Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Mual


__ADS_3

Sehabis pulang dari liburan ke jepang. Sudah seminggu mereka balik dari luar negeri.


Cinta merasakan tubuhnya mau ambruk pagi ini sehabis bangun tidur, kepalanya pusing dan pandangannya gelap.


Dari tadi malam kepalanya pusing, serta bolak balik masuk kamar mandi, memuntahkan semua yang masuk dalam perut serta tidak selera untuk makan.


Tubuhnya lemas, seakan tidak ada tenaga lagi untuk bangkit setiap kali berdiri.


Uhhhhhhhhhh


Memualkan semua di dalam kamar mandi.


Toni yang melihat Cinta keluar masuk dari kamar mandi.


Mencoba untuk menyuruh Cinta istrahat saja.


Biarkan Toni yang membersihkan semua muntah yang berserak di kamar mandi, badan nya sudah 3 hari ini kurang enak badan.


" Sayang kamu kenapa? Kurang enak badan?"


mengusut kepala istrinya tersebut.


"Iya, dari tadi malam aku merasakan muntah,mual dan kurang enak badan, pokoknya mau tumbang rasanya badan aku ini sekarang." Kata Cinta pada Toni.

__ADS_1


Selesai membersihkan kamar mandi.


Toni segera mengambil minyak kusut dan menaruh di kepala istrinya, mengusut badan Cinta yang sedang sakit tersebut.


"Badan aku sakit semua, gak selera makan lagi." Ngeluh karena sakitnya.


Toni mulai mencurigai bahwa istrinya sedang hamil. Soalnya gejala nya sama dengan orang hamil sedangkan Cinta tidak bisa kepikiran kesitu.


" Jangan-jangan, kamu hamil lagi sayang?" filling Toni pasti hamil.


"Gak mungkinlah aku hamil, sedangkan tembak dalam saja cuma dua kali, selama ini sering tembak luar, masa iya langsung hamil?" merasa bahwa bukan hamil.


" Ya elah sayang... Dua kali saja bisa kebobolan, kan rezeki tidak ada yang tahu."


" Tetapi tidak mungkin deh hamil."


Toni segera membelikan testpack untuk istrinya, untuk memeriksa apakah Cinta hamil atau bukan.


"Aku beli testpack dulu... Sayang tunggu di sini saja." Membelikan ke apotik.


"Oke...Ihh jangan terlalu beranggapan aku hamil."


Cinta belum menginginkan kehadiran seorang anak. Di usianya yang masih muda, masih menginginkan punya waktu luang dulu soalnya mempunyai anak capek.

__ADS_1


" Sayang... Aku sudah lama menginginkan hal tersebut, jadi untuk memastikan kembali."


Cinta berharap hasilnya tidak positif. Karena Cinta belum mau punya anak, cukup Ratih yang akan di anggap sebagai anak dalam hidupnya.


Kekuatiran Nya semakin menjadi, ketika ciri-cirinya sudah mendekati hamil.


"Ahhh... Aku hamil, tidak mungkin aku hamil lah, jangan sampai aku hamil." Kepalanya semakin pusing.


Toni balik memberikan testpack tersebut untuk di gunakan Cinta. Sambil menunggu hasil dari testpack tersebut.


Satu jam berlalu, akhirnya muncul dua garis merah di testpack tersebut. Cinta yang masuk polos tidak tahu, bawah dua garis merah tersebut menandakan dirinya sedang hamil.


"Sayang hasilnya... Yeeee. Akhirnya kamu hamil sayang." Toni memperlihatkan testpack tersebut, sambil memperlihatkan ke Cinta.


"Emang kalau muncul dua garis merah itu hamil ya?" bersedih hati karena hamil.


"Iya sayang... Jika dua garis merah hamil."


"Tidak... Tidak... Tidak... Aku tidak mau hamil." Menangisi kehamilannya.


Di dalam kepalanya, jika hamil maka akan banyak waktu yang akan di korbankan nya, badan semakin melar melebar kemana-mana dan waktu kosong tidak ada untuk bersantai.


Bagi Cinta punya anak itu ribet dan waktu untuk senggang lah. Maka belum siap juga untuk menjadi seorang ibu di usia muda.

__ADS_1


" Kenapa sayang? Kamu tidak mau melahirkan anak aku?" tanya Toni padanya.


__ADS_2