
Alvin untuk sementara waktu tinggal di rumah Toni, sampai kondisinya sudah membaik.
Bahkan sudah banyak pasien rumah sakitnya yang menunggu Toni untuk kembali siuman karena setiap pasien, yang berobat pasti kebanyakan sembuh.
Alvin sudah tidak bersemangat lagi dalam menjalan kan hidupnya, sulit untuk menerima kenyataan bahwa kini kakaknya sudah menikah dengan orang yang paling dia sayangi.
Saat Toni pergi ke kantor. Alvin diam-diam masuk ke kamar Cinta yang sedang berbaring. Cinta sudah tidak tahu lagi saat ini kondisinya sedang di lema untuk menerima kenyataan bahwa orang yang dia cintai adalah adik dari suaminya.
" Cinta..........." Panggil Alvin masuk kedalam kamar.
Cinta terkejut, saat Alvin masuk kedalam kamar pribadinya bersama Toni, saat itulah air mata Cinta menetes, membayangkan semua yang terjadi.
" Aaaaaa_Alvin." Panggil Cinta suaranya sangat parau sekali.
" Kamu tega mengkhianati aku." Alvin mengatakan bahwa Cinta adalah orang yang paling jahat.
" Aku tidak tahu Alvin, maafkan aku, ternyata kamu adalah adik dari Toni."
" Mengapa kamu menerima lamaran itu pada waktu itu? Kamu bisa saja menolak pernikahan tersebut dan melawan." Alvin meminta Cinta untuk melakukan perlawanan pada waktu itu.
" Aku tidak bisa melakukan perlawanan pada waktu itu, aku juga merasa di lema dengan hidup aku, jadi tolong maafkan aku Alvin." Meminta maaf pada Alvin.
" Aku tahu kamu tidak jahat, tetapi kamu menerima pernikahan itu, sedangkan kamu jadi apa sekarang? Jadi istri kakak aku, jadi aku ini bisa apa? Aku di lema sekarang, antara belajar ihklas atau tidak!" Alvin bingung dengan kenyataan hidupnya.
" Aku tidak mencintai kakak kamu pada waktu itu Alvin , aku juga di lema bahwa orangtua aku mempunyai hutang banyak dan harus di bayar pada waktu, mereka mempertaruhkan aku." Kata Cinta padanya.
" Mempertaruhkan kamu! Waktu itu bisa saja kamu meminta uang tersebut kepadaku dan kita menikah dengan bahagia, lihatlah sekarang? Bagaimana aku bisa merebut kamu dari kakak aku? Sedangkan kakak ku adalah orang yang paling baik denganku," perasaan di lema kembali menyelimuti hatinya.
__ADS_1
" Aku juga buntu pada waktu itu, tetapi aku jujur, percayalah, aku juga mencari kamu pada waktu itu dan saat kamu di pindahkan kerumah sakit tersebut pun, aku masih mencari kamu dengan harapan aku bisa menemukan engkau." Jawab Cinta dengan jujur.
" Sudahlah, boleh aku memeluk kamu untuk terakhir kali, kakak aku sudah kekantor! Sebagai tanda ihklas ku bahwa aku merelakan kamu dengan orang lain." Alvin meminta sebuah pelukan.
" Baiklah."
Akhirnya mereka berpelukan erat tanpa ada yang tahu dan menutup pintu kamar tersebut.
Alvin mencium bibir Cinta untuk terakhir kali sudah 15 menit mereka berciuman.
Cinta menikmati sensasi ciuman tersebut.
Melupakan sejenak bahwa kini sudah menjadi istri dan kehadiran Alvin membuat Cintanya muncul kembali terhadap Alvin.
Rasa sayang Cinta masih untuk Alvin, belum sepenuhnya untuk Toni walau kini sudah menikah dengan kakak Alvin tersebut.
" Aku masih mengingat kenangan kita bersama, aku menyayangimu kamu." Alvin mengatakan masih cinta.
" Aku juga masih mencintai kamu, tetapi kita buang jauh-jauh kembali, kenangan saat kita bersama dulu yang tak mungkin kembali bersama lagi."
Mereka saling berpelukan mesra satu sama lain, tetapi Alvin mau berkata apa lagi, semua telah terjadi, andai Cinta tidak dengan abangnya, mungkin Cinta sudah bersama dirinya sekarang mengarungi rumah tangga bersama Cinta.
" Sudahlah memang orangtua kamu saja yang matre,,, terlalu memaksakan keinginan, anaknya harus menikah dengan rekan kerjanya." Kata Alvin.
" Aku tahu Vin... Tetapi aku tidak sepenuhnya mencintai dia , mencintai abang kamu, aku hanya mencintai kamu Vin, bisa saja kan aku meminta cerai darinya?" andai Alvin mau kembali lagi dengannya, maka dirinya akan menceraikan suaminya tersebut.
Alvin menentang keras bahwa Cinta harus menggugat cerai suaminya, hal itu sangat bertentangan dengan pikirannya dan tidak membolehkan Cinta menggugat cerai.
__ADS_1
"Kenapa Vin? Bukan kah kamu ingin kita bersama mengarungi rumah tangga, mengapa kamu tidak mau aku menggugatnya?" tanya Cinta.
" Dia kakakku, dia yang menolong dan menyanyangi aku, lebih baik aku kehilangan kamu, dari pada aku harus kehilangan kakak aku." Dengan berat hati Alvin menolak semua itu.
Mungkin inilah jalan terbaik untuk mereka berdua, untuk menemukan jodoh yang terbaik dan mungkin mereka tidak akan berjodoh selamanya dan biarlah semua menjadi kenangan yang di simpan didalam hati mereka.
Alvin juga pengen Cinta mengingat bahwa mereka pernah mempunyai kenangan manis saat bersama, kenangan yang membuat nya tidak lupa pada cinta pertama.
" Walau pun kita tidak bisa bersatu, setidaknya kamu masih di dalam hati aku Cinta, kamu tidak akan pernah aku lupakan dari dasar lubuk hatiku yang paling dalam, biarlah ku simpan derita ini sendirian." Kata Alvin pada mantan kekasihnya tersebut sebenarnya belum terima tetapi apa boleh buat, takdir memisahkan mereka untuk sekarang ini.
" Baik Vin... Aku akan mengingat ini bahwa takdir yang memisahkan kita untuk sekarang ini dan aku minta maaf pokoknya kamu jangan sakit hati dan kembali lah sembuh seperti dulu lagi dan tetap ceria dalam menjalani hidup." Katanya pada mantan kekasihnya tersebut.
" Baiklah, aku akan semangat dalam menjalani hidup dan bantu suport aku untuk selalu kuat dalam menghadapi kenyataan ini." Alvin meminta pada Cinta untuk membimbingnya pelan-pelan.
Mereka akhirnya bisa saling memaafkan, keadaan lah yang membuat mereka harus berpisah, dulunya Cinta adalah orang yang paling di sayang Alvin, Cinta lah orang pertama yang dia cintai ketika mantan kekasih meninggal.
Alvin berusaha bangkit dari keterpurukan saat mantan kekasih meninggal dunia, tetapi kini Alvin harus di tinggal lagi oleh orang yang sangat dia sayang, yaitu sosok Cinta.
Butuh waktu bagi Alvin untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur mencintai ini.
Butuh waktu untuk menerima orang baru dalam hidup Alvin sampai sekarang ini.
Kedua orang ini adalah orang yang paling spesial dalam hidup Alvin, pertama kekasihnya yang sudah meninggal dunia dan kedua adalah Cinta orang yang Alvin sayangi selama ini.
Dengan kekasih yang pertama Alvin butuh waktu 5 tahun untuk menyembuhkan luka yang ada di hati nya, di tinggalkan oleh orang yang di sayangi bisa menyebabkan trauma yang begitu mendalam, serta butuh waktu bertahun- tahun untuk sembuh dari hal tersebut.
" Mungkin, entahlah, sampai kapan aku bisa menyembunyikan semua ini dan membuka hati dengan perempuan lain." Jawabnya ketika sudah putus asa dengan semua yang telah terjadi dalam hidupnya.
__ADS_1