Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Terjatuh


__ADS_3

Cinta saat menjemur selimut yang di cuci ditempat jemuran baju. Tiba-tiba terjatuh dari kelantai dan pingsan tak sadarkan diri.


"Nak, kenapa lama sekali Mama? Menjemur pakaian di lantai dua," ucap Toni saat melihat setengah 20 menit berlalu, namun Istri belum muncul juga di kamar.


"Entahlah Pak?" jawab anak.


"Ayo ... Kita lihat Mama, soalnya Papa gak mau kenapa-kenapa." Kata Toni merasa resah.


Biasanya Istri hanya menjemur kain 10 menit paling lama diatas lantai dua. Tak pernah selama ini menjemur kain-kain yang baru di cuci tersebut.


"Ayo Pah ..." Jawab Ratih.


Mengendong Ratih keatas lantai dua. Soalnya takut anaknya tersebut terjungkal kelantai.


Toni tidak bisa tenang begini, jika belum menemui Istri diatas lantai dua.


"Sayang ...." Teriaknya memanggil dari tangga ke lantai dua.


Namun belum ada jawaban dari Cinta. Semakin membuat Toni kuatir sekali, biasanya setiap Toni datang ke atas pasti ada jawaban dari Istri.


Cinta sudah tergeletak sekitar 30 menit. Di dekat jemuran kain, karena terjatuh lantai yang di injak oleh Cinta sangat licin sekali.


"Sayang ..." Panggilnya lagi, namun belum ada jawaban.


"Mamaaaaaaaaa ...." Teriak Ratih memanggil.


Tidak mendapatkan sahutan. Toni yang menggendong Ratih, menyuruh anaknya untuk berjalan saja, karena Toni berlari sekuatnya untuk nyamperin Cinta.


"Istriku ..." Sesampai di lantai dua.


Saat Toni dan Ratih sampai di lantai dua.


Mereka begitu syok, saat mendapatkan Cinta tergeletak dalam membelakangi mereka.


Toni berlari menghampiri sang Istri. Teriak histeris keluar dari Toni dan Ratih. Ketika mereka takut akan terjadi hal berbahaya.


"Sayang ... Kamu kenapa?" ternyata Cinta pingsan karena terjatuh.

__ADS_1


Toni segera menghubungi seluruh pekerja yang ada dirumah. Mengangkat Cinta dari lantai dua dan membawa Ibu dari anaknya tersebut kerumah sakit.


Mencium kening Cinta dan memegang terus tangan Cinta. Toni menyuruh sopirnya untuk membawa mobil, baby sister mendampingi Ratih dan Toni mengendong Cinta.


"Semoga Kamu dan anak kita tidak apa-apa Sayang." Gumamnya dalam hati di penuhi rasa kuatir.


"Tolong cepat bahwa mobilnya! Istri saya sedang dalam bahaya." Toni menyuruh cepat untuk membawa mobil.


"Baik Pak, saya akan cepat membawa mobil ini." Jawab Indra sopir pribadi Toni.


Mereka sampai di rumah sakit. Toni buru-buru memanggil para staff rumah sakit.


Meminta kepada mereka untuk menangani Istri dengan cepat.


"Tolong ... Tolong, tolong saya." Ucapnya sambil meminta bantuan.


Para petugas rumah sakit menolong Cinta.


Karena Toni adalah pemilik dari rumah sakit tersebut, sehingga penanganan di lakukan secara cepat oleh Dokter dan para perawat.


Toni ikut keruangan dimana Istri di rawat. Sambil melihat kinerja pada Dokter selama ini dalam menangani pasien.


"Sabar Pak, kami akan melakukan yang terbaik dalam menangani Nyonya Presdir." Jawab Dokter Dio.


Dokter Dio adalah Dokter spesialis kandungan. Yang menangani pasien yang sedang bermasalah dalam kandungan atau konsultasi. Mengenai kehamilan para Istri yang sudah hamil.


Toni selalu menggenggam tangan Istri.


Berharap banyak bahwa Cinta akan siuman secepatnya, takut terjadi resiko dengan anak mereka yang ada di dalam kandungan.


Dokter Dio lalu berkonsultasi dengan Toni.


Untuk memberitahu bahwa Istri tidak terjadi apa-apa, tetapi jika terulang kembali kedua kalinya jatuh. Maka resikonya adalah keguguran.


"Pak Presdir silahkan keruangan konsultasi sekarang. Ada hal yang ingin saya bahas sama Bapak." Dokter Dio menyuruh Toni keruangan konsultasi.


"Baik, saya akan kesana." Toni membiarkan pada medis bekerja.

__ADS_1


"Begini Pak. Setelah saya periksa, ternyata Istri Bapak, tidak ada sesuatu yang membahayakan. Semua aman terkendali.


Tetapi saya mau bilang sama Bapak, seandainya Nyonya, nanti ada jatuh lagi.


Maka resikonya adalah keguguran, jadi di kandungan 8 bulan ini, tolong jaga baik-baik kandungannya." Dokter Dio memberikan penjelasan.


"Baik Dok ... Saya akan menjaga Istri saya sebaik mungkin." Jawab Toni.


"Jadi Pak, kita tunggu saja. Sebentar lagi Istri Bapak pasti siuman kembali." Kata Dokter Dio.


"Berapa lama saya menunggu Dokter?" tanyanya, karena dari tadi sang Istri belum siuman.


"Sebentar lagi Pak."


Cinta akhirnya sadar, tidak pingsan lagi.


Namun melihat di sekeliling, dirinya tidak tahu sedang berada dimana sekarang.


"Dimana saya ini?" tanyanya kepada perawat yang sedang menanganinya.


"Nyonya. Sekarang sedang berada dirumah sakit," jawab salah satu perawat sambil membaguskan infus Cinta.


"Mana Suami dan Anak saya?" mencari suami dan anak, namun tidak menemukan siapa-siapa.


"Suami Nyonya sedang di luar ... Sebentar akan kita panggilan," perawat tersebut menyuruh salah satu perawat lain untuk memanggil.


Salah satu perawat tersebut, segera memanggil Pak Toni untuk datang ke ruangan. Karena Istri sudah sadar dan sedang mencarinya.


"Maaf Dokter, saya ingin memberitahu, bahwa Nyonya Cinta sudah sadar." Sambil menundukkan kepala.


Toni yang sedang bersama Dokter Dio. Segera mendatangi keruangan. Toni sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Istri.


Dibawa Anak kesana. Mereka sama-sama menemui sang primadona di rumah mereka.


Tanpa kehadiran Cinta dirumah, mungkin akan terasa sepi dan tak ada kebahagiaan bagi Toni dan Ratih.


"Sayang ... Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya pada Istrinya tersebut.

__ADS_1


Sembari Toni yang berdirid


__ADS_2