Pernikahan Paksa Berakhir Cinta

Pernikahan Paksa Berakhir Cinta
Ratih Ngajak Liburan


__ADS_3

Ratih mengajak liburan keluar negeri lagi bersama Ayah dan Mama. Soalnya si adik sudah berumur 3 bulan dan sudah bisa di bawa jalan-jalan.


Cinta sudah bisa bebas, kini saat nya awal mula refreshing, bersama keluarga tercinta setelah 4 bulan tidak keluar. Cinta juga sudah bosan di rumah saja.


"Ma, Pa. Kita liburan yuk," ajak Ratih saat sedang berkumpul di ruang tamu.


"Hmm ide bagus tuh Nak," jawab Cinta.


"Hmm setuju ..." Sambung Toni.


Toni berinisiatif untuk membawa anak dan istri. Jalan-jalan keluar negeri, sebab Toni juga merasa kasihan sama anak istri yang hanya di rumah saja.


"Gimana kita pergi ke swiss," ajak Toni.


"Ayo ..." Cinta girang menjawab, itulah impian yang di inginkan.


Ceri juga sudah bisa di ajak kemana-kemana karena sudah tidak rewel lagi, tetapi masih tidak bisa lepas dari pangkuan Cinta karena Ceri maunya di gendong sama Cinta, Ratih dan Toni saja.


Berbeda dengan orang lain, bahkan di gendong oleh ibu tiri Cinta, anak itu menangis dan tidak betah.


Kini Cinta mencoba berdamai dengan ibu tiri istri Bambang. Walau pun belum seutuhnya Cinta belum bisa menerima Salsa sebagai ibu tirinya.


"Kita ajak saja mertua." Toni ingin membawa kedua mertuanya, untuk ikut jalan-jalan keluar negeri bersama mereka.


" Ide yang bagus," jawab Cinta, bagi Cinta tidak apa-apa. Jika harus membawa kedua orangtuanya tersebut.


Cinta juga mengusulkan untuk membawa Alvin ikut mereka. Alvin berapa minggu ini sedang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dari pada di rumah sakit.


"Suamiku, bagaimana Alvin ikut saja?" tanya Cinta ingin membawa Alvin.


"Ayo ..."


"Biar rame sayang." Cinta menginginkan mereka berlibur, untuk mempererat hubungan keluarga. Yang sudah pernah retak kembali untuk di perbaiki.


"Kita perbaiki hubungan keluarga yang sempat renggang ini." Cinta sambil tersenyum kepada suami.

__ADS_1


"Baiklah, Sayang. Nanti akan aku sampaikan sama Alvin."


"Sayang. Bagaimana dengan Alvin? Apakah Alvin sudah ada rencana menikah dengan orang yang di cintai?" tanya Cinta ingin tahu saja.


"Tidak! Setahu aku sih belum ada," jawab Alvin.


Semenjak hubungan Cinta dan Alvin berakhir karena Cinta menikah. Alvin belum buka hati dengan orang lain, bahkan sekarang Alvin sudah ikhlas bahwa Cinta menikah dengan kakak kandungnya.


"Kenapa?" Cinta ingin tahu.


"Tidak tahu Sayang ... Mungkin dia belum bisa lupa sama kamu," canda Toni.


Toni ingin canda dengan Cinta, sekali-kali menyinggung masa lalu Cinta dengan adik nya tersebut. Kini Toni mencoba menerima keadaan dan memperbaiki hubungan walau pun Toni tahu, bahwa cara yang di lakukan nya salah.


Awal nya Toni memang tidak tahu bahwa Cinta, adalah pedekate Alvin bahkan mereka sudah membawa hubungan ini ke jenjang lebih serius, namun gagal di tengah jalan karena orangtua Cinta menjodohkan perempuan yang di sayang dengan abangnya waktu itu.


Kesalahan terbesar Toni merebut orang tersayang. Kini Toni berusaha memperbaiki dengan menjaga hubungan persaudaraan dengan adik kandung nya tersebut.


"Apalah sayang ini? Alvin sudah kenangan masa lalu! Kini Alvin sudah menjadi adik ipar aku." Cinta tidak pernah menyangka bahwa orang yang di sayangi dulu. Akan menjadi adik iparnya.


Toni berterima kasih bisa menemukan Cinta yang baik. Walau pun melalui jalur pernikahan paksa oleh kedua orangtua Cinta, meminta kepada anak nya untuk menikah dengan Toni waktu itu.


Awal pertemuan memang Toni sudah jatuh cinta, pada pandangan pertama dengan sosok Cinta. Walau pun Cinta masih muda saat itu, namun Toni menginginkan Cinta menjadi ibu dari anak-anak nya.


"Hey sayang, tahu gak? Awal aku melihat kamu, aku sudah jatuh cinta kepada mu sayang. Jatuh pada pandangan pertama dan ambisi ingin memiliki kamu." Toni bercerita dengan usaha nya yang ingin memiliki Cinta selamanya.


"Terus?"


"Terus waktu itu mertua, punya hutang sama aku 40 milyar, aku bilang hutang tersebut tidak perlu di bayar."


"Terus?" tanya Cinta berulang kali.


"Terus aku bilang, dengan syarat putri Bapak menjadi istriku. Atau nikah kan dengan saya yang masih duda ini." Curhatan Toni dua satu setengah tahu lalu terhadap mertua.


"Iya, Ayah gue juga bilang, lebih baik menyerahkan saya. Biar hidupnya enak tanpa ada beban. Tetapi tidak ada rasa cinta bagaimana mau di paksa!" sindir Cinta sambil tertawa mengenai hal itu.

__ADS_1


"Kamu sok jual mahal waktu itu, bahkan cinta kamu saja untuk aku tidak ada." Toni ketawa mengingat itu.


Tetapi kini Toni berhasil menaklukan hati Cinta. Waktu itu pernah bilang sama Toni ogah jatuh cinta dengan pria seperti Toni karena di jodohkan. Akhirnya Cinta termakan kata-kata dan jatuh cinta pada Toni.


"Iya, dulu aku ogah!" ketus Cinta.


"Dari ogah jadi Cinta."


"Gak juga." Cinta masih gengsi untuk mengatakan sayang sama Toni.


Kini perbedaan usia tidak menjadi penghalang bagi mereka. Berbeda 20 tahun tidak akan pernah, menggangu kebahagiaan mereka dalam berumah tangga.


Satu setengah tahun membina rumah tangga dengan suami. Semakin terlihat keharmonisan rumah tangga mereka, awal nya sempat ribut dan saling cuek.


Namun kini sudah saling memahami satu sama lain. Suami sudah memahami bahwa rasa sayang istri sudah keluar terhadapnya dan membuat Toni tidak ingin bertingkah sibuk urusan luar.


Istri sudah memahami betapa besar cinta suami terhadapnya. Cinta ingin menjaga rasa sayang dan kebaikan suami, yang mungkin tidak akan Cinta dapatkan dari orang lain di luar sana.


Kini Cinta mulai menjaga keutuhan rumah tangga, dengan menjaga komunikasi yang baik dengan suami, lebih perhatian dengan suami dan lebih menghargai suami baik di luar mau pun dalam rumah.


Harga diri dan menghormati suami lebih penting dari pada yang lain. Kini ada anak yang menjadi pemicu semangat mereka untuk terus membangun rumah tangga yang harmonis.


"Aku ingin melihat anak ini sampai menikah nanti." Keinginan Toni dan tiba-tiba ngomong begitu dengan Cinta.


"Aku juga ..."


"Semoga Papa dan Mama sehat selalu selamanya," sambung Ratih yang menginginkan kedua orang tua tetap sehat sampai mereka menikah.


Toni akan datang kerumah Bambang dan Salsa. Untuk memberitahu bahwa mereka akan liburan bersama, tidak sopan rasanya jika memberitahu melalui panggilan telpon terhadap mertua.


"Sayang, kita nanti akan kerumah mertua untuk memberitahu kabar ini." Toni bersikap sopan kepada orangtua Cinta.


"Oke sayang."


"Yeeee tempat Kakak dan Nenek." Ratih senang akan kerumah kakak dan nenek nya nanti sore.

__ADS_1


Sudah 2 minggu mereka tidak pergi kerumah kakak dan nenek untuk bertamu.


__ADS_2