
Cinta sudah tidak mempercayai suaminya lagi. Sekali dibohongi akan tetap di bohongi,
mulai saat itu rasa kepercayaan sudah mulai hilang terhadap suaminya.
"Aku sudah tidak mempercayai lagi yang keluar dari mulut kamu," mengelak untuk di peluk suaminya.
"Aku akan tunjukan bahwa aku tidak salah sayang! Aku hanya dijebak." Masih berusaha menyakinkan Cinta bahwa dirinya benar.
"Jadi kamu menilai kamu benar? Hey kamu benar dari mana sayang?" menganggap suaminya aneh.
Tidak dibenarkan orang yang telah berhubungan dengan orang lain, tidak seutuhnya salah dan pasti salah.
Toni tidak mau terjadi perpisahan diantara mereka, istrinya adalah orang yang paling dia sayang seumur hidupnya.
"Sayang ... Maafkan aku telah mengaku banyak salah, aku memang satu malam tersebut khilaf dan sudah banyak bohong sama kamu sayang." Ujar Toni meminta maaf.
Toni tidak akan mengulanginya lagi, akan memilah berteman dengan siapa, akibat jebakan satu malam tersebut terjadi pertengkaran hebat diantara mereka.
"Aku gimana bilangnya! Aku agak gak bisa maafkan kamu sekarang sayang, hati aku ini masih sakit," nyeseknya minta ampun.
Cinta menetes air mata, serta matanya berkaca-kaca mengingat semua yang telah terjadi, rasanya tidak bisa dibendung lagi kemarahan semakin memuncak dalam dirinya.
Saat membuka hati ternyata pria yang dicintai bermain belakang, hati istri mana yang tidak sakit ketika dikhianati dan main dengan perempuan lain.
"Sayang....." Memeluk Cinta sambil menangis dihadapan Cinta.
"Sudah aku mau keluar pada pagi ini! Aku mau ngomong dengan orangtua aku bahwa kamu sudah selingkuh dari aku." Cinta menyesali pernikahannya dengan pria itu.
"Sayang, kamu jangan menyesali pernikahan ini, aku sudah menggangap kamu sebagai ibu sambung yanga baik untuk anak aku."
Ratih berangkat sekolah, saat menghampiri orangtua mau berangkat sekolah, ternyata Ratih melihat ketegangan di antara kedua orangtuanya tersebut.
"Pa dan Mama. Ratih mau berangkat sekolah dulu," minta diantarkan sampai di depan pintu rumah. " Ayah, boleh Mama yang antara Ratih?" Tanya Ratih pada Ayahnya.
Cinta lagi gak mood untuk mengantar Ratih sekolah,karena masalah diantara mereka berdua yang belum selesai mengenai Shella.
"Adek minta antar Ayah saja sekarang," jawabnya.
"Ma aku mau diantar oleh Mama saja, aku tidak mau diantar oleh Ayah!" Kata Ratih karena sudah bosan selalu diantar ayah.
Ratih ingin pamer punya Mama baru, cantik dan baik, yang menjadi andalan anak sekolah ini.
Kecantikan Mama sambungnya tidak membosankan, kecantikan luar biasa serta sempurna dihadapan Ratih.
__ADS_1
"Ayo Maaaaa." Menarik tangan Mamanya.
Akhirnya Cinta pasrah saat anak nya meminta antar ke sekolah. Mengambil kunci yang dipegang suaminya, lalu menyetir mobil tersebut.
"Ayo sayang ... Aku akan menyetir mobil ini." Mengendong putrinya untuk masuk kedalam mobil.
Jiwa keibuannya sudah terpancar, kehadiran Ratih banyak memberikan makna untuknya.
Untuk tetap belajar menjadi seorang ibu yang baik dan telaten dalam mengurus anak.
Anak sambungnya juga mengajarkan banyak selama ini, dari seorang ibu yang belum bisa menerima kenyataan menikah dengan pria berumur 42 tahun.
Menikahi seorang duda bukanlah hal mudah baginya, ketika anak seusianya harus belajar banyak semasa kuliah sedangkan Cinta harus keluar dari universitas karena harus menikah dengan duda tersebut.
Toni duduk melamun di ruangan tamu saat istrinya pergi, sambil memikirkan bagaimana cara meminta maaf pada istrinya setelah melakukan kesalahan.
Toni masih menunggu keputusan istrinya.
Mereka akan bercerai atau mempertahankan rumah tangga mereka tersebut.
Jebakan itu membuat Toni khilaf dan tidak bisa mengendalikan dirinya, segera Toni menghubungi Gerald untuk meminta pertanggung jawaban kepada Gerald karena sudah membeberkan rahasia tersebut.
"Penghianat." Kata Toni saat Gerald sudah mengangkat telpon.
"Tidak penghianat kamu bilang! hey coba kamu lihat foto yang sudah kamu beberkan tersebut! Apakah pantas seorang teman membeberkan foto tersebut." Amarah Toni semakin meledak.
"Maksudnya?" Gerald pura-pura bego.
"Sudah tidak perlu berpura-pura bego." Jawabnya menunjukan foto yang sudah disebar Gerald kepada istri Toni.
"Maksudnya?" semakin terlihat kepanikan.
"Sudah nanti kita bicarakan, jumpai aku jam 7 malam di cafe." Memberikan ancaman jika Gerald tidak datang maka Toni akan menghancurkan Gerald.
Toni akan melakukan pembalasan jika Gerald tidak datang, dengan menghancurkan usaha-usaha yang di miliki Gerald selama ini yang masih dibantu oleh Toni.
Cinta menghantarkan anak sampai di depan pintu kelas, di sana Cinta berpesan kepada Ratih untuk rajin belajar dan jangan malas belajar.
"Sayang Mama antar sampai pintu kelas saja! Belajar yang rajin Nak." Mencium kening dan pipi anaknya tersebut.
"Baik Ma ... Cinta akan rajin belajar."
Ratih menjadi andalan di kelas, serta mendapatkan juara satu umum dari semua peserta kelas 3 sekolah dasar tersebut.
__ADS_1
Ratih ingin menjadi orang sukses. Tidak mau hanya mengandalkan harta kekayaan orangtuanya tersebut.
"Aku tidak mau mengandalkan harta orangtua aku, aku harus menjadi anak yang pintar."Jawab Ratih.
Ratih memang senang belajar mengenai segalanya, anak ini terkenal jenius dan mudah nangkap pelajaran yang diberikan oleh ibu guru padanya.
Cinta masih teringat akan kesalahan Toni.
Memendam amarah ingin menghajar Toni sesampai di rumah.
"Aku harus menghajar kamu! Soalnya aku benci sekali dengan kamu." Gumam Cinta sambil memukul kaca mobil.
Untung kaca mobil tersebut tidak pecah.
Sesampainya di rumah. Cinta langsung mencari Toni untuk menjelaskan rumah tangga mereka bertahan atau bercerai.
Cinta sudah muak dengan semua ini.
Saat menikah banyak waktu yang sudah dikorbankan, kuliah yang tidak diselesaikan,
mempunyai batasan untuk bergaul dengan temannya demi mengurus rumah tangga.
"Hy Toni sini kamu!" Memanggil suaminya hendak menghindar darinya saat berada diruang tamu.
Toni akhirnya tidak jadi pergi. Saatnya mendengarkan omelan istri yang sungguh dahsyat tersebut.
"Sayang sudahlah hentikan semua ini, tenangkan semuanya." Toni ternyata takut istri juga.
"Aku tidak bisa sabar! Tolong kamu jelaskan pernikahan ini mau sampai disini." Kata Cinta meminta penjelasan pada suaminya tersebut.
"Aku khilaf itu intinya sayang." Seberapa banyak pun Toni menjelaskan semua tetap sama du mata Cinta, sudah hilang rasa kepercayaan terhadap suami.
"Khilaf kamu bilang sayang! Kamu sudah melakukan hubungan tersebut! Mengapa kamu bilang khilaf sayang?" tanya Cinta.
Gerald menjebaknya. Cinta juga menceritakan bahwa Gerald, ada bermaksud jahat untuk menghancurkan rumah tangga mereka.
"Sayang... Gerald ingin bermaksud jahat pada kita." Toni menjelaskan semuanya.
"Bermaksud jahat bagaimana? Gerald itu tidak ada bermaksud jahat!"
Cinta tetap percaya pada Gerald, suaminya sudah mengaku bahwa khilaf melakukan hubungan tersebut dengan Shella.
"Shella di kirim untuk melayani aku sayang."
__ADS_1
"Terus kalian sama-sama mau! Kalau sama-sama mau nafsu namanya."