
Pagi hari saat terbangun dari tidurnya.
Ratih tersengal ketika memimpikan sosok Mama yang telah meninggal.
5 Tahun kepergian sang Mama. Masih teringat jelas di memori sang anak, saat Mama meninggal saat melahirkan anak yang kedua, kebetulan waktu itu Mama mempunyai penyakit kanker rahim stadium 2.
Adik dan Mama tidak bisa di selamatkan.
Membuat Toni sempat hilang kesadaran diri dan nyaris hampir depresi. Untunglah karena anak Toni bisa bertahan.
Ratih menjadi rindu dengan sosok Mama yang telah mendiang. Di atas tempat tidur Ratih merengek-rengek dan menjerit bahwa tadi malam Mama datang ke mimpi dengan memeluknya.
Maaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Teriak Ratih memanggil Mama, ketika melihat ada bayangan di kamar seperti sosok Mama yang tersenyum kepadanya.
Saat putri sambungnya berteriak. Cinta berlari menghampiri sang putri dan Toni juga bergegas menyusul ke kamar Ratih.
"Ada apa sayang?" jantung Cinta Hampir copot ketika melihat putrinya berteriak menangis minta di peluk.
__ADS_1
"Maaaaaaaaaama ," teriaknya sambil menunjukkan jarinya ke dinding.
Toni dan Cinta melihat kearah dinding kamar yang ditunjuk. Namun tidak menemukan ada sesuatu keanehan di dinding tersebut.
"Sayang, maksudnya Mama kenapa?" tanya Toni sambil memeluk putrinya supaya bisa tenang dulu.
"Aku melihat ada Mama di dinding, Pa." Jawabnya sambil menoleh kearah pintu kamar.
"Mama yang mana kamu maksud sayang?"
Tanya Toni lagi pada Ratih.
"Mama Tanti dong Pah. Mama kandung Ratih sendiri,,," jawabnya ketika Papa sudah mulai melupakan istri pertama.
Cinta yang belum pernah ke makam istri pertama suaminya tersebut, berinisiatif untuk pergi kesana bersama suami dan anak sambungnya tersebut.
"Suamiku, bagaimana jika besok kita ke makam Mama Ratih saja, pasti Ratih juga rindu dengan sang Mama," Ujar Cinta memberikan solusi terbaik.
Cinta memang harus mengalah dengan keegoisannya. Bahwa Ratih selalu bercerita tentang Mama kandungnya yang selalu menjadi sosok terbaik.
__ADS_1
Cinta tidak mau cemburu, bagaimana pun sosok ibu kandung, tidak akan bisa mengantikan posisinya. Walau sosok Mama tiri hadir dalam kehidupan keluarga.
Cinta juga tidak mau cemburu lagi dengan sosok mendiang. Jika suaminya bercerita banyak tentang mendiang, bahwa istri pertama selalu setia menjadi ibu sekaligus istri yang baik untuk suami.
Cinta mengaku mengalah, jika sosok suami dan anak bercerita, bagaimana pun sosok Mama kandung Ratih pernah menjadi terbaik dan tidak akan pernah terlupakan memori dalam kenangan Toni Dan Ratih.
"Sayang, apakah kamu mau mengizinkan kami pergi ziarah?" tanya suaminya kepada istri.
"Saya tidak bisa melarang kamu suamiku. Bagaimana pun Mama Ratih adalah orang yang pertama singgah dihati kamu dan aku tidak bisa menolak takdir menjadi istri kedua dari duda yang istrinya sudah meninggal,"
jawab Ratih.
"Sayang terimakasih, kita akan pergi bersama-sama kesana," jawab Toni dengan senang hati.
Toni memang sudah rindu dengan sosok Tanti. Ingin mengobrol di makam sang istri bahwa Toni sudah mempunyai istri baru.
Istri yang mengurus Ratih sekarang, saat anaknya mengingat sosok Tanti, semakin membuka goresan luka di masa lalu.
Mengingatkan Toni saat detik-detik. Tanti berjuang dengan kanker rahimnya dan kebetulan posisi sedang mengandung anak kedua dalam usia kandungan dua bulan.
__ADS_1
Toni membawa istri berobat, namun pengangkatan penyakit kanker tidak bisa karena dalam posisi mengandung, sang Dokter ngomong ada yang harus di korbankan untuk menyelamatkan salah satu.
Dokter berbicara memberi solusi kepada Tanti pada saat itu.