Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Lanjut


__ADS_3

Mereka telah sampai hotel tanpa membawa anak. Mereka merasakan kebebasan bagaikan pasangan masih baru menikah ketika menikmati nuansa hotel.


"Sayang, gimana heeling pertama kali tanpa anak," ucap Toni meraba-raba.


"Sayang jangan ... Kamu ini suka banget dalam meraba-raba," jawab Cinta malu-malu tapi mau.


"Sok nolak istriku ... Pada hal kamu mau kan diraba-raba," Toni mengecup bibir Cinta sampai berulang kali.


Pertama kali mereka pergi berlibur tanpa membawa anak. Mereka hanya menginap selama satu hari di hotel tersebut karena Cinta dan Toni butuh ketenangan.


Tangan Toni mulai meraba ke bagian bawah mencoba memasukkan si kekar. Dengan menggesekkan terlebih dahulu sebagai pemanasan, biar tegang sama tegang hingga membuat mereka harus ketagihan.


"Ahhhhh Sayang ..." Desak Cinta ketika suami telah memberikan gesekan.


Ketika mendengar desakan Cinta membuat Toni semakin bergairah. Desakan penuh makna artinya ingin menambah lagi atau ketagihan pada malam itu. Sebab suasana dikamar hotel terasa sejuk cocok untuk saling romantis.


"Kamu suka kan, Sayang?" tanya Toni kepada istrinya tersebut sambil mengecup.

__ADS_1


"Hmmm biasa saja ..." Cinta pura-pura tak ada reaksi ketagihan di mimik wajahnya tersebut namun gengsi untuk mengungkapkannya kepada suaminya tersebut.


"Kamu gengsi kan, untuk mengatakan bahwa kamu sebenarnya suka," kata Toni kepada istrinya tersebut.


Toni lalu melanjutkan mengelus rambut Cinta sambil berbisik. Menginginkan anak ketiga karena Ceri sudah berumur satu tahun, sebab Toni ingin punya anak laki-laki.


"Aku suka ..." Cinta berkata jujur.


Toni sangat senang mendengar pengakuan Cinta tersebut. Bahwa ternyata istrinya sangat senang dalam urusan ranjang tersebut bahkan membuat Toni semakin buas terhadap istri sendiri.


"Kamu mah enak, Sayang. Tinggal ngomong saja, tanpa merasakan sakit yang luar biasa saat melahirkan."


Selesai tahap pertama mereka langsung istrahat. Soalnya mau lanjut tahap kedua lagi setelah satu jam, sebab mereka mau istrahat dulu.


Ara yang dirumah sangat senang di titipkan anak-anak. Sebab rumah tersebut menjadi ramai, hal itulah yang membuat Ara menjadi semangat ketika dua anak kecil tersebut menginap dirumah atau dititipkan sama kakak ipar.


"Sayang, ada keponakan rumah ini menjadi ramai kan?" ucap Ara seakan itu adalah salah satu bukti kode.

__ADS_1


"Hmmm iya. Ramai, Sayang." Alvin tersenyum sebab mengerti dengan maksud Ara yang ingin mempunyai anak.


Ara menaruh si kecil dalam pelukannya yaitu Ceri. Sebab Ceri bisa dekat sama siapa saja termasuk sama tante Ara, Ceri tidak rewel anaknya sama siapa saja.


"Aduhhhhh Ceri, mengemaskan sekali sih kamu sih, Nak." Ara mencubit pipi Ceri pelan karena gemas, supaya keponakan nya tersebut tidak kesakitan.


"Kamu mau punya anak mengemaskan seperti ini, Istriku." Alvin menyambung pembicaraan.


"Pengen dong, Sayang ..."


"Jika pengen, nanti akan kita buat kan Sayang si gemas," ucap Alvin sambil merayu istrinya tersebut.


"Hmmm mulai deh merayu ..."


Ara dan Alvin tidak bisa tidur karena sibuk mengurus kedua bocah tersebut. Bocah lucu tersebut sangat aktif ketika dirumah mereka sehingga membuat kedua pasangan yang baru menikah tersebut kelelahan dalam mengurus mereka.


Namun lelah mereka dibayar ketika anak kecil tersebut. Tingkah mereka sangat lucu-lucu hingga mereka merasa terhibur akan tingkah lucu.

__ADS_1


__ADS_2