
Toni meminta maaf, agar Istri bisa memberikan maaf menerima dengan lapang dada semua yang terjadi.
"Sayang, aku meminta maaf. Akan kejadian ini dan tidak akan mengulangi." Di pegang tangan Istri, sambil bersimpuh di hadapan Istri dan menyesali semua perbuatan yang telah terjadi.
"Tidak! Tidak! Aku tidak bisa memaafkan kamu!" ucapan maaf tidak di terima Cinta.
"Aku bisa gila, jika sayang tidak memaafkan aku." Toni tetap memegang tangan Istri.
Cinta menarik kedua tangan agar tidak bersentuhan dengan tangan Toni. Ogah rasanya bersentuhan dengan Toni lagi.
"Jangan sentuh aku, jijik ...!" menarik tangan nya dan melap pakai tisu.
Semarah itu Cinta pada Toni. Cinta akan memberi pelajaran, agar Toni bisa menjadikan pelajaran kedepannya, supaya tidak gampang terlena dengan hasutan orang lain.
"Sayangggggggg." Toni menahan tangan Cinta.
"Apa sih kamu?" kesal Cinta, wajah nya berubah seketika.
Tidak ada maaf bagi Toni. Yang sudah tidur dengan wanita malam, bagi Cinta sampai kapan pun akan terulang kembali.
"Aku minta maaf." Toni bersikukuh tetap meminta maaf.
Hamil 8 bulan. Cinta tidak mau kembali lagi dengan suami. Biarlah bekerja keras untuk membesarkan anak seorang diri dari pada hidup bersama suami. Semakin membuatnya sakit hati.
"Kita gimana? Mau pisah?" tanya Cinta meneteskan air mata.
"Aku, gak mau kita pisah."
"Aku mau kita pisahhhhh." Ucap Cinta.
Cinta sudah bersikukuh dengan pendirian akan berpisah dengan Toni, menurut Cinta perpisahan adalah jalan terbaik untuk keduanya.
"Gak... Aku tetap tidak mau bercerai!" Toni tetap mempertahankan rumah tangganya.
"Kamu mau bertahan? Apa yang harus kita pertahankan? Di hadapan aku saja, kamu telah kotor dan tidak bersih lagi." Beringas Cinta.
Cinta tidak akan mau menerima lagi bahwa sudah tersakiti. Bekas orang lain, tidak mungkin bisa menerima keadaan seperti itu kini. Walau pun mereka akan kembali akur namun kejadian tersebut akan selalu terngiang di kepala.
__ADS_1
Dimana saat Toni berduaan dengan wanita malam. Saling beraksi di atas ranjang dan menebar pesona.
Wanita mana yang akan lupa, saat suaminya mendua dengan orang lain. Pertama kali masih bisa di maafkan dan menerima dengan lapang dada.
Kedua kali terulang kembali, hati sudah rapuh dan hampir mati rasa. Penyesalan Cinta adalah mengapa memberikan hati disaat dulu tak pernah ada rasa.
Semakin memberikan hati, semakin besar luka yang di dapat dari seorang suami yang sudah pernah main. Bahkan telah berhubungan dengan wanita lain yang tidak bisa di terima oleh Cinta.
Cinta memang tidak pernah membangun rumah tangga, baru pertama kali menikah dan sangat tahu rasa sakitnya bagaimana. Ketika di khianati, di lukai dan perasaan seperti di ombang ambingkan.
"Sayang, aku ini memang kotor! Tetapi percayalah, aku bisa berubah demi kamu." Kata Toni.
"Berubah? Coba ingat pertama kali kamu bikin kesalahan! Kamu bilang bisa berubah, buktinya." Sambil menghela nafas, menatap seakan mau menerkam Toni.
Cinta memang geram sekali dengan Toni saat mengetahui hal tersebut. Mengapa bisa terulang kembali, apakah begitu berkesannya Shella dalam hidup Toni.
Sampai Toni tidak bisa lupa dengan rasa.
Bahkan wajah perempuan tersebut tergambar jelas di isi kepalanya, bahwa Shella adalah tinggi nafsu dan mudah terangsang.
"Shella yang menjebak sayang! Aku tidak mau tetapi dia memaksa."
"Sayang, bagaimana aku tidak mau waktu kejadian itu? Dia menggunakan lingeria dan aku dijebak! Tolonglah dengarkan aku bercerita dulu." Meminta Cinta untuk mendengarkan nya.
"Gak ada yang perlu dijelaskan."
Cinta tidak mau mendengarkan, penjelasan yang keluar dari mulut Toni, sama saja terlihat bohongnya karena sudah dua kali suami berbohong padanya.
"Begini, dengarkan dulu."
Toni langsung menarik tangan Cinta dan membawanya masuk kerumah Luci tersebut untuk berbicara mengenai peristiwa sebenarnya.
"Ahhhh lepaskan aku." Cinta meronta-ronta minta di lepaskan, saat Toni beringas langsung menggendongnya.
"Sayang begini ceritanyaaaa." Mendekat kearah Cinta dan mencium kening Istrinya tersebut.
"Kauuuuuuuuuuuu." Cinta marah.
__ADS_1
"Aku dijebak sama Shella, saat itu aku sedang tidur bersama kamu di rumah. Terus Shella menghubungi aku_"
"Sudah... Tak perlu lanjut untuk bercerita kalau tentang kebohongan _" menyuruh Toni untuk diam saja.
"Tetapi sayang, aku belum selesai berbicara mengenai ini, terus saat itu Shella menghubungi aku dan meminta aku datang ke hotel. Shella menangis saat menghubungi aku, lalu aku bertanya ada apa Shella? Ternyata Shella di kasari dan di tampar oleh pria yang membokingnya." Ujar Toni.
Lalu Toni melanjutkan pembicaraan lagi, katanya pada Istri. "Setelah aku sampai di hotel tersebut, Shella memeluk aku dan meminta tolong pada aku, untuk menginap satu malam, soalnya Shella takut pada pria itu waktu malam, aku bilang aku tidak bisa menemaninya. namun dia terus memaksa aku." Katanya pada istrinya.
"Terus?" Cinta mau mendengar lagi kejadian sebenarnya.
"Ya. Terus dia memaksa untuk satu malam menginap bersamanya, aku yang menolak pada waktu itu. Tiba-tiba Shella membuka lingeria tipis yang di pakainya dan nampak lah sekujur tubuhnya." Kata Toni sudah berusaha menjelaskan pada Istri.
"Terus? Lanjutkan cerita ..." Cinta semakin penasaran.
"Terus saat itu, saat Shella membuka baju waktu itu. Aku beringas tidak bisa menahan nafsu, pada hal waktu itu aku sudah berusaha supaya tidak terjebak." Toni sangat susah menghandle pada waktu itu.
"Lanjutkan lagi?"
"Terus, kami lanjutkan semua sampai di ranjang. Satu malam tanpa sadar bersama Shella. Ketika pagi aku sadar dan ketakutan ketahuan oleh kamu sayang."
Toni pada waktu itu. Memang ketakutan ketahuan bahwa sudah berhubungan dengan Shella. Takut Cinta akan menceraikannya pada waktu itu karena masalah ini.
Cinta tidak kuat menahan rasa sakit. Memang Cinta tahu, bahwa suaminya memang tidak kuat menahan nafsunya, nafsu suami memang begitu menggebu saat mereka bersama di ranjang.
"Aku gimana iya? Mau ngatain aku tidak terluka. Pada hal aku terluka, mau bilang tidak tersakiti, pada hal aku tersakiti dengan kejadian ini." Kata Cinta berkata sejujurnya kepada Toni.
"Lalu, apa tindakan yang mau sayang ambil?"
tanya Toni lebih jelas.
"Sebuah perpisahan."
Cinta sudah kuat dengan pendiriannya. Akan berpisah dengan suaminya tersebut, namun Toni tidak mau. Dengan alasan salah satu ada anak yang sedang di kandung serta Ratih tidak mau Ibu sambungnya tersebut pergi dari rumah.
"Tolong kamu pikirkan lagi sayang? Ada dua anak yang tidak akan ihklas jika kita berpisah nanti."
"Ini sudah menjadi keputusan aku, jika nanti Ratih kangen bisa bertemu aku." Jawabnya karena Ratih, bisa menemui kapan saja Ibu sambungnya tersebut. Jika rindu suatu saat nanti.
__ADS_1
"Jangan begitu dong sayang, ingatlah. Mereka akan kekurangan kasih sayang."