
Gerald berpura-pura datang kerumah Toni untuk mengucapkan selamat atas kelahiran putri tercinta. Walau pun mereka sempat bertengkar, namun kini mulai baikan mereka berdua.
"Hy, selamat atas kelahiran putri tercinta yang kedua," Gerald menjabat tangan Toni dan Cinta, sambil menyerahkan bingkisan kado untuk anak mereka.
"Wah, loh datang? Mau menghasut gue lagi atau benar-benar mau mengucapkan selamat kepada putriku," bisik Toni masih mengingat kejadian itu.
Cinta melihat Gerald datang menjadi tidak mood. Karena Gerald pernah menjebak suaminya, dengan mengirim foto suaminya dan Shella kepada Cinta.
"Ini kawan Toni, yang menjebak dia dengan mengirim foto sama gue." Gumam Cinta dalam hati menjadi kurang suka.
"Sayang ada apa? Kayaknya ada yang di pikirkan deh?" melihat wajah Cinta sudah berubah, saat Gerald datang. Yang tadi nya ceria menjadi cemberut.
Gerald pertama kali bertemu dengan Cinta saat itu. Gerald jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat istri orang tersebut begitu cantik dan mempesona.
"Cantik juga istri orang." Gumam Gerald dalam hati.
Gerald menoleh Cinta, sudah cantik, aura seorang Ibu nya keluar, manis dan begitu mempesona pada saat itu. Hati pria mana yang tidak jatuh cinta terhadap istri Toni tersebut, selain cantik dan juga lembut kalau ngomong.
Toni melihat Gerald, mencari kesempatan untuk melirik istrinya. Toni tidak bisa tinggal diam saat istrinya di lirik oleh Gerald, karena kecantikan istri harus lah Toni yang memandang bukan orang lain.
"Gerald loh lihat siapa sih? Kayaknya lihat istri gue saja dari tadi?" tanya Toni telah ambil hati dan cemburu.
Gerald membuang pandangan nya. Takut Toni semakin mencurigainya, saat Gerald memang naksir sama istri orang.
"Hmmm aku cuma memandang interior di belakang istri kamu, cat nya bagus dan desain nya juga bagus!" Gerald mengalihkan pembahasan ke yang lain.
Toni semakin curiga, sejak pertama Gerald datang. Selalu melirik ke istrinya, seakan dengan tatap kagum terhadap istri tercintanya tersebut.
"Loh, gak suka kan sama Istri gue?" tanya Toni ingin tahu.
__ADS_1
Gerald memakan brownis, tiba-tiba keselek karena Toni mengatakan, bahwa Gerald menyukai istri keduanya tersebut.
"Wuh tidak mungkin gue suka sama Istri loh Toni, ada-ada saja ini orang." Toni menepuk punggung Toni sambil tertawa, sebenarnya Gerald cinta.
"Bohong loh! Pasti kamu suka kan sama istriku?" Toni terus membahas kesitu dan Gerald tidak bisa berbicara lagi.
"Ton, jangan salah paham dulu. Gue cuma melihat bagian relief di belakang sangat cantik dan desain nya juga minimalis loh itu di belakang." Gerald membahas masalah desain rumah dan desai di belakang istri duduk tersebut.
"Sudahlah Sayang, tidak perlu cemburuan begini."
Cinta melerai mereka, karena Toni ngotot memaksa Gerald untuk jujur. Bahwa Gerald harus jujur mengatakan jujur kepada Toni bahwa Gerald menyukai istrinya.
Cinta dan Toni duduk di dekat tamu undangan yang mereka undang. Acara makan-makan ini khusus untuk teman dekat saja, tetapi Toni tidak melihat bahwa Gerald membawa Istri datang ke undangan mereka.
"Gerald ... Mana istri kamu? Kok gak ikut sama kamu nya?" tanya Toni lebih dalam karena ingin tahu masalah rumah tangga Gerald, yang masih teka teki.
Setiap ada acara Gerald selalu tidak membawa istri. Karena mereka sudah pisah rumah dengan istri.
Menjerumuskan Toni ke pergaulan dunia malam bersama Shella. Gerald ingin menghasut Shella untuk terus menggoda pria tersebut supaya cinta kepada Shella.
Gerald ingin Shella jangan kasih kendor segala permainan yang akan mereka mainkan tersebut. Kedua nya sama-sama butuh, Shella butuh mendapatkan cinta dari Toni dan Gerald ingin merebut cinta dari suaminya tersebut.
Walau pun sudah punya, tidak masalah sama Gerald. Istri orang lebih menarik dari pada istri sendiri, itulah prinsip yang akan Gerald jalankan, ketika melihat Cinta saat ini menjadi ingin miliknya.
Acara sudah selesai, segera Gerald pamitan kepada Cinta dan Toni. Pria itu hendak pamit pulang dan mengucapkan terima kasih kepada Toni.
"Ton, gue pulang dulu ..." Gerald menepuk punggung Toni, sambil menoleh ke arah Cinta saat itu.
Sedangkan Cinta sudah benci kepada Gerald sejak kejadian itu. Cinta geram melihat wajah Gerald, karena permasalahan Shella yang tak kunjung mengejar suaminya.
__ADS_1
"Ihhh jijik kali gue dengan orang ini," gumam Cinta dalam hati, menaruh perasaan benci ketika sudah tersakiti.
"Wah cantik sekali Istri orang," kata Gerald dalam hati.
Cinta melihat lirikan Gerald mengarah kepadanya, saat Gerald menepuk bahu suaminya tersebut. Namun Cinta membuang jauh-jauh pandangan ke Gerald dan sangat benci dengan pria itu.
"Dasar pria hidung belang," gumam Cinta dalam hati.
Mengendong anaknya dan pamit sama suami mau ke kamar dulu, soalnya Ceri sudah rewel minta susu dan menangis.
"Sayang gue ke kamar dulu, ngasih minum anak dulu," permisi sama Toni mau ke kamar karena Ceri.
Cinta memanggil Ratih, karena melihat Ratih sudah ngantuk. Mengajak Ratih ke kamar supaya tidur, setelah selesai mandi nanti Ratih baru bisa tidur.
Acara selesai di sore hari. Wajah-wajah anak seperti kecapekan sekali saat ini.
"Oke, Sayang." Jawab Toni.
"Sayang,,, ayo ke kamar sama Mama, soalnya mata kamu sudah ngantuk berat," melihat wajah Ratih dari jauh agak -agak wajah ngantuk.
Ratih berjalan kearah Mama Cinta, mengikuti Mama Cinta ke kamar, lalu Cinta menyuruh asisten rumah tangga. Untuk memandikan anaknya tersebut.
"Bi, berhubung gue capek hari ini, tolong mandikan anak gue lah!" ujar Cinta kepada Bibi Inah.
"Siap Nyonya,"
Bibi Inah membawa Ratih kekamar mandi untuk mandi. Cinta memberikan susu kepada Ceri karena rewel minta susu, Ceri memang kuat minum.
"Anakku, kamu sangat kuat minum susu sekarang," Cinta merasakan semakin satu bulan anaknya, semakin kuat minum susu untuk saat ini.
__ADS_1
Sudah diberikan minum, barulah Ceri merasa