereka sering meluangkan waktu.
Bahkan mengajak Ratih keluar, mereka mengajak ketempat permainan, karena mereka juga kesepian tanpa ada anak kecil dalam hidup mereka.
Karena Toni juga mengantuk tanpa sadar tidak mengayun anak nya lagi, lalu Ceri menangis lah. Karena merasa seperti tidak terasa ayunan lagi.
Hoek Hoekkkkkkkkkkkk
Ceri masih tetap menangis kencang, lalu Cinta terbangun dari tidur, melihat suaminya sudah tidur. Cinta menggelengkan kepala melihat suami nya tidak bisa jaga tanggung jawab.
Kata nya mau ngurus anak, bukti nya baru jaga Ceri 30 menit sudah tertidur karena ngantuk. Cinta menggeleng kepala ternyata semua suami sama saja.
"Ternyata semua suami saja." Gumam Cinta kesal, memang bapak-bapak gak bisa betah kalau ngurus anak.
"Sayangkuuuu, cinta Mama ini." Bujuk Rayu Cinta, mengajak anak nya untuk ngomong supaya tidak rewel lagi.
Cinta nyanyi dengan senandung nya, akhirnya
Ceri diam setelah di nyanyikan oleh mama nya tersebut. Tipe-tipe anak yang tidak bisa diam karena lagi masa rewel-rewel nya.
Cinta membangunkan Toni, dengan menepuk-nepuk punggung Toni. Supaya pindah keatas tempat tidur, supaya tidak bersandar lagi di dinding dekat ayunan tersebut.
"Pahhhhhh, pindah dongggg." Menepuk-nepuk bahu dan punggung suami, meminta nya untuk pindah dulu ke atas tempat tidur karena kasihan melihat suami.
__ADS_1